Tim Gabungan Jatanras Polda Amankan 38 Unit Motor dari Luar Sumsel, Diduga Hasil Kejahatan

PALEMBANG. MEDIASRIWIJAYA – Tim gabungan Unit 1 dan Unit 4 Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengamankan 38 unit kendaraan roda dua berbagai jenis asal  Pulau Jawa, diduga hasil tindak kejahatan, yang rencananya akan dikirim untuk warga masyarakat yang bekerja di perkebunan di Sumsel. Saat truk pengangkut melintas di Jalan Lintas Betung – Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel, Kamis (14/10)

Penangkapan ini berawal informasi warga masyarakat, kepada personit Subdit III Jatanras jika ada pengangkutan puluhan kendaraan R2 tanpa identitas asal luar Pulau Jawa, atas informasi tersebut Kasubdit III Jatanras Kompol CS Panjaitan langsung menurunkan tim Unit 1 dan Unit 4 Jatanras guna melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan 38 unit kendaraan R2 dan 9 Pelaku sebagai Penadah atau 480 KUHP.

“Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel, mengamankan 38 unit kendaran diduga berasal dari tindak kejahatan di daerah Jawa Barat dan Jakarta, penangkapan ini atas informasi warga masyarakat jika ada pengangkutan kendaraan yang diduga tanpa identitas yang jelas dan lengkat,” ungkap Wadir Reskrimum Polda Sumsel. AKBP Tulus Sinaga didampingi Kasubdit III Jatanras Kompol CS Panjaitan, Selasa (26/10).

Bukan hanya itu dari pengembangan, tim gabungan mengamankan sindikat penjualan motor lintas provinsi Jawa Barat – Sumsel ini sebanyak 9 pelaku diduga sebagai penadah dengan peranan seperti penyedia motor, mengangkut dan membeli serta penghubung, dimana 3  pelaku berasal dari Jawa Barat, seperti Herom alias Wak (50) warga Jalan Tegal Asem Desa Kertasari Kecamatan Regas Dengklok Kabupaten Kerawang Jabar. Hendri (35) warga Desa Sari Kecamatan Rengas Dengklok Kabupaten Kerawan Jabar dan Alamsyah (50) warga Jalan Rorojongkrang Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Jabar.

Sedangkan 6 pelaku asal Sumsel yaitu Ari Andika (31) berperan sebagai sopir warga Jalan Angkatan 66 Kelurahan Pipa Reza Kecamatan Kemuning Sumsel. Riki Ramadona (35) warga Jalan Nangka Lama Kelurahan Lubuk Linggau Utara III Kota Lubuk Linggau. Adlu Danu (33) warga Merpati Le;urahan Bandung Kanan Kota Lubuk Linggau. Sadar (47) bertugas sebagai sopir truk, warga Dusun Tugu Arum Kecamatan Madang Jaya Kabupaten OKU Timur. Dan sebagai pembeli adalah Dedi Kailani (46) warga Jalan Sudirman Kelurahan Jogoboyo Kecamatan Lubuk Linggau Utara III Linggau dan A Burhan (45) warga Jalan Thamrin Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuk Lingga Utara III Lubuk linggau.

Diduga 38 unit motor yang diamankan ini diduga hasil penarikan sepihak yang dilakukan dept collector  di kawasan Bekasi dan Cengkarang Jabar dan Jakarta, yang dijual bersama dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) diduga palsu. “Dari penindakan ternyata benar, kita menemukan 38 unit kendaraan yang tidak valid tidak ada kesesuai antara STNK dengan kendaraan. Dan STNK- nya pun diduga kuat bukan STNK terkini ini sudah lama, singkatnya kita sudah mengamankan sebanyak 9 orang dimana 6 berasal dari kita Palembang dan Lubuk Linggau dan 3 pelaku dari Jawa Barat,” jelas AKBP Tulus Sinaga.

“Mereka ini 480 – nya, peran mereka beragam ada yang tugas menampung di Lubuklinggau, ada yang bertugas memperjualbelikan kendaraan ke masyarakat, ada juga yang berperan sebagai pengangkut, ada yang menyiapkan, ada yang sebagai penghubung antara pemilik dengan pelaku,” terangnya.

Dijelaskan Wadir Reskrimum Polda Sumsel, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan asal kendaraan dan tujuan akhir dari kendaraan tersebut, mengingat kendaraan yang diamankan ini berasal dari Jakarta dan Jawa Barat dengan tujuan Lubuk Linggau Provinsi Sumsel, mengingat lokasi atau daerah yang dituju banyak perkebunan. “Kita masih melakukan pengembangan hasil penyelidikan kendaraan ini akan dibawa ke Lubuklinggau untuk diperjualbelikan dan dibawa ke kebun- kebun di sana,” ujarnya.

Untuk itu AKBP Tulus Sinaga Wadir Reskrimum Polda Sumsel, mengimbau bagi warga masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan motor, silakan datang ke Polda Sumsel khususnya Subdit III Jatanras dengan membawa dokumen sah, mengingat para pelaku ini merupakan sindikat. “Yang jelas, bagi yang merasa punya kendaraan silakan melapor ke sini. Dugaan kuat ini jaringan artinya pelaku ini saling berkesinambungan antara Lubuklinggau kemudian Jawa Barat, dan tempat lainnya. Jadi kalau saya sebut jaringan ini tidak berlebihan,” tegasnya.

Sementara itu, Herom alias Wak (50) warga Jalan Tegal Asem Desa Kertasati Kecamatan Regas Dengklok Kabupaten Kerawang Jabar mengaku dirinya bertugas sebagai penyedia kendaraan motor yang ditarik oleh dept collector untuk dibawa ke Lubuk Linggau atas pesanan Riki. “Motor berasal dari dept collector, kita kirim ke Bang Riki untuk dibawa ke Sumsel di perkebunan. Untuk satu motor dijual bervariasi seharga Rp  3,7 juta hingga Rp 3,5 juta. Kalau beli sama dept collector  seharga Rp 3 juta untungnya hanya sekitar Rp 400 ribu atau Gepek,” aku tersangka Herom.

Diakuinya juga jika pengiriman kendaraan motor tersebut dengan STNK tanpa BPKB, bukanlah yang bertama kali dilakukannya bersama teman -teman. “Sudah dua kali. Pertama itu ada 10 unit motor, kalau yang ke dua ini dihitung- hitung ada 38 unit motor. Motor berasal dari penarikan dept collector di Bekasi dan Cikarang. Untuk STNK-nya kalau soal asli atau tidak saya tidak tahu, saya langusng beli motor sudah ada STNK tanpa BPKB,” jelasnya. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *