BanyuasinHeadlinePendidikanSUMSEL

Tim PkM UIGM Palembang Berdayakan UMKM Tahu Pak Pur Melalui Diversifikasi Produk dan Digitalisasi Pemasaran

MEDIASRIWIJAYA – Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Namun, keterbatasan teknologi produksi, inovasi produk, serta akses pemasaran masih menjadi tantangan yang sering dihadapi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.

Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang hadir memberikan pendampingan kepada UMKM di Desa Mukti Jaya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin. Melalui program hibah pengabdian dengan tema “Pemberdayaan UMKM Tahu Diversifikasi melalui Implementasi Marketplace Digital untuk Optimalisasi Pemasaran Produk di Desa Mukti Jaya, Muara Telang”, tim berupaya melakukan transformasi usaha mitra dari sistem konvensional menuju bisnis yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Mitra dalam kegiatan ini adalah UMKM Tahu Pak Pur milik Bapak Kurniawan. Usaha yang sebelumnya berfokus pada produksi tahu putih basah memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena mampu menghasilkan ratusan produk setiap harinya. Namun, keterbatasan daya simpan tahu basah menyebabkan pemasaran masih terbatas pada wilayah sekitar desa.

Ketua Tim PkM UIGM, Ni Wayan Priscila Yuni Praditya, S.SI., M.Eng., menjelaskan bahwa salah satu solusi yang diberikan kepada mitra adalah melalui inovasi diversifikasi produk dengan mengolah tahu putih menjadi keripik tahu aneka rasa. Inovasi tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperpanjang masa simpan agar produk dapat dipasarkan secara lebih luas.

“Produk tahu basah memiliki keterbatasan karena mudah mengalami penurunan kualitas dalam waktu singkat. Melalui proses diversifikasi dan pengemasan menggunakan metode sealer, produk olahan tahu dapat memiliki daya simpan lebih lama sekitar 2–4 minggu sehingga lebih memungkinkan untuk dipasarkan ke luar daerah,” jelas Ni Wayan.

Selain pengembangan produk, Tim PkM UIGM juga memberikan dukungan melalui penerapan teknologi produksi dengan menghadirkan beberapa peralatan pendukung, seperti mesin penyaring bubur kedelai otomatis bertenaga dinamo, kompor seribu mata, wajan produksi berkapasitas besar, serta mesin spinner peniris minyak. Bantuan peralatan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menjaga kualitas produk keripik tahu yang dihasilkan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terstruktur melalui lima tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan intensif, dan evaluasi program. Tim PkM yang terdiri dari Ni Wayan Priscila Yuni Praditya, S.SI., M.Eng., Hendra Di Kesuma, M.Kom., Reny Aziatul Pebriani, S.E., M.Si., serta mahasiswa Serli Angraini dan Ratih, memberikan pendampingan secara bertahap mulai dari proses produksi hingga strategi pengembangan usaha.

Pada tahap pelatihan, mitra diberikan pemahaman mengenai manajemen usaha, penyusunan Harga Pokok Penjualan (HPP), pembukuan keuangan sederhana, serta penguatan identitas produk melalui pembuatan logo dan desain kemasan yang lebih menarik. Tim juga mendampingi mitra dalam pemanfaatan teknologi digital melalui pembukaan lapak pemasaran pada marketplace Shopee dan Tokopedia, serta promosi melalui media sosial Instagram dan TikTok.

Selain peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran, aspek legalitas usaha juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Tim PkM UIGM membantu mitra dalam proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta persiapan pra-sertifikasi halal sebagai upaya meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas peluang pemasaran produk.

Melalui kegiatan pemberdayaan ini, UMKM Tahu Pak Pur diharapkan mampu berkembang menjadi usaha pangan lokal yang lebih inovatif, mandiri, dan memiliki daya saing di era digital. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal dan penerapan teknologi tepat guna.

Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Tim PkM UIGM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi KEMDIKBUDRISTEK, serta BIMA atas dukungan pendanaan program tahun anggaran 2026. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada LPPM Universitas Indo Global Mandiri Palembang, Pemerintah Desa Mukti Jaya, serta masyarakat mitra yang telah berkolaborasi dan memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan ini, sehingga program pemberdayaan UMKM berbasis pangan lokal dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi pengembangan usaha mitra.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *