google-site-verification: google09076e6a44bdb237.html Soroti Peran PSN sebagai Upaya Mendorong Investasi Jangka Panjang di Sumsel,  Bisnis Indonesia Gelar BIG Conference 2025 – Mediasriwijaya
EkonomiHeadlineNasionalPalembangSUMSEL

Soroti Peran PSN sebagai Upaya Mendorong Investasi Jangka Panjang di Sumsel,  Bisnis Indonesia Gelar BIG Conference 2025

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Secara serentak seluruh Indonesia, Bisnis Indonesia menggelar Group Conference 2025 yang resmi dibuka Wakil Presiden RI Gibran Rakabumi, Senin (8/12).

Wapres mengapresiasi apa yang digelar Bisnis Indonesia. “Konsistensi apa yang dilakukan Bisnis Indonesia kita apresiasi. Sebagai media ekonomi yang selama ini terus membangun optimisme masyarakat Indonesia dan menyuarakan aspirasi pelaku ekonomi di Indonesia. Acara ini bisa jadi wadah untuk bersinergi dan kolaborasi untuk menghasilkan pemikiran dan langkah strategis yang dapat bermanfaat untuk kemajuan bangsa. Semoga Indonesia Emas bisa kita raih bersama,” ujarnya.

Bisnis Indonesia Group Conference (BIG) 2025 adalah bagian transformasi yang digelar rutin Bisnis Indonesia. Sebuah forum strategis yang membahas proyek perekonomian pada 2026.

Khusus di Sumsel, Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Sumbagsel, Herdiyan dalam sambutan singkat mengatakan kegiatan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, khusus di Sumsel diusung dengan tema “Peran Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Mendorong Investasi Jangka Panjang di Sumatera Selatan”. Acara ini akan menghadirkan wawasan mendalam mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi pelaku ekonomi, sekaligus mengevaluasi perkembangan ekonomi sepanjang tahun 2025. Kita hadirkan dua narasumber di antaranya Hari Wibawa, Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan Bappeda Provinsi Sumsel, serta  Sukanto, Pengamat Ekonomi dari Universitas Sriwijaya,” ujar Herdiyan yang pada kesempatan ini menjadi moderator.

BIG Conference  2025 disebutkan Herdiyan dengan tema Peran PSN sebagai Upaya Mendorong Investasi Jangan Panjang di Sumsel, diharapkan bisa mendapatkan masukan pemikiran, ide, saran ataupun kritikan. Disebutkannya, para narasumber diharapkan bisa memberikan pencerahan. “Kita ingin melihat focus pemerintah di PSN 2025 ini seperti apa dan khusus di Sumsel bagaimana. Sumsel sebagai lumbung energi dan komoditas unggulan. Melalui berbagai PSN yang ada di Sumsel diharapkan mampu menjadi pelopor penggerak pertumbuhan ekonomi. Sumsel yang mempunyai kans berpeluang untuk mengembangkan berbagai hal,” tambahnya.

Hari Wibawa, Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan Bappeda Provinsi Sumsel dalam paparannya menyebutkan bahwa PSN bagaimana tantangan dan manfaat ke depan. “Kondisi ekonomi di Sumsel yang terbilang baik bahkan tertinggi nomor dua di Sumatera. Kesiapan ekonomi dan situasi ekonomi riil menunjukkan secara keseluruhan kondisi ekonomi di sini,” kata Hari yang secara Panjang lebar menjelaskan kondisi ekonomi Sumsel. “PSN adalah sebuah proyek besar yang akan berperan dalam membangun dan menunjang perekonomian serta mengubah landcape di Sumsel,” katanya.

Sementara itu, Sukanto, Pengamat Ekonomi dari Universitas Sriwijaya dalam hal ini menyampaikan banyak hal terkait kondisi ekonomi di Sumsel. Menurutnya, Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sumsel adalah bagian dari cita-cita Presiden Prabowo dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sumsel, satu-satunya provinsi yang ditargetkan pertumbuhan 8 persen (secara nasional) sehingga peran PSN sangat berhubungan.

Sesi tanya jawab, terungkap beberapa hal seperti keberlangsungan beberapa PSN seperti pembangunan jalan tol, bendungan irigasi, proyek 3 juta rumah, serta terkait multi efek keberlangsungan PSN di Sumsel.

Adapun pihak yang dilibatkan dalam acara ini antara lain Bappeda Sumsel, Bapenda Sumsel,  Dinas ESDM, DPMPTSP, Badan Pusat Statistik Sumsel, PT Pusri, PT Semen Baturaja, PT Pertamina MOR, PT Ulima Nitra,  PT Pertamina RU, PT PLN SJ2B,  IDX Sumsel (Bursa Efek), PT Waskita Karya, PT Ginting Jaya Energi, IESR, DJP, DJPB, PGN, GAPKI, SKK Migas, Dinas Ketahanan Pangan Prov Sumsel, Bank Indonesia, OJK, PT Hutama Karya, Karantina Sumsel, serta media massa. (saf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *