Tak Didampingi Pengacara, Leo Batal Diperiksa Ditreskrimun Polda Sumsel

PALEMBANG. MEDIASRIWIJAYA,- Penyidik dari Unit 2 Subdit II Ditrektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menundah melakukan pemeriksaan terhadap narapidana mantan Ketua Kadin Kabupaten Pali sekaligus kontraktor, Leo Apriansayah Simatupang di Lapas Sekayu Musi Banyuasin, karena tidak didampingi pengacara.

Pemeriksaan Leo Apriansayah Simatupang, dalam kasus baru tentang ‘Proyek Fiktif’ sementara ‘fee’ pendanaan proyek sudah di bayar korban atas nama Randy Carando/Pelapor. Hal ini sudah tertuang dengan Bukti Laporan Polisi Nomor : LPB/1044/XII/2019/SPKT, tanggal 20 Desember 2019 lalu.

“Anggota kita melakukan pemeriksaan (Lapas Sekayu) terhadap Leo atas kasus 378. Tapi pemeriksaannya belum bisa dilakukan karena belum didampingi pengacara, padahal kita sudah siapkan pengacara dari sini dia gak mau, jadi dia menunjuk pengacara lain.” ungkap Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan, didampingi Wadir Reskrimum Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga. Di ruang kerjanya.Rabu (25/08).

Kasus ‘Proyek Fiktif’ yang ditangani penyidik unit 2 Subdit II Ditreskrimum Polda Sumsel pimpinan Kompol Suharno, akhirnya dinyatakan naik ke Tahap SIDIK. “kasus proyek fiktif, yang bersangkutan janji janji proyek dan iming iming tapi gak ada, pendanaan (fee) sudah dibayarkan tapi proyek gak dapat, itu dugaan. Dan kasusnya sudah naik menjadi SIDIK dan yang bersangkutan (Leo-red) sudah ditetapkan sebagai tersangka,” jelas Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan

Dengan adanya tersangka Leo Lapas Sekayu, mempermudah Penyidik Polda Sumsel melakukan pemeriksaan terkait kasus barunya yaitu kasus penipuan. Dimana sebelumnya tersangka Leo lebih dahulu menjalani hukuman dua tahun penjara di Lapas Sekayu atas kasus pengelapan mobil.

Dirreskrimum Polda Sumsel, juga menyeruhkan jika ada korban lain yang merasa dirugikan oleh tersangka Leo, silakan melapor ke pihak kepolisian, untuk segera ditindak lanjuti.”Jika ada (korban lain-red) silakan laporan, akan kita proses lagi,” ujarnya singkat.

Sementara itu. Korban / Pelapor Randy Carando, kasus yang dilaporkannya ini, diharapkan menjadi efek jerah bagi tersangka, dengan aksi aksi tindak pidananya salah satu kasus penipuan yang menyalagunakan jabatan dan tugasnya, dan beliau juga mengharapkan penyidik Polda Sumsel secara profesional memproses kasus ini hingga menjerat kroni kroni pelaku yg mempunyai peran masing masing ke meja hijau.

“Laporan ini sebagai efek jerah agar tidak menyalagunakan tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua Kadin Kabupaten Pali (mantan-red) terkait sepak terjang pelaku hanya ingin memperkaya diri sendiri, ”

“Kepada penyidik Polda Sumsel saya mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan profesional dalam penyidikan dan berharap pelaksanaan penyidikan dapat berjalan sesuai konstruksinya tanpa ada intervensi dari pihak lain kami juga mengharap penyidik dapat mengungkap orang-orang yang terlibat di dalam kasus penipuan tersebut sampai ke meja hijau,” harapnya.

Tersangka Leo, mantan Ketua Kadin Kabupaten Pali ini, melakukan tindak pidana penipuan dengan modus mengiming imingkan para korbannya seakan mempunyai proyek baik di Pemerintahan Daerah hingga di Kementerian, dengan mengunakan Perusahan PT Cahaya Intan Abadi (CIA) selalu pemenang proyek (milik tersangka-red).

Modus penipuan yang dilakukan tersangka Leo, pada Proyek Fiktif berupa Hotmix di Kabupaten Musi Banyuasin dengan nilai proyek mencapai Rp 7,5 Milyar dan Normalisasi di Kabupaten 4 Lawang dengan nilai proyek mencapai Rp 50 Milyar.

“yang bersangkutan pura-pura punya proyek di dua kabupaten tersebut, yang bersangkutan menyatakan proyek punya PT CIA, setelah kita konfirmasi dengan instansi terkait tersebut menyatakan bahwa proyek tersebut punya punya Leo. Hal inilah yang menyebabkan kita (pelapor-red) merasa terbuai dan tertipu ditambah lagi diiming-imingi oleh yang bersangkutan karena dua proyek tersebut dia punya PT CIA, sementara PT CIA itu digunakan pelaku untuk melakukan tindakan penipuan. Sementara kerugian kita mencapai Rp 4,8 Milyar.” ujarnya.(Ly).⁷

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.