HeadlineNUSANTARAPalembangPendidikan

Syukur HUT ke-63 Yayasan Mardi Wiyata

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Suatu kegembiraan bagi insan Mardi Wiyata Palembang dan seluruh Nusantara di tahun 2021  ini disemarakkan dengan peristiwa rahmat 63 tahun berdirinya Yayasan Mardi Wiyata  dan 85 tahun Kogregasi Frater Bunda Hati Kudus hadir di bumi Sriwijaya Keuskupan Agung Palembang, Tepatnya tanggal 6 Oktober Yayasan Mardi Wiyata berkiprah di Palembang dengan membawahi karya pendidikan yaitu SDK Frater Xaverius 2 Palembang yang  beralamat di Jalan Kolonel Atmo 4  Palembang dan SMPK Frater Xaverius 1 Palembang beralamat di Jln Kapten Marzuki 513 Palembang. Sekolah ini yang dikelola oleh para Frater Bunda Hati Kudus yang mempunyai motto melalui semangat hati dan spiritualitas hati  dalam membangun persaudaran sejati. Rabu ( 6/10/2021) pukul 10.00-11.00 wib merayakan syukur dengan perayaan Misa Kudus di Gereja Santo Yoseph Palembang yang dipimpin oleh Romo Octovianus Babu CSSR, dihadiri Frater Kepala Yayasan Mardi Wiyata Sub Palembang. Fr M Damianus., BHK, SH , Fr M Inocentius BHK, SPd Kepala Sekolah SD Xaverius 2 Palembang, Fr. Faustianus BHK, M.Pd Kepala SMP Xaverius 1 Palembang, segenap pendidik, tenaga pendidik dan perwakilan siswa. Pelaksanaan Misa syukur juga disiarkan melalui live steaming agar segenap insan Mardi Wiyata dapat mengikuti dari rumah masing-masing sehubungan masih dalam kondisi PPKM Covid-19.

 

Karya Yayasan Pendidikan Mardi Wiyata dalam Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus di Indonesia diawali tahun 1928 di Malang Jawa Timur, sedangkan masuk ke Palembang Sumatera Selatan tahun 1936 selanjutnya  ke tempat-tempat lain seperti Surabaya, Kediri, Ndao-Ende, Meumere, Podor –Larantuka, Weetebula Sumba Barat, Nunukan Kaltim.   Di Sumatera Selatan, Keuskupan Agung Palembang misi para Frater Bunda Hati Kudus dimulai 23  September 1936 dengan membuka sekolah SDK Frater Xaverius 2 Palembang Jalan Kolonel Atmo 4 Palembang dan dan 14 Agustus 1938 Membuka SMPK Frater Xaverius 1 Palembang Jalan Kapten Marzuki 513 Palembang.  Pada awal mula para frater BHK banyak mengalami kendala dan kesulitan, terlebih saat zaman pendudukan Jepang tahun 1942 salah satu frater  yaitu Frater. M.Loyola BHK meninggal dalam tawanan Jepang. Sejarah lebih dari sekedar kronik, karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Kebahagiaan tumbuh dalam rumah sendiri dan tidak dapat dipetik dari taman tempat lain. Sejarah yang benar yaitu sejarah saat ini, Keberadaan Frater Bunda Hati Kudus yang menaungi Yayasan Mardi Wiyata yang mengelola pendidikan di Indonesia utamanya di Palembang, turut menyemangati pewaris dan penerus Bunda Hati Kudus dan insan Mardi Wiyata.

Fr M Damianus, BHK. S.H dalam sambutannya mengatakan  “ Hendaknya sebagai insan Mardi Wiyata dapat membantu membebaskan kaum muda khususnya peserta didik dari belenggu kehidupan untuk menjadi manusia merdeka sejalan dengan Kharisma kongregasi yaitu melayani dengan kasih yang membebaskan / menyelamatkan serta hendaknya sungguh-sungguh meresapi dan menumbuhkan semangat Hati, Spiritualitas Hati. “Hendaknya sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kongregasi Bunda Hati Kudus memiliki visi dan misi yang jelas dan meyakinkan para orang tua untuk mengirimkan putra-putrinya di bawah naungan Yayasan Mardi  Wiyata sehingga banyak menghasilkan dan mengharumkan almamater para alumninya di kiprah nasional maupun daerah. Sedangkan Romo Octovianus Babu CSSR dalam kotbahnya menyampaikan agar segenap insan Mardi Wiyata selalu melakukan SKB yaitu Syukur – Kreatif – Berserah di mana 63 tahun keberadaan Yayasan Mardi Wiyata ini patut bersyukur kepada Tuhan atas kehidupan dan pelayanan, kreatif mampu dalam mewujudkan, menenukan karya Yayasan dan berserah atas berkat yang Tuhan Allah berikan kepada insan-insan Mardi Wiyata .  (daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *