HeadlineNasionalPalembangPendidikanSUMSEL

UKMC Tetap Jaga Mutu dan Kualitas Standar Layanan: Gelar Wisuda Sarjana ke XVII Bertepatan Dies Natalis ke 9

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA –   Rektor UKMC Dr Antonius Singgih Setiawan mengatakan bahwa Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) di tengah persaingan dan era globalisasi saat ini tetap mengedepankan mutu dan kualitas. Bahkan untuk bisa tetap eksis, mempertahankan dan menjaga mutu serta kualitas standar layanan adalah hal yang mutlak. “Hari ini kami mewisuda 221 sarjana baru. Harapan kami alumni baru ini bisa menjadi bukti bahwa upaya pendidikan yang kami lakukan adalah bermutu dan berkualitas baik,” ujar Dr Singgih usai melaksanakan wisuda sarjana yang digelar, Selasa (17/10/2023).

Keterangan foto: Rektor UKMC

Wisuda XVII ini bertepatan dengan Dies Natalis ke – 9 pada perayaan syukur 17 Oktober 2023. Pada kesempatan ini dilakukan juga Orasi Ilmiah oleh Mangadar Situmorang, PhD. Rangkaian acara sebelumnya juga digelar Festival aneka. “Mengulang apa yang dikatakan oleh orator Pak Mangadar tadi, bahwa kualitas itu bagaimana lulusan mempunyai peran di masyarakat entah mempunyai pekerjaan di tempat kerja, atau menciptakan lapangan kerja. Lulusan yang baik adalah yang bisa berikan kompetensi dalam dunia pekerjaan mereka. Sejalan dengan harapan kami bahwa tiap lulusan miliki peran di masyarakat entah melalui pekerjaan atau aktivitas lain dan itu membawa nama UKMC,” tambah Dr Singgih.

Keterangan foto:Ketua Yayasan Musi Palembang

Dalam rangka meningkatkan mutu dan layanan, diakui Dr Singgih bahwa pihaknya menerapkan standar layanan bukan di level minimal namun capaian maksimal dan  bagaimana kami berupaya meningkatkan kualifikasi dosen untuk ke jenjang pendidikan. Kami juga mendorong setiap dosen berkarya lebih baik. Semakin banyak dosen yang melakukan Tridarma yang baik dan harapan tahun-tahun ke depan sudah membuahkan hasil,” kata Dr Singgih lagi.

Keterangan foto: Mangadar Situmorang, PhD.

Dalam wisuda UKMC hari ini Universitas Katolik Musi Charitas meluluskan Sarjana yang diharapkan bisa menjadi orang-orang yang berguna bagi keluarga, bangsa dan negara sebanyak 221 wisudawan. Dari 221 wisuda tersebut terdiri dari Fakultas Ilmu Kesehatan (103) 9 wisudawati dari DIII Kebidanan 19 wisudawan/ti dari DIV Teknologi Laboratorium Medis 30 wisudawan/ti dari S1 Ilmu Keperawatan 45 wisudawan/ti dari Profesi Ners Fakultas Sains dan Teknologi (23) 7 wisudawan/ti dari S1 Arsitektur 11 wisudawan/ti dari S1 Teknik Industri 2 wisudawan/ti dari S1 Informatika 3 wisudawan/ti dari S1 Sistem Informasi Fakultas Humaniora Dan Ilmu Pendidikan (64) 34 wisudawan/ti dari S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar 4 wisudawan/ti dari S1 Pendidikan Bahasa Inggris 26 wisudawan/ti dari S1 Psikologi Fakultas Bisnis dan Manajemen (31) 5 wisudawan/ti dari S1 Akuntansi 26 wisudawan/ti dari S1.

Dr Antonius Singgih Setiawan selaku Rektor UKMC pada sambutannya merasakan kebahagiaan bersama, hari ini 17 Oktober 2023, di mana Universitas Katolik Musi Charitas dapat menyelenggarakan Wisuda ke-17 bagi 221 wisudawan menjadi sarjana dan diploma baru serta tenaga profesional di bidang keperawatan. Kegiatan wisuda kali ini menjadi sangat istimewa, karena diselenggarakan secara bersamaan dengan Perayaan Puncak Dies Natalis ke-9 UKMC. Singgih  berpesan kepada wisudawan untuk selalu menjaga nama baik diri sendiri dan juga almamater. Tindakan, perilaku dan citra positif harus menjadi karakter yang mampu menjadi penanda dari hadirnya Anda sekalian di tengah-tengah komunitas dan masyarakat di mana pun Anda akan berada dan tinggal. Kita juga harus senantiasa menjaga tali silaturahmi.

untuk membangun kebersamaan dan kerjasama dengan banyak pihak. Hiduplah dalam keterbukaan dan kolaborasi secara positif kepada banyak pihak. Manfaatkan semua jejaring yang ada, khususnya jaringan alumni UKMC untuk untuk membangun kebersamaan dan kolaborasi positif.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Musi Palembang Romo Donatus Kusmartono SCJ, M.Sc. , menyambut para wisudawan, keluarga, dan fakultas di hari wisuda, di kampus kebanggaan saat ini. UKMC mempunyai mimpi untuk mewujudkan diri menjadi perguruan tinggi yang unggul di Sumatera Selatan. Tentu mimpi itu membutuhkan kerja keras, ketekunan, komitmen, keterlibatan dan juga kolaborasi dengan banyak pihak yang punya perhatian untuk membangun manusia, masyarakat, bangsa dan negara melalui pendidikan bagi generasi muda penerus bangsa. Semboyan “VERITAS ET SCIENTIA NOBIS LUMEN” Truth and Science, Our Life KEBENARAN DAN ILMU PENGETAHUAN, CAHAYA HIDUP KITA

Romo Donatus Kusmartono mengatakan bahwa para wisudawan merupakan kebanggaan dan menjadi kebahagiaan mereka yang mewakili orang-orang yang bangga atas pencapaian ini. Pengembangan diri dan proses ongoing formation tidak boleh berhenti. Dunia terus berkembang dan berubah, maka kita juga harus terus terbuka bagi perkembangan diri atau, jika diperlukan, juga adanya perubahan dalam beradaptasi dengan dunia ini. Kemampuan beradaptasi di tengah disrupsi dunia ini, di mana terjadi perubahan besar yang keluar dari tatanan yang lama dan menghasilkan sistem/tatanan baru merupakan, merupakan ketajaman membaca tanda-tanda zaman. Pribadi yang bermartabat, unggul, dan cintakasih merupakan marwah pendidikan di UKMC. “ Kami harapkan agar core values ini terus menjiwai para alumni. Berbekal pencapaian Diploma, Sarjana Terapan, Profesi, maupun Strata satu ini, saat Anda semua memasuki masa-masa produktif di dunia kerja, hendaknya kalian tidak “menjual” core values luhurmu itu. Pasti akan ada banyak tawaran yang sangat mungkin menggoyahkan martabat dirimu sebagai citra Allah; Anda perlu memegang integritas diri dengan ketat.” Kata Romo Kus.

Usai pelaksanaan wisuda, Romo ketika diwawancarai mengatakan pihak Yayasan saat ini memfokuskan pada SDM terutama peningkatan kualitas pendidikan mereka, “Karena itu penting. Kami untuk sekarang menyekolahkan program doktor untuk 24 dosen karena ini menjadi penting. Selanjutnya, fasilitas menjadi tanggung jawab kami supaya lebih baik lagi. Kami tetap ingin para wisudawan dan wisudawati tetap menjadi bagian dari UKMC kalau mereka itu alumni terkait dengan almamater karena almamater itu artinya ibu yang pernah menyusui sehingga supaya mereka ingat dengan almamater karena ingat dengan ibu yang pernah menyusui maka apa pun yang ia lakukan juga tetap akan ingat meskipun nanti di dunia kerja ataupun di masyarakat umum untuk nama almamater terus ditanyakan dan menjaga nama almamater,” tambahnya. (diah/gie)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *