Pengabdian FISIP UNSRI Dorong Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga lewat JUMTELA (Jumputan Kenten Laut)
Banyuasin,MEDIASRIWIJAYA- Tim pengabdian dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya berupaya mendorong pemberdayaan kesejahteraan keluarga sekaligus mempertahankan kearifan lokal wastra lewat pemderdayaan Jumputan Kenten Laut (Jumtela) di desa Kenten Laut Kabupaten Banyuasin jumat (27/9/2024).

“Kegiatan pengabdian ini diwujudkan dalam bentuk pendampingan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga “Jumtela” bersama dengan fasilitator dan perangkat desa ,”Ungkap ketua tim Pengabdian Dian Anggraini di sela acara.
Tim Pengabdian ini terdiri dari tiga dosen Fisip Unsri yaitu Dian Anggraini S.IP., M.Si. dari Program studi Administrasi Publik sebagai ketua pengabdian, dan dua anggota Maudy Noor Fadhlia, S.H.Int., M.A. dan Muh Bersama Nizar Sohyb, S.IP., M.A. yang dari Prodi Hubungan Internasional FISIP Universitas Sriwijaya.

Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan pre-test kegiatan yang melibatkan 20 orang peserta dari tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Kenten Laut Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Pre test tersebut bertujuan untuk mengukur pemahaman peserta yaitu para ibu rumah tangga tentang jumputan dan kearifan lokal di era globalisasi. Hasil Pre-test menunjukan bahwa sebagian peserta sudah ada pemahaman sedikit mengenai kearifan lokal di era globalisasi sekitar 65%, sementara untuk 35% masih kurang mengerti apa itu kearifan lokal di era globalisasi.
Kemudian kegiatan ini dilanjutkan dengan pelatihan. Para peserta diajak untuk mempelajari motif dan pola Jumputan Kenten Laut. Hal ini meliputi tahapan pembuatan pola yang kemudian dilanjutkan dengan proses pewarnaan. Setalah itu Jumputan kain direbus dengan air mendidih lalu dikeringkan dibawah sinar matahari. Pelatihan ini kemudian diaharapkan untuk meingkatkan kemampuan peserta dalam proses produksi Jumputan Kenten Laut.
Diakhir kegiatan ini di lakukan post-test kepada seluruh peserta. Hasil post-test menunjukan adanya peningkatan pengetahuan mengenai jumputan dan kearifan lokal di era globalisasi. Jika sebelumnya pengetahuan peserta hanya pada 65%, setelah kegiatan dilaksanakan jumlah persantase pengetahuan peserta meningkat menjadi 90%.
Dian menjelaskan dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan para peserta mampu mengembangkan dan mempertahankan warisan budaya lokal agar dapat bersaing dalam pasar bebas. Sebagaimana diketahui ada begitu banyak produk asing yang telah masuk ke Indonesia, hal ini kemudian mengancam keberadaan industri tekstil lokal.
Kegiatan ini pun bertujuan untuk menambah pengetahuan serta wawasan peserta mengenai pengembangan industri tekstil lokal dengan memanfaatkan bonus demografi dan menyerap tenaga kerja di sekitar desa Kenten Laut.
“Kedepannya kami harapkan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat bisa secara kontekstual menjawab kebutuhan Masyarakat desa, terutama dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan,”pungkasnya





