HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

UKMC Jalin Kerjasama dengan SD Xaverius 4 dan SD Xaverius 5,  Persiapan Kurikulum Merdeka  

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Pendidikan menjadi ranah sentral untuk mengembangkan kemampuan peserta didik melalui serangkaian sistem berbentuk kurikulum. Kurikulum yang lagi viral saat ini adalah Kurikulum Merdeka yang diimplementasikan di tingkat pendidikan mulai dari tingkat SD hingga menengah atas. Kurikulum Merdeka ini merupakan sesuatu yang baru bagi para guru di tingkat sekolah dasar ujar Indriasari, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). “Salah satu bagian yang menjadi sorotan dalam Kurikulum Merdeka adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Modul Ajar, dan asesmen,” kata Indri.
Salah satu solusi praktis menghadapi sorotan dan berbagai tantangan dalam Kurikulum Merdeka yaitu melalui kerjasama yang berkesinambungan antara pihak Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC)  bersama pihak sekolah salah satunya adalah Yayasan Xaverius yang diwakili oleh SD Xaverius 04 dan SD Xaverius 05. Kegiatan PkM ini melibatkan beberapa dosen yaitu Dr. Lisnani, S.Pd., M.Pd., Tresiana Sari Diah Utami, M.Pd., Anastasia Sri Sukistini, M.M., Riyanto, S.S., M.A. dan 2 orang mahasiswa Program Studi PGSD yaitu Faontina Ririn Dwimaysita dan Yuliana Dian Lestari.
Dr. Lisnani, S.Pd., M.Pd., yang membahas materi tentang hakikat penilaian dalam pembelajaran. Pada materi ini, pemateri menyampaikan cara membuat modul ajar dan bentuk penilaian pada Kurikulum Merdeka. Di samping menyampaikan materi, narasumber juga berinteraksi dengan peserta melalui sesi Q & A (Question and Answer). Tak hanya itu, narasumber juga memberikan apresiasi bagi peserta yang aktif menjawab pertanyaan yang diberikan.
Sesi terakhir pun tak kalah menarik yang mengakomodir materi tentang Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan perencanaan penilaian yang dipaparkan oleh Tresiana Sari Diah Utami, M.Pd. Beberapa peserta memberikan masukan melalui angket kepuasan yang dibagikan oleh tim yaitu pelatihan seperti ini perlu dilakukan secara berkesinambungan dan tak hanya itu, kegiatan pelatihan yang diberikan juga bermanfaat dalam membuka wawasan peserta tentang penyusunan instrumen P5.  (darisawalistyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *