Dorong Transisi Energi Berkeadilan di Sumatera Selatan, Yayasan Mitra Hijau Paparkan Capaian Proyek IKI-JET dan Perkuat Peran Perempuan melalui FORBESS
Teks foto: Foto bersama.
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Yayasan Mitra Hijau (YMH) terus memperkuat upaya mendorong terwujudnya transisi energi yang berkeadilan di Sumatera Selatan melalui pelaksanaan Innovation Regions for a Just Energy Transition (IKI-JET) Project. Dalam kegiatan audiensi pelaporan pelaksanaan program periode Januari–Juni 2026, YMH menyampaikan berbagai capaian kegiatan sekaligus memperkenalkan Forum Perempuan Energi Berkeadilan Sumatera Selatan (FORBESS) sebagai wadah kolaborasi perempuan dalam mendukung transformasi energi dan ekonomi hijau di daerah.

Kegiatan audiensi ini menjadi ruang dialog antara YMH dengan pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya transisi energi yang tidak hanya berorientasi pada perubahan sumber energi, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat dan keterlibatan kelompok rentan dalam proses perubahan tersebut.

Audiensi dibuka oleh Plt. Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan yang dalam hal ini diwakili Hari Wibawa, S.P., MM selaku Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan Bappeda Sumsel. Dalam kegiatan tersebut, penyampaian laporan perkembangan Proyek IKI-JET dilakukan oleh Dicky Edwin Hindarto selaku Koordinator Project IKI-JET Yayasan Mitra Hijau, yang memaparkan perjalanan program, capaian kegiatan, pembelajaran, serta rencana tindak lanjut dalam mendukung agenda transisi energi berkeadilan di Sumatera Selatan.
Melalui Proyek IKI-JET, YMH bersama mitra berupaya membangun pendekatan transisi energi yang inklusif melalui penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan partisipasi kelompok perempuan, pengembangan peluang ekonomi hijau, serta penguatan dialog sosial antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Pendekatan ini penting mengingat Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi dengan ketergantungan ekonomi yang cukup besar terhadap sektor batubara, sehingga transformasi menuju ekonomi rendah karbon perlu dilakukan dengan memastikan masyarakat tetap memiliki peluang penghidupan yang berkelanjutan.

Beragam Program Penguatan Kapasitas dan Ekonomi Hijau
Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, YMH telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan dalam kerangka Proyek IKI-JET di Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman, kapasitas, serta kesiapan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi perubahan ekonomi akibat transisi energi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan diseminasi hasil penelitian “Melokalisasi Transisi Energi yang Adil: Memberdayakan Perempuan dan Masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan”, sebagai upaya membangun pemahaman mengenai kondisi, tantangan, serta peluang keterlibatan perempuan dan masyarakat dalam agenda transisi energi. Selain itu, YMH juga melaksanakan pelatihan nilai ekonomi karbon serta Training on Green Business and Green Jobs for Youth untuk memperkenalkan konsep ekonomi hijau dan peluang pekerjaan baru yang mendukung pembangunan rendah karbon.
YMH juga melakukan penguatan dialog daerah melalui berbagai forum diskusi dan audiensi, termasuk bersama komunitas lokal seperti Forum Serelo Green Kabupaten Lahat dan Forum Rembuk Serasan Hijau Kabupaten Muara Enim. Forum-forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi kebutuhan serta potensi pengembangan ekonomi alternatif di wilayah terdampak transisi energi.
Dalam aspek peningkatan kapasitas teknis, YMH menyelenggarakan Pelatihan Dasar Manajemen dan Audit Energi, yang memberikan pemahaman mengenai efisiensi energi serta praktik pengelolaan energi yang lebih berkelanjutan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan penguatan kapasitas komunitas melalui pelatihan pengembangan usaha, pemasaran, dan peningkatan kualitas produk masyarakat.
Pada sektor ekonomi komunitas, berbagai pelatihan dilakukan untuk mendukung kesiapan masyarakat dalam mengembangkan usaha hijau, di antaranya pelatihan strategi pemasaran dan digital marketing bagi komunitas dan UMKM di Kabupaten Lahat dan Muara Enim, pelatihan manajemen keuangan untuk peningkatan kualitas UMKM, serta pelatihan roasting kopi dan standar mutu produk untuk penguatan green jobs bagi komunitas di Kabupaten Muara Enim.
Selain itu, YMH juga memperkuat kapasitas perempuan melalui kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan, Advokasi, dan Komunikasi Berperspektif Gender di Sumatera Selatan, yang menjadi salah satu fondasi terbentuknya Forum Perempuan Energi Berkeadilan Sumatera Selatan (FORBESS).

Teks foto:IST – Dicky Edwin Hindarto selaku Koordinator Project IKI-JET Yayasan Mitra Hijau.
FORBESS: Memperkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Transisi Energi
Salah satu capaian strategis dari pelaksanaan Proyek IKI-JET adalah terbentuknya Forum Perempuan Energi Berkeadilan Sumatera Selatan (FORBESS). Forum ini dideklarasikan pada 19 April 2026 di Kota Palembang sebagai ruang kolaborasi perempuan untuk memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan dalam agenda transisi energi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

FORBESS melibatkan 22 kelompok perempuan yang berasal dari Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim, dan Kota Palembang. Forum ini hadir untuk memperkuat kapasitas organisasi perempuan, mendorong keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan, mengembangkan potensi ekonomi hijau komunitas, serta memperluas jejaring kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan organisasi masyarakat.
Melalui FORBESS, perempuan tidak hanya diposisikan sebagai penerima dampak dari perubahan sistem energi, tetapi sebagai aktor penting yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kapasitas untuk ikut membangun solusi dalam pengelolaan energi, lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Membangun Kolaborasi untuk Masa Depan Energi Berkelanjutan
Audiensi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, sektor usaha, dan masyarakat sipil dalam menciptakan ekosistem transisi energi yang berkeadilan. YMH menekankan bahwa keberhasilan transisi energi membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari perubahan kebijakan, peningkatan kapasitas, penciptaan peluang ekonomi baru, hingga perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang terdampak.

Melalui pelaksanaan Proyek IKI-JET dan penguatan FORBESS, YMH berharap Sumatera Selatan dapat menjadi bagian dari upaya membangun model transisi energi yang memastikan manfaat ekonomi dan sosial tetap dirasakan masyarakat, dengan prinsip utama “No One Left Behind” atau tidak ada pihak yang tertinggal dalam proses perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. (*)





