Wabup Banyuasin Hadiri Vidcon Launching Gerakan Sumsel Mandiri Pangan
BANYUASIN, MEDIA SRIWIJAYA — Wakil Bupati Banyuasin H Slamet Somosentono SH didampingi Sekda Banyuasin Senen Har dan Wakil Ketua TP-PKK Banyuasin, mengikuti Launching Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (SMP) yang telah disosialisasikan secara merata di 17 kabupaten dan kota di Bumi Sriwijaya. Bersama Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru melalui Video Conference (Vidcon) di Lahat dan diikuti 16 Kabupaten/Kota, Secara Virtual dari Kampung Tangguh Covid-19 Banyuasin, Kamis (2/12).
Hadir dalam acara ini Anggota DPRD Banyuasin Sri Atun SP, Asisten I Hasmi, pimpinan Bank sumsel Babel Asraf Kurniawan, serta para kepala OPD, Camat, dan Lurah Kabupaten Banyuasin.
Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, program tersebut bertujuan meminimalisir terjadinya kerawanan pangan di wilayahnya. Bukan itu saja, dengan program itu juga ditargetkan dapat menekan angka kemiskinan dan meningkatkan perekonomian warganya.
Menurutnya, kemandirian pangan di Sumsel akan dimulai dari kemandirian pangan pada tingkat rumah tangga. Sebab, masyarakat mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi keluarga melalui pengembangan ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan dengan memanfaatkan sumber daya setempat secara berkelanjutan.“Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan sangat penting agar beban biaya hidup masyarakat dapat ditekan dan penghasilan dapat ditingkatkan. Dengan itu masyarakat dapat semakin sejahtera,” ujarnya.
Agar program itu dapat berhasil, Deru mengatakan, diperlukan dorongan gerakan menanam berbagai kebutuhan dasar secara mandiri. Hal tersebut dapat dicontohkan oleh pejabat publik dengan menanam kebutuhan seperti sayur, cabai, bawang, dan lainnya mulai dari pekarangan rumah.
Sementara, Wabup Banyuasin H Slamet Somosentono SH mengatakan, Gerakan Sumsel Mandiri Pangan sangatlah identik dengan maksud dan tujuan program petani bangkit baik gerakan tanam sayur, pengembangan perikanan rakyat, memelihara ternak unggas, pengembangan tanaman obat, rempah dan umbi, dan kepulauan buah. “Organisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam Gerakan SMP harus mampu berkoordinasi dan berkonsolidasi dengan baik dalam melaksanakan kegiatan lapangan dengan baik secara internal maupun eksternal,” tegasnya.
Dengan dilaunchingnya gerakan ini Pemkab Banyuasin harus siap untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan serta mempercepat pengentasan kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan, Khusunya di Kabupaten Banyuasin. “Program petani bangkit merupakan tugas besar dan pekerjaan utama kita bersama dan tidak boleh tertunda apalagi sampai terhenti pelaksanaannya,” tandasnya. (ydp)





