PKL Integratif dan PkM Kolaboratif Dosen dan Mahasiswa FKIP UM Palembang Program Studi Pendidikan Biologi Strata 1 “Sungsang Bersih dan Produktif”
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Dosen dan Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan melaksanakan penyuluhan dan Pendampingan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Sampah Plastik, serta Budidaya Lahan Terbatas Berbasis Ekologi Perairan Pasang Surut di Gedung serba guna dan kawasan permukiman/perairan Desa Sungsang III dan Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis 16 Juli 2026. Kegiatan PkM ini diintegrasikan dengan agenda akademik berupa PKL (Praktik Kerja Lapangan) pada Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan. Kegiatan PKL ini sebagai wujud konkret implementasi kurikulum akademik yang termuat dalam regulasi akademik Prodi Pendidikan Biologi FKIP UM Palembang.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain wakil dari aparat Kepala Desa Sungsang IV Romi Adi Candra dengan jajarannya. Hadir pada kegiatan tersebut Sekretaris Desa Nikita Sandra dan Ketua RT. 10 Dusun Sungsang IV Ibu Marwiyah, unsur masyarakat, penduduk lokal yang merupakan peserta penyuluhan, dalam kegiatan peserta PkM didominasi oleh kaum perempuan. Komunitas masyarakat perempuan saat ini merupakan lokus dan target pendekatan yang strategis untuk membangun karakter keluarga yang sehat jiwa raga dan mental.

Teks foto: Tim saat melakukan observasi (survey)
Kegiatan dengan mengusung judul besar yaitu “SUNGSANG Bersih dan Produktif” dengan tema khusus “Penyuluhan dan Penguatan Literasi Sampah, Sanitasi, Pengelolaan Rumah Tangga, Sampah Plastik, dan Budidaya Lahan Terbatas Berbasis Ekologi Perairan Pasang Surut” dilaksanakan dengan metode Penyuluhan, Diskusi Partisipatif, Pendampingan, Demonstrasi Praktik, Observasi Sosial-Ekonomi_Budaya dan Ekologis, dan Evaluasi Pemahaman Masyarakat dengan focus materi pada pengelolaan sampah rumah tangga, assesment dan analisis kondisi wilayah, pengelolaan sampah plastik, pengolahan organik yang paling mungkin dilakukan pada wilayah pasang surut, dan budidaya pada lahan terbatas. Kegiatan PkM ini direncanakan dan didesain akan menjadi program PkM yang berkelanjutan. Menurut Ketua Tim PkM, ke depannya di Kawasan Pesisir Pasang Surut khususnya Sungsang akan diproyeksikan menjadi Model Kawasan Binaan dan Model Conservation Area untuk kegiatan Catur Dharma Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMPalembang. Beberapa argumentasi strategis yang mendukung program Desa Model Binaan ini, antaranya: banyak alumni Prodi Biologi yang berasal dari daerah perairan dan banyak yang berhasil mengabdi di Kawasan perairan Sungsang dan wilayah Banyuasin lainnya. Beberapa kegiatan akademik dan ilmiah dosen dosen, mahasiswa dan praktisi kampus banyak dilakukan di kawasan ini, antaranya: penelitian, studi dan kajian ilmiah, pengabdian dan kegiatan tridharma lainnya.

Tim dosen FKIP UM Palembang khususnya Dosen-dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang bersama mahasiswa peserta Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan yang terdiri dari Ketua Tim PkM Dr. Yetty Hastiana, M.Si. dengan anggota Tim adalah: Drs. Nizkon,M.Si, Ade Kartika, M.Si., Dr (Cand) Sulton Nawawi, M.Pd,, Dra. Aseptianova, M.Pd, serta Dra. Fatmah, M. Hum. Sementara dari Tim mahasiswa terdiri dari: Dhea Angeli, Mutia Aldina Arafah, Carisa Angelina Putri, Siti Amelia, Diah Purnama dan Desi Fadilah..

Pada kegiatan ini hadir juga mendampingi Tim PkM Prodi Pendidikan Biologi adalah Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UM Palembang, Dr (Cand) Sulton Nawawi, M.Pd., dan Sekretaris Prodi Pendidikan Biologi FKIP UM Palembang, Etty Nurmala, M.Pd., yang rencananya akan mendampingi tim PkM ini, namun ada agenda lain sehingga sekretaris prodi berhalangan mendampingi Tim PkM Prodi Biologi. Pada kesempatan ini Kaprodi Pendidikan Biologi menyampaikan beberapa pesan, antaranya: dengan status akreditasi Unggul, Prodi Biologi harus mampu menjawab tantangan dan strategi kebutuhan pengelolaan pendidikan tinggi di tingkat program studi. Pengembangan wawasan berfkir dan inovasi IPTEK merupakan suatu keharusan yang harus diterapkan oleh ekosistem masyarakat perguruan tinggi khususnya Dosen dan Mahasiswa sercara profesional dan bertanggung jawab. Komponen perguruan tinggi dalam hal ini dosen dan mahasiswa prodi harus mampu berkiprah, mengelaborasi dan mendiseminasi kepakaran dan ilmunya bagi masyarakat. Melalui PkM ini, diharapkan Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMPalembang mampu berbuat dan mengambil peran secara adaptif, solutif dan komprehensif dalam masyarakat.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kolaboratif bertema “Sungsang Bersih dan Produktif” telah dilaksanakan di Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang menghubungkan pembelajaran lapangan mahasiswa, kepakaran dosen, dan kebutuhan masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan lingkungan perairan pasang surut.

Sungsang IV merupakan kawasan pesisir dan perairan pasang surut yang memiliki hubungan erat dengan DAS Banyuasin, muara, ekosistem mangrove, aktivitas perikanan, dan kehidupan permukiman masyarakat. Karakter wilayah yang berair menyebabkan persoalan sampah rumah tangga tidak dapat dipandang sama dengan wilayah daratan. Sampah yang tidak dipilah berpotensi terbawa arus pasang surut, masuk ke kolong rumah, saluran, tepian sungai, dan vegetasi mangrove. Kondisi tersebut berdampak pada estetika kampung, sanitasi, kesehatan keluarga, serta keberlanjutan sumber daya perikanan.

Adapun materi utama kegiatan meliputi pengelolaan sampah rumah tangga secara benar, pengelolaan sampah plastik, pemilahan sampah dari sumber, pengelolaan sampah organik dengan wadah tertutup, dan budidaya lahan terbatas menggunakan wadah sederhana atau botol plastik bekas. Peserta kegiatan didominasi kaum perempuan karena sebagian besar laki-laki pada siang hari melaut sebagai nelayan. Kondisi ini menjadikan perempuan sebagai aktor penting dalam pengelolaan lingkungan rumah tangga, khususnya pemilahan sampah, pengendalian sisa dapur, dan pembiasaan hidup bersih.

Secara umum, kegiatan berjalan sesuai tujuan. Aparat desa dan unsur masyarakat memberikan respons positif, terutama karena materi yang disampaikan bersifat sederhana, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan langsung dapat dipraktikkan. Laporan ini menegaskan bahwa keberhasilan awal PkM terletak pada keterlaksanaan kegiatan, terbukanya dialog kampus-masyarakat, tersedianya instrumen evaluasi, dan munculnya kesadaran bahwa masalah sampah perairan harus dicegah sejak dari rumah. Namun, dampak jangka menengah tetap memerlukan pendampingan lanjutan, pembentukan kader lingkungan, titik kumpul plastik, dan model monitoring rumah tangga.

Selain kegiatan di gedung, tim juga melakukan dokumentasi dan pengamatan lapangan pada kawasan perairan, dermaga, lingkungan permukiman, dan kawasan mangrove/ekowisata. Observasi lapangan memperkuat konteks laporan karena materi PkM tidak berdiri sebagai teori, tetapi berhubungan langsung dengan kondisi desa perairan. (*)









