google-site-verification: google09076e6a44bdb237.html YIM Gelar Sosialisasi Triad KKR Gandeng Siswa SLTP dan DPPA Kota Palembang – Mediasriwijaya
HeadlineNasionalPalembangPendidikanSUMSEL

YIM Gelar Sosialisasi Triad KKR Gandeng Siswa SLTP dan DPPA Kota Palembang

Teks foto: Ketua Yayasan Intan Maharani, Drs. Syahri, M.Si saat sambutan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA — Lebih dari 70 siswa dari 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Palembang mengikuti kegiatan Diskusi Interaktif Sosialisasi Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR) yang mencakup materi mengenai NAPZA, Seksualitas, dan HIV/AIDS. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Intan Maharani (YIM) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Palembang. Acara berlangsung di Aula Universitas Taman Siswa Palembang, Senin (8/12).

Teks foto: Kepala DPPA Kota Palembang, Ir Dewi Isnaini MSi saat sambutan.

Ketua Yayasan Intan Maharani, Drs. Syahri, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan Swakelola III yang telah dirancang sejak beberapa waktu lalu. YIM menggandeng perguruan tinggi sebagai ruang edukasi bagi pelajar, dan Universitas Taman Siswa menyambut baik inisiatif tersebut hingga dapat memfasilitasi kegiatan ini. “Sosialisasi ini diikuti oleh siswa/i tingkat SMP dari 15 sekolah di Kota Palembang, masing-masing mengirimkan lima siswa dan satu guru pendamping. Para peserta mendapatkan pengenalan mengenai deteksi dini penyalahgunaan Napza, literasi seksualitas sehat, serta pemahaman dasar mengenai pencegahan HIV/AIDS. Tujuan utamanya adalah melindungi anak-anak kita melalui edukasi yang benar sesuai tupoksi Dinas PPPA, terutama melihat maraknya kasus penyalahgunaan gadget yang turut menjadi pintu masuk informasi negatif seperti pornografi maupun aktivitas berisiko lainnya,” jelas Syahri seraya menambahkan bahwa diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing, menyebarkan informasi yang benar dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi remaja di Kota Palembang.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas PPPA Kota Palembang, Ir. Dewi Isnaini, M.Si, yang menyampaikan apresiasi atas kerjasama antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil dalam memberikan edukasi kepada remaja. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat berlanjut sebagai program berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. “Ini menjadi pilot project yang sangat baik bagi Palembang bahkan Indonesia. Kami mendukung penuh dan berharap kolaborasi seperti ini bisa terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak organisasi masyarakat,” ujar Dewi.

Perwakilan dari kampus Universitas Taman Siswa, Wakil Rektor II mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat memberikan edukasi kepada pelajar tingkat SLTP di kota Palembang sejalan juga dengan mutu kampus Taman Siswa Kampus Berbudaya Kebangsaan.

Dalam sesi pemaparan, Kurnia Aini S.Kep., Ners., M.Kes, dari Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Sumsel, menegaskan pentingnya deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah dan keluarga. Ia menjelaskan bahwa berbagai pihak memiliki peran strategis dalam pencegahan Napza.

* BNN mendorong program skrining termasuk Program SALAM.

* Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan dan skrining di fasilitas layanan kesehatan.

* Lembaga pendidikan wajib melaksanakan pemantauan dan sosialisasi berkala.

* Perusahaan dan instansi turut menerapkan tes urin sebagai langkah antisipasi.

Menurutnya, deteksi dini memiliki tiga tujuan utama: Pencegahan, agar penyalahgunaan dapat dihentikan sejak muncul gejala awal. Menciptakan lingkungan bersih, bebas Napza di sekolah dan tempat kerja. Intervensi dini, untuk memberikan akses konseling apabila ditemukan tanda ketergantungan.

Kurnia juga memaparkan fenomena kecanduan gadget yang kini menjadi masalah serius di kalangan remaja. Ia menjelaskan *lima gejala utama* yang perlu diwaspadai:

  1. Selalu memikirkan gadget, membuat fokus dan pembicaraan didominasi aktivitas online.
  2. Kehilangan minat pada aktivitas lain, termasuk bolos sekolah atau menghindari kegiatan sosial.
  3. Tidak mampu mengontrol penggunaan gadget, bahkan menunjukkan agresi saat dibatasi.
  4. Menganggap gadget sebagai pelarian emosi, menjadikan aktivitas online sebagai penghibur utama.
  5. Gangguan bersosialisasi, karena terlalu terpaku pada gawai dan menjauh dari interaksi nyata.

Kurnia menekankan bahwa pemahaman ini penting agar orang tua, guru, dan siswa dapat melakukan pencegahan sebelum kecanduan berkembang menjadi masalah mental dan perilaku yang lebih berat.

Sesi berikutnya dibawakan oleh Kartika Rosalia, S.Pd dari YIM, yang menekankan pentingnya edukasi pubertas, perilaku hidup sehat, serta perlindungan diri di usia remaja. Ia mengajak siswa berdiskusi interaktif mengenai perkembangan tubuh, pergaulan sehat, dan risiko penyalahgunaan Napza serta seks berisiko.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi tanya jawab, terutama mengenai bagaimana mengenali tekanan pergaulan, pentingnya menjaga batasan dalam hubungan, serta langkah-langkah pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan penularan penyakit menular seksual.

Sebagai penutup acara, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan Intan Maharani dan Universitas Taman Siswa. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi edukasi dan pengembangan program-program pemberdayaan remaja di Kota Palembang.Kolaborasi Yayasan Intan Maharani dan Dinas PPPA Dorong Literasi dan Perlindungan Anak. (iah)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *