HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

UPGRIP Berikan Peluang Lulusan Ikuti PPG Semua Program Studi

Keterangan foto: Rektor UPGRIP saat memberikan sambutan.

* Yudisium ke 139  FKIP UPGRIP

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menjadi salah satu penyelenggara Program Profesi Guru (PPG). UPGRIP kembali dipercaya  bahkan untuk semua Program Studi yang ada di FKIP UPGRIP bisa mengikuti PPG. “Ini peluang bagi lulusan Strata1 FKIP UPGRI Palembang. Artinya para alumni tinggal mengikuti semua prosedur untuk dapat mengikuti ini. Tak perlu jauh-jauh karena di UPGRIP sudah siap penyelenggara PPG,” ujar Rektor UPGRIP, Dr. H. Bukman Lian, M.M.,M.Si, CIQaR saat sambutan pada Yudisium ke 139 FKIP UPGRIP Sesi III Semester Ganjil Tahun Akademik 2022/2023 di Aula H Aidil Fitri Syah lantai 5 Gedung Business and Science Centre UPGRIP, Rabu (25/1/2023).

Menurut Bukman, Ke depan tidak akan ada lagi pengangkatan guru tanpa mengikuti PPG. Tahun 2024 persyaratan pengangkatan guru sebagai ASN harus memiliki sertifikasi Profesional GR. “UPGRIP sudah mendapatkan kuota dari Kementerian Pendidikan RI untuk melaksanakan PPG semua program studi, hal  Ini adalah sebuah kepercayaan luar biasa sekaligus peluang bagi para lulusan S1 di FKIP UPGRIP. Silahkan ikuti prosedur.  Ini peluang luar biasa bagi kalian para lulusan,” tambah Bukman yang pada kesempatan ini berpesan kepada para peserta yudisium untuk selalu mengupdate diri dengan perkembangan terkini.

Keterangan foto: Ketua BPH PGRI Pada UPGRIP  diwakili oleh Sekretaris BPH PB  PGRI Pada UPGRIP, Drs. H. Surmanah, M.M saat sambutan.

Di tempat yang sama, Ketua BPH PGRI Pada UPGRIP  diwakili oleh Sekretaris BPH PB  PGRI Pada UPGRIP, Drs. H. Surmanah, M.M. mengatakan lulusan S1 FKIP UPGRIP sudah dibekali berbagai ilmu dan keterampilan selama menempuh kuliah selama lebih kurang 4.5 tahun, namun menurut Surmanah itu tidak cukup untuk menghadapi persaingan di era globalisasi saat ini. “Sertifikat PPG adalah sebuah keharusan karena ini peluang besar. Tuntutan dunia pendidikan sudah mengharuskan itu. Apalagi UPGRIP sudah dipercaya pemerintah sebagai penyelenggara PPG semua program studi. Ini menjadi sebuah peluang besar bagi lulusan FKIP untuk bergegas meraih kesempatan ini,” kata Surmanah yang pada kesempatan ini juga sempat berpesan kepada para peserta yudisium agar memiliki kompetensi. Selain itu, peserta yudisium harus membekali diri dengan motivasi diri untuk selalu maju dan mendapatkan pekerjaan yang baik sesuai dengan kemampuan. “Selamat dan sukses. Kurikulum Merdeka yang disusun Pemerintah sudah dipersiapkan untuk membentuk mahasiswa memiliki kemampuan. Kurikulum yang senantiasa disempurnakan pemerintah ini perlu dicermati sebagai upaya pemerintah dalam rangka mencerdaskan anak bangsa dalam hal ini para calon pendidik karena dari tangan mereka akan juga membentuk generasi bangsa berkualitas ke depannya. Tantangan baru bagi para alumni. Saudara harus banyak bersyukur karena sudah memiliki satu kelebihan dari yang lain yaitu kemampuan mengajar/mendidik. Meski seorang sarjana pendidikan tidak harus menjadi guru namun minimal saudara sudah memiliki kelebihan apalagi dengan ditambah sertifikasi PPG dan kompetensi lain. Selain itu untuk eksis dan dianggap benar-benar ada maka harus memiliki kompetensi dan kemampuan lebih,” tambahnya.

Keterangan foto: Dekan FKIP UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah,M.Pd saat sambutan.

Dekan FKIP UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah,M.Pd dalam sambutannya menyebutkan bahwa FKIP UPGRIP terbesar di  L2Dikti dengan jumlah alumni lebih dari 75 ribu. Menurutnya,  alumni FKIP UPGRI Palembang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. “Alumni sudah menyebar dan ini membuktikan bahwa FKIP UPGRIP sudah mendapat kepercayaan masyarakat.

Lanjutnya, Dessy mengatakan kualifikasi harus dimiliki para lulusan. “Terus meningkatkan kompetensi. Misalnya dengan ikut PPG,  harus memiliki wawasan dengan berliterasi baik literasi digital maupun literasi IT. Selanjutnya, kepribadian. Guru transfer ilmu mengajar dan mendidik. Mereka sudah punya nilai plus. Mengayomi . Kalau dikembangkan maksimal. Etika, jujur, sabar , kemampuan mendidik dalam mendidik,  Terakhir, berdoa. Usaha atau ikhtiar sudah dilakukan tinggal berdoa. Minta doa dengan orangtua, agar mendapat pekerjaan yang sesuai. Jika lulusan memiliki atau berpegang pada 4 poin ini maka insya Allah bisa membuka dunia ini,” kata Dessy. (iah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *