Wong Sumsel Jabat Ketua Presidium ISKA Nasional

DENPASAR, MEDIASRIWIJAYA – Hasil Munas Ikatan Sarjana Cendekiawan Katolik Indonesia yang berlangsung di Denpasar Bali (26-29/5) menghasilkan keputusan dengan terpilihnya Luky A.Purnomo Yusgiantoro, B.Sc.M.Sc. Ph.d sebagai Ketua Presidium ISKA Pusat . Luky menggantikan Hargo Mandiraharjo yang sebetulnya terpilih kembali secara aklamasi, namun karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan selanjutnya Hargo Mandiraharjo menyerahkan kepemimpinan ISKA Periode 2022-2026 kepada Luky A.Purnomo Yusgiantoro. Luky merupakan putra dari mantan Menteri ESDM 2000-2009. Saat Purnomo Yusgiantoro bertugas di Pertamina Prabumulih, Luky kecil bersekolah di TK dan SD kompleks Pertamina Prabumulih Sumatera Selatan. Saat ini Luky sebagai Dewan Pengurus The Purnomo Yusgiantoro Center dan banyak jabatan lain seperti manajemen projek fasilitas pemeliharaan SKK Migas dll.

Keterangan foto: Luky A.Purnomo Yusgiantoro, B.Sc.M.Sc. Ph.d (kanan)

Acara rangkaian Munas ISKA dan Dies Natalis ISKA ke-64 dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy digelar di Hotel Ina Bali Denpasar, Kamis malam (26/5). Munas ISKA kali ini diikuti oleh para pengurus mulai dari pusat, antara lain Ketua Presidium Pusat (PP) ISKA, V. Hargo Mandirahardjo, bersama Sekjen Joanes Joko, para Pembina, Penasihat, ISKA provinsi, dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pengurus DPC ISKA Palembang yang berangkat mengikuti Munas tersebut adalah Dr Heri Setiawan ST,.M.T (Ketua), Drs Ig Winarno, M.Si, Yoseph Handoko,ST.,M.T dan A.Daris Awalistyo,S.Pd.

ISKA sebagai wadah organisasi sarjana cendekiawan Katolik Indonesia berproses dalam Musyawarah Nasional (Munas), Melalui tema “Menjunjung Martabat Kemanusiaan dan Kesetaraan “ para sarjana katolik yang berasal dari berbagai provinsi di seluruh wilayah Republik Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) mewujudkan dinamika organisasi berbentuk pengambilan keputusan-keputusan organisasi menyangkut Anggaran Dasar- Anggaran Rumah Tangga , konsolidasi organisasi strategi dan kebijakan serta program organisasi.

Selain Menko PMK, turut hadir dalam pembukaan tersebut antara lain Uskup Denpasar Mgr. DR Silvester San, Pr, Gubernur Bali yang diwakili oleh Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, para ketua dan pengurus Organisasi Masyarakat (Ormas), Kepemudaan, dan organisasi profesi lintas agama di Indonesia. Dalam arahannya, Muhadjir Effendy menegaskan bahwa ISKA Indonesia saat ini telah memasuki usia 64 tahun. Ini adalah usia yang matang untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara. Ia mengaku bahwa ISKA Indonesia dengan nilai kristianitasnya, intelektualitasnya, profesionalitasnya, serta integritasnya, sudah sangat berjasa bagi bangsa dan negara. “Kontribusi ISKA sudah lebih dari cukup. Sebab ISKA sudah tampil sebagai kekuatan intelektual Indonesia, mewarnai masa depan Indonesia namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai gerejawi dan berpijak pada azas kebangsaan Indonesia,” kata Muhajir.

Peran ISKA sangat dibutuhkan untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih manusiawi. Ia juga meminta agar ISKA ikut membangun SDM Indonesia seperti yang sudah diteladani para pendahulu. Sebab nilai kemanusiaan harus berada di atas segalanya. Nilai kemanusiaan, katanya, adalah puncak dari pandangan apa pun di dunia ini. Di Indonesia misalnya, selalu diwarnai oleh keberagaman faham dan agama. Mozaik perbedaan ini harus tunduk pada nilai kemanusiaan. ISKA diakuinya sudah menunjukkan peran yang besar dalam menjunjung kemanusian tersebut. Ia mencontohkan saat Indonesia dilanda Covid19. ISKA sangat berperan dalam memerangi Covid-19, mulai dari memberikan bantuan sosial di berbagai penjuru yang tidak dijangkau pemerintah hingga ikut menyukseskan program vaksinasi. “Banyak komunitas gereja yang terlibat secara aktif dalam program vaksinasi. Pemerintah sangat apresiasi. Semoga semua keputusan di Munas ISKA kali ini bisa membantu pemerintah untuk membangun bangsa dan negara,” ujar Muhajir Muhammad lebih lanjut.

Sementara  itu, Uskup Denpasar Mgr. DR. Silvester San, Pr mengapresiasi tema Munas yang diusung ISKA Indonesia kali ini yakni “Menjunjung Martabat Kemanusiaan dan Kesetaraan.” Melalui tema ini, kata Uskup San, ISKA diharapkan mampu memberi semangat dan inspirasi bangsa dan negara agar kemanusian di Indonesia semakin dijunjung tinggi. Sebab merendahkan martabat manusia itu sama dengan merendahkann Allah sebagai pencipta. Situasi Indonesia yang beragam, kata Uskup Denpasar itu, sangat berpotensi terhadap terjadinya peristiwa yang merendahkan martabat manusia. “ISKA harus tampil menjadi pejuang dan memberikan kesaksian dengan pelayanan yang penuh cinta kasih kepada semua anak bangsa agar martabat manusia selalu dijunjung tinggi,” ungkap Mgr Silvester San. (daris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.