Tak Ajukan Eksepsi, Sidang Lanjut Pemeriksaan Saksi Kasus Dugaan Pungli Sertifikat PTSL

 

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Sidang perdana pembacaan Dakwaan kasus tipikor, dugaan pungutan liar pembuatan 470 sertifikat pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019, digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Senin (23/5).

Kedua terdakwa dalam kasus tersebut yakni Ahmad Saibani mantan Kades serta Setiyono Sekdes dari Desa Jatimulyo I Kabupaten OKU Timur.

Keduanya dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKU Timur Dian Megasakti SH MH secara virtual. Sidang diketuai Hakim Mangapul Manalu SH MH.

Dalam dakwaan JPU, kedua terdakwa diduga telah melakukan pungutan di luar ketentuan dan peraturan Kementrian sebesar Rp200 ribu per sertifikat untuk Provinsi Sumsel terhadap pembuatan sertifikat program pemerintah. “Keduanya selaku perangkat Desa Jatimulyo telah memungut biaya dari program PTSL untuk masyarakat yang mempunyai SPH sebesar Rp900 ribu, sedangkan yang tidak mempunyai SPH sebesar Rp1,2 juta,” kata JPU.

Kemudian dari 470 pengajuan PTSL tersebut tidak seluruhnya dikabulkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten OKU Timur, dan diduga terdakwa secara bersama sama memperkaya diri sendiri telah melakukan korupsi sebesar lebih dari Rp130 juta. “Atas perbuatan para terdakwa, sebagaimana dakwaan JPU dijerat dengan Pasal 12 huruf e atau pasal 11 undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 Sebagaimana telah di ubah dan di tambah dengan undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana, ” jelas JPU.

Sementara itu, kedua terdakwa menyatakan tidak mengajukan keberatan (Eksepsi)atas dakwaan JPU.

Terpisah, JPU Kejari OKU Timur Dian Megasakti mengatakan jika pihaknya berencana akan menghadirkan sekitar 48 orang saksi “Nanti saksi saksi akan kita hadirkan secara bertahap dalam perkara ini, diantaranya pihak BPN serta beberapa warga yang telah memberikan sejumlah uang kepada terdakwa, ” katannya. (gi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.