Stunting dan Gizi untuk Pencegahannya Pada Seminar di Charitas Hospital
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Pada Sabtu,( 15 10202 ) bertempat di Gedung Auditorium Charitas Hospital Palembang Jalan Jendral Sudirman Palembang dilaksanakan seminar awam bertajuk Stunting dan Gizi untuk Pencegahannya. Seminar ini merupakan bentuk partisipasi Charitas Hospital bersama pemerintah untuk mengentaskan stunting. Seminar stunting ini menghadirkan dua narasumber, dr. Elina Waiman, SpA, MARS dan Sr. M. Margaretha FCh. Acara seminar dibuka oleh dr Sutomo, MARS direktur Charitas Hospital. Dalam sambutannya disebutkan Indonesia menempati urutan ke dua di Asia Tenggara. Sehingga pemerintah sangat konsen menangani stunting dalam sasaran pembangunan nasional.
Peserta seminar diikuti lebih dari 130 orang. Mereka berasal dari orangtua anak, jajaran pemerintah daerah, dan para pegiat kesehatan. “Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita, akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama dan paparan infeksi yang berulang-ulang. Seribu hari pertama kehidupan, yang dihitung sejak anak dalam kandungan menjadi penentu penting untuk mencegah stunting. Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi berpengaruh pada tumbuh kembang anak. “Anak yang stunting, bertumbuh menjadi remaja yang stunting, akan menjadi ibu yang stunting, dan akan melahirkan anak yang stunting,” jelas dr. Elina. Sederhananya, stunting yang tidak dicegah maupun ditangani dengan baik, akan menjadi rantai yang tak terputuskan. Selain menjadi rantai, stunting juga berpengaruh pada kecerdasan anak. Anak yang stunting, bisa saja tingkat kecerdasannya lebih rendah daripada anak yang tidak stunting. Stunting juga memengaruhi masa hidup seseorang. Semuanya ini saling berkaitan, termasuk memengaruhi produktifitas ekonomi di kemudian hari.
Banyak hal yang menyebabkan stunting yang dipaparkan dr. Elina. “Sanitasi dan supply air bersih kurang; pendidikan caregiver yang rendah, tingkat ekonomi rendah, kurangnya ketersediaan makanan, orangtua pendek, orangtua merokok, dan kondisi rumah padat.” Ibu adalah subyek yang harus diperhatikan betul sedari dia mengandung, karena perkembangan anak dimulai dari seribu hari pertama kehidupannya, yang dimulai dari dalam kandungan. Gizi dan kesehatan baik fisik maupun mental ibu, harus menjadi perhatian. Gizi anak terkait dengan asupan yang diterima tubuhnya. Sedangkan infeksi, terkait dengan sejumlah penyakit yang dideritanya. “Diare, ISPA, malaria, nafsu makan menurun, dan tidak mendapat imunisasi. Bagaimana anak bisa bertumbuh (baik) kalau terkena infeksi terus menerus?” Kata dr. Elina. Ini karena infeksi menyebabkan asupan gizi yang tidak cukup.
Menurut dr Elina cara pencegahannya dapat dilakukan melalui ibu hamil, di mana seorang ibu hamil harus memperhatikan nutrisi yang cukup dan seimbang, dan pemberian tablet gizi. Sr. Margaretha FCh, kepala instalasi gizi Charitas Hospital, memaparkan bahwa kebutuhan gizi masing-masing tahap pertumbuhan itu berbeda-beda. “Kebutuhan gizi itu bertahap. Trimester pertama berbeda dengan trimester kedua. Saat menyusui juga kebutuhan gizi harus ditambah, karena menyangkut anak dan ibu,” jelas Sr. Margaretha. Pencegahan selanjutnya adalah saat bayi dilahirkan. “Pemberian ASI eksklusif, MP-ASI dalam kualitas dan kuantitas yang cukup, praktik pemberian makanan yang benar, pemberian vitamin A dan pemberian imunisasi lengkap, serta jaga sanitasi dan hygiene yang tepat,” papar dr. Elina. ( darisawalistyo )





