HeadlineMuaraenimSUMSEL

Mantan Bupati Muara Enim Dua Periode, H. Muzakir Saisohar Tutup Usia di Palembang

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Muara Enim. Ir. H. Muzakir Saisohar, mantan Bupati Muara Enim dua periode (2008–2014 dan 2014–2018), wafat pada Selasa (2/9/2025) di kediamannya di kawasan Kemang Manis Bukit, Palembang. Almarhum sempat menjalani perawatan di RS Siti Khodijah dan RSMH Palembang sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Pria kelahiran 17 September 1956 itu dikenal masyarakat dengan sapaan akrab “Cakok”, sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat, dermawan, dan selalu siap membantu siapa saja yang membutuhkan. Muzakir wafat dalam usia 69 tahun.

Sebelum menjadi Bupati, almarhum aktif di dunia politik sejak 1999 sebagai anggota DPRD Muara Enim dan sempat menjabat Wakil Ketua DPRD periode 2004–2008. Karier politiknya melejit setelah berpasangan dengan Kalamudin Djinab dalam Pilkada langsung pertama di Muara Enim tahun 2008. Keduanya berhasil memenangi kontestasi. Namun, ketika Kalamudin wafat, sisa masa jabatan dilanjutkan oleh Muzakir hingga 2014. Kemudian, pada Pilkada 2014, ia kembali mendapat amanah rakyat untuk periode kedua bersama Nurul Aman.

Selain sebagai kepala daerah, almarhum juga dikenal sebagai tokoh organisasi. Ia pernah menjabat Ketua DPD Golkar Kabupaten Muara Enim, Ketua FKPPI Sumsel, dan aktif membina berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan. Kontribusinya dalam pembangunan ratusan masjid di Bumi Serasan Sekundang menjadi salah satu kenangan yang terus diingat masyarakat.

Di masa kepemimpinannya, banyak karya monumental lahir, di antaranya pembangunan Taman Adipura yang kini menjadi ruang publik kebanggaan warga Muara Enim, pembangunan stadion Sekundang Bara, kolam renang, serta menjadikan kawasan Semende Raya sebagai sentra sayur mayur yang membuat petani lebih mandiri.

Hubungan almarhum dengan kalangan wartawan juga sangat erat. Bahkan, ia dikenal sebagai bupati yang peduli terhadap dunia pers, pernah membantu mobil operasional PWI Muara Enim serta memberangkatkan sejumlah jurnalis untuk menunaikan ibadah umroh. Kini, Muara Enim kehilangan sosok pemimpin yang bersahaja dan penuh dedikasi.
Selamat jalan Muzakir Saisohar Rahimahullah, semoga Allah memberikan ampunan atas segala dosanya dan diterima semua amal ibadahnya,dan dijauhkan dari azab kubur dan azab Jahanam dan dimasukkan ke dalam surganya Allah.aamiin. (adb)

Keterangan foto: IST – Almarhum semasa hidup berfose bersama, Nurul Hudi (kiri) wartawan di wilayah Muaraenim.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *