PKm Mahasiswa Psikologi UKMC Pada Anak-anak Sekolah Minggu di Gereja Sanfrades Palembang
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berjudul “Pengabdian Masya rakat dengan Penerapan Psikologi tentang Bermain pada Anak-anak Sekolah Minggu di Gereja Santo Fransiscus de Sales Palembang” oleh mahasiswa psikologi Universitas Katolik Musi Charitas Palembang ( UKMC) dilaksanakan di Gereja Santo Fransiscus de Sales Palembang pada minggu yang lalu oleh dua kelompok yaitu Kelompok 1 Vincentius Ryan Dwi Prasetyo, Pasya Riyanti , Michelyn Carlicia, Gregory Tiensiddo Kristi, Yohan . Rebekka Panggabean dan kelompok 2 yaitu Angelina Aryani Putri, Evellin Valensia, Irse Marsella, Malvin Yan, Nobertinee Avramhani dengan dosen pendamping Theresia Widyastuti, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Kegiatan difasilitasi oleh Gereja Santo Fransiscus de Sales, Romo dan Suster, orang tua, pendamping sekolah minggu, serta tim pengabdian.
Vincentius mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam Sekolah Minggu ini untuk anak yang berusia 2 – 9 tahun biassanya membaca dan mendengarkan Sabda Tuhan, bernyanyi dan bergoyang bersama, serta bermain dan berdinamika bersama agar menciptakan kebersamaan antar anak-anak yang hadir. Melalui kegiatan bermain yang interaktif dan menyenangkan, diharapkan anak-anak dapat semakin termotivasi untuk membangun dan membina iman dalam kehidupan menggereja, serta anak mampu mengelola kemampuan berinteraksi sosial dengan baik.
Theresia Widyastuti selaku dosen pendamping menjelaskan bahwa melalui pendekatan psikologi bermain, di mana anak akan diajak untuk berdinamika bersama dengan permainan yang akan membantu melatih aspek-aspek kognitif, motorik dan juga asspek sosio-emosional anak. Berbeda dari pendekatan edukasi konvensional, program ini mengutamakan pengalaman langsung melalui aktivitas yang menyenangkan dan interaktif, sehingga anak-anak dapat berdinamika sosial bersama. Melalui permainan, mereka dapat mengeksplorasi kemampuan mereka dalam pemecahan masalah, mengasah empati, serta melatih kerja sama antar anak-anak
RP.Yoseph Sutrisno Amirullah, SCJ pastor paroki St Fransiskus de Sales mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, anak-anak usia 2–9 tahun dapat berpartisipasi aktif dalam aktivitas yang menyenangkan sekaligus mendidik, yang membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, dan sosio-emosional. Anak-anak sekolah minggu tidak hanya terlihat lebih ceria dan aktif, tetapi juga mampu bekerja sama, mengekspresikan emosi, serta berinteraksi secara positif dengan lingkungan sebayanya yang menunjukkan bahwa kegiatan ini membawa dampak positif dan memberi warna baru dalam proses pembinaan iman anak. Dengan demikian, pendekatan psikologi bermain menjadi salah satu solusi alternatif yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan anak-anak, terutama dalam konteks pendidikan informal seperti Sekolah Minggu ini.(*)





