Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

Keterangan foto: Talk Show dan Sastra Tutur dengan judul Seguntang Ulu Melayu di halaman Bukit Seguntang, Selasa (23/11) dengan moderator Yanti Mochtar.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Budayawan Sumatera Selatan (Sumsel), Vebri Al Lintani melihat Bukit Seguntang di catat dalam sejarah Sriwijaya, Kesultanan Palembang dan sejarah Melayu hingga masa kolonial hingga masa kini. “Secara spiritual orang menganggap Bukit Siguntang adalah Bukit Suci, Bukit Keramat,” katanya. Dalam acara Talk Show dan Sastra Tutur dengan judul Seguntang Ulu Melayu di halaman Bukit Seguntang, Selasa (23/11) dengan moderator Yanti Mochtar.
Hingga saat ini menurut Vebri, Bukit Seguntang masih menjadi dataran tertinggi di Kota Palembang dengan luas lahan yang masih terpelihara sekitar 17 hektar.Sehingga wajar menurutnya kalau Bukit Seguntang adalah Ulu Melayu.

Sedangkan sejarawan Sumsel Kemas Ari Panji menegaskan kalau Bukit Seguntang adalah bukit bersejarah, punya nilai sejarah, punya nilai yang baik dan menjadi ikon serta tag line Seguntang Ulu Melayu. “Kalau ada pihak-pihak yang tidak setuju silahkan saja , kita tinggal beradu argumentasi saja,” katanya.
Sedangkan Ketua Umum Assosiasi Sales Travel Indonesia (ASATI) M. Syukri Machmud melihat permasalahan paling crowded Usaha Kecil dan Menengah (UMKM ) adalah distribusi.“Dia mampu membuat produk, dia juga mampu memproduksi tapi menghadirkan kegiatan ini, tapi apakah kita bisa mendistribusikan kegiatan ini di luar, apakah kegiatan ini bisa kita tampilkan di luar, kita juga ingin harum di luar, jangan kita harum di sini saja, ketika ini berada di luar orang bertanya, siapa itu, Palembang, hebat Palembang ya,”katanya.
Dia menegaskan kemampuan mendistribusikan ini yang paling penting.“Ini satu stetmen saya untuk closing karena ini penting untuk kedepan kalau kita bikin sesuatu , pertama pikirkan hari ini yang kita lakukan sampai 20 tahun lagi ini masih up to date tidak out of date,” katanya seraya menambahkan bahwa selain itu pasar (Market) pariwisata Sumsel bukan di dalam tapi juga di luar. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *