Ogan Komering IlirSUMSEL

Serap Aspirasi Warga, Anggota DPRD Sumsel Dapil III Terjun ke Lapangan Lakukan Reses Tahap I di Wilayah OKI

Keterangan foto: ms/diah: Anggota Dapil III DPRD Sumsel menyerap aspirasi warga di wilayah OKI.

OGAN KOMERING ILIR, MEDIASRIWIJAYA – Mulai terjun ke lapangan, para anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Daerah Pemilihan (Dapil) III wilayah Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI)  melakukan kegiatan Reses Tahap I, yang dilaksanakan mulai tanggal 2 sampai tanggal 6 Desember 2024.

Adapun para anggota DPRD Sumsel Dapil III yang terjun langsung ke wilayah OKI terdiri dari Akhmad Mahidin SH MH, dari Partai Golkar, Melly Poyenda Imron dari Partai Hanura, Aziz Ari Saputra SH dari PKB dan H Azwan Mufti ST MSi dari Gerindra. Reses para anggota Dapil III ini didampingi Camat, Lurah, RT/RW, Kades, BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda /Organisasi Pemuda untuk melakukan pertemuan dengan warga.

ket foto: Akhmad Mahidin SH MH, dari Partai Golkar, sedang memberikan sambutan.

Seperti yang dilakukan di Desa Suka Mulya Kec. Lempuing Kab. Ogan Komering Ilir. Keempat anggota dewan tersebut bertemu, berdialog langsung guna menyerap aspirasi konstituen. Dalam reses tersebut, anggota DPRD Sumsel bertemu dengan masyarakat di enam titik masing-masing. Sejumlah persoalan dari mulai masalah pertanian, infrastruktur jembatan, hingga pelayanan air bersih dikeluhkan dan diadukan ke para anggota DPRD Sumsel Dapil III ini.

Seperti reses yang dilaksanakan di Desa Suka Mulya Kecamatan Lempuing OKI. Kades Desa Suka Mulya, Mariono menyambut baik kedatangan para anggota Dapil III ini. Pada sambutannya disebutkannya bahwa Desa Suka Mulia mayoritas penduduknya beraktivitas kebon karet. “Alhamdulilah kami tiap tahun dapat bangunan, tahun ini dapat bantuan pembangunan jalan sepanjang 3 km dari dana Bangub. Muliono mewakili masyarakat minta bibit padi, pengadaan eskavator, replanting karet.

Permintaan ini ditanggapi Koordinasi Dapil III Akhmad Mahidin SH MH (Golkar). “Saya Dapil III yang meliputi wilayah OKI dan OI. Saya duduk di Komisi I bidang Pemerintahan dan Hukum.Insya Allah akan menyerap aspirasi masyarakat di sini,” katanya seraya dengan seksama mendengarkan berbagai tanggapan warga terkait pengecoran jalan masuk Lorong dan usulan peternakan.

Keterangan foto: Akhmad Mahidin SH MH (Golkar).

Selanjutnya, tanggapan dari Aziz Ari Saputra SH (PKB) yang menyatakan bahwa pihaknya akan segera menganggarkan di tahun 2025 dan insya Allah di tahun 2026 akan terealisasi. Usulan pinjam ekskavator itu bisa dilakukan dengan system obja atau pinjam pakai. “Masyarakat buat proposal untuk pinjam pakai ekskavator ini,” ujarnya.

H Azwan Mufti ST MSi dari Gerindra menanggapi ini menyatakan akan dikaji bersama untuk permintaan pengadaan eskavator.  “Replanting karet ikut simultan. Pemerintah ada mengucurkan dana pinjaman untuk UMKM sebesar maksimal Rp 500 juta, kalau memungkinkan dengan beberapa persyaratan itu bisa mengajukan untuk melakuan replanting karet. Pemerintah juga ada program cetak sawah sekitar 3000 hektar, ini bisa diajukan ke Kades dan ke Dinas Perkebunan (Disbun) wilayah setempat,” ujarnya.

Keterangan foto: H Azwan Mufti ST MSi dari Gerindra.

Pada pertemuan di lokasi ini juga terungkap permintaan Kades yang menjadi perwakilan warga. “Minta anggaran untuk bibit sawit. Kelompok Suka Mulia ada 18 kelompok tani. Jalan cor sangat kami butuhkan,” katanya.

Mewaliki warga, Imam (Guru SD Suka Mulya) menjelaskan bahwa dengan jumlah siswa SD sebanyak 192 orang, sementara kelas digunakan hanya 3 namun itu pun belum bisa dikatakan kelas. “Satu kelas tidak layak karena masih berdinding papan. Selanjutnya, siswa belajar di lab. Harapan kami segera ditinjau lokasi sekolah SD ini. Kami juga minta dibangunkan pagar karena ada 200 meter yang belum berpagar sekolah kami, Kami minta juga ada ruang guru, ruang UKS, ruang perpustakaan.Kami sangat mengharapkan kelayakan kelas,” ujarnya.\

 

Ket foto: Aziz Ari Saputra SH (PKB) juga memberikan tanggapan.

Reses di lokasi Desa Debuk Rejo Kecamatan Lempuing, terungkap dialog antara warga dan keempat anggota DPRD Sumsel Dapil III.

Camat Djamhari Ilyas mengungkapkan di Desa Dabuk Rejo, PKK sebagai hal yang dibanggakan. Desa paling ujung perbatasan Mesuji ini ada 19 desa.”Terbelah sungai Lempuing. Di desa kami masih banyak yang kurang dalam hal hajat hidup orang banyak. Dari awal desa transmigrasi kondisi karet sangat diperhatikan,” ujarnya.

Suyanto, perwakilan Warga mengeluhkan jalan. Ia mengatakan produksi karet yang akan dijual diangkut melalui jalan manual. “Dari awal pembukaan tidak dibukakan jalan. Jadi jalannya dibuat oleh warga itu sendiri untuk petani karet terutama. Pembuatan jalan untuk panen karet mengingat tingginya curah hujan sekarang menghambat produksi karet. Begitu pula dengan Ari, yang mengemukakan tentang TPQ yang ada di Desa Debuk Rejo. “Tentang honor pengajar TPQ Dabuk Rejo mohon diperhatikan, mohon ada anggaran karena hanya digaji 6 bulan itu saja dibagi 4. Memang dianggarkan tapi hanya Rp 100 ribu sebulan per blok sedangkan perblok bisa jadi 4/5 orang guru ngaji. Bisa dibayarkan 2x pencairan karena dibayarkan pakai dana desa,” katanya.

Ada masukan juga pada kesempatan ini tentang pelayanan kesehatan masyarakat. “Pustu yang ada di Dabuk Rejo ditingkatkan menjadi puskesmas kalau bisa, itu permintaan kami.  Ada jalan sepanjang 20 meter yang menghubungkan Lempuing dan Mesuji Utara belum dicor. Kami juga ingin adanya gedung serba guna,” ujar warga.

Akhmad Mahidi menanggapi hal ini. “Memang harus diperhatikan honor guru ngaji itu. Pustu akan diusulkan dan akan diproses untuk Anggaran 2025. Selanjutnya, akan dievaluasi soal jalan tadi,” ujarnya.

Ket foto: Anggota DPRD Sumsel Dapil III menerima berkas aspirasi masyarakat di OKI.

Reses di lokasi Desa Tulung Harapan Kecamatan Lempuing. Pada pertemuan ini, Sobrin SE sebagai perwakilan warga mengatakan desa ini masih banyak membutuhkan bantuan dari provinsi salah satunya masalah pengaspalan jalan poros. “Aspalnya kurang tebal setidaknya 5cm sepanjang 8 km. Pembanguman siring di bagian jalan poros desa. Sepanjang 8km Pembangunan jalan pentas ke kecamatan Lempuing di Dusun 1 samping mushola sampai ke Desa Tugu Mulyo kurang lebih 800 meter. Kami juga mohon adanya pergantian kabel SR diganti Kabel JTR untuk lampu jalan,” katanya yang juga mengungkapkan dari sector pertanian, kurangnya pupuk dan obat anti hama padi. Warga juga minta bibit padi.

Hal ini ditanggapi Akhmad Mahidi, SH MH. “Masalah jalan sesuai tupoksi DPRD. DPRD Provinsi akan mengurusi jalan provinsi. Penekanan akan disampaikan pandangan fraksi sehingga bisa didengar seluruh permintaan yang hadir. Kalau bukan jalan provinsi nanti akan ada yang namanya bantuan hibah,” katanya.

Perwakilan warga pada kesempatan ini minta dibuatkan siring yang tinggal melanjutkan.”Sulit untuk kendaraan masuk untuk mengambil padi. Kalau bisa jalan masuknya minta dicor agar bisa masuk dan bisa membawa padi yang sudah dipanen lebih mudah. Kami juga mengharapkan alsintan sangat minim sekali. Seharusnya kita yang menikmati ujung-ujungnya orang lain yang menikmati. Jadi mohon dibantu untuk alatnya,” kata Ketua Kelompok Tani.

Menanggapi hal ini, H Azwan Mufti ST MSi dari Gerindra mengatakan Gapoktan melalui simultan diusulkan ke Dinas Pertanian Kab OKI ditembuskan ke Provinsi. “Biasanya langsung ada dana hibah. Dibuatkan proposal untuk mendapatkan alsintan. Nanti akan kita bantu dan kita kawal. OKI mendapat 30 ribu hektar Gapoktan,” ujarnya.

Reses di Desa Marga Bakti Kecamatan Mesuji. Mewakili Camat Mesuji sangat mengharapkan dengan kedatangan Anggota DPRD Sumsel Dapil III ini desanya akan lebih maju dalam hal Pendidikan dan pemerintahan serta kemakmuran warganya.

 

Keterangan foto: Melly Poyenda Imron dari Partai Hanura.

Pada pertemuan di lokasi ini, warga minta bidan diperbantukan. Usulan pembangunan Gedung baru dan pusat pelayanan serta untuk persalinan. Pada kesempatan ini juga minta adanya Gedung pertemuan untuk PKK.Permintaan renovasi mushola, balai blok minta direnovasi. Ada jalan amblas bekas dicor mohon diperbaiki juga (permintaan warga Blok E). Selanjutnya perwakilan warga dari Blok A meminta adanya pembangunan siring, taman desa dan Jembatan Simpang 3 blok A kalau bisa dicor. Perwakilan warga dari Blok G mengeluhkan masalah keamanan. Warga dari Blok B mengatakan lokasi mereka merupakan pusat perekonomian desa Marga Bakti. “Jalannya dari dulu sama saja pakai koral. Mengusulkan perbaikan jalan minta dicor/pengaspalan karena jalannya sering dilewati. Dari taman sampai ke kantor pemerintahan, Kami juga minta gedung serba guna di Desa Margo Bakti. Untuk warga semua. Penambahan gizi, pembuatan budi daya ikan. Kalau bisa setiap 8 blok bisa diberikan traktor. “Blok H di perbatasan perkebunan, bahwa akses perkebunan soal jalan untuk ke kebun. Akses jalan dari dulu sampai sekarang sangat sulit. Jembatan mohon diperhatikan. Saluran air di depan blok H,” kata Pramugito.

Suhardo yang pada kesempatan ini mengatakan semoga usulannya disetujui. “Semoga usul saya disetujui. Penambahan jalan yang dipilih yang prioritas. Sangat mengharapkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Koordinator Dapil III, Ahmad Muhidin menanggapi.  “Ini akan kita tampung dulu kalau masalah jalan ada aspirasi/dana hibah. Secepatnya akan kita laksanakan aspirasi ini.

Begitu juga dengan H Azwan Mufti ST MSi dari Gerindra yang memberikan tanggapan. “Fungsi DPRD ada 3, kami hadir melaksanakan 3 fungsi ini. Kalau ada aspirasi akan kita sampaikan/teruskan sesuai dengan kepentingan masyarakat. Traktor ini ada mekanismenya. Kelompok yang terdaftar disimultan. Selanjutnya, untuk jalan ada dana aspirasi. Insya Allah akan ada realisasinya. Terkait permintaan Ibu Komariah yang mneyebutkan perbaikan jalan poros yang belum tersentuh, kami akan perjuangkan. Skala prioritas ini akan kami perjuangkan. Akan kami sampaikan saat paripurna nanti. Akan kami perjuangkan untuk ranah pemerintahan,” ujarnya.

Aziz Ari Saputra SH (PKB) juga memberikan tanggapan. “Jalan menuju kantor desa kalau hujan biasanya banjir itu bisa direalisasikan secepatnya. Gedung serba guna mungkin masuk di dana aspirasi. Nanti bikin proposal bikin pinjam pakai ke Dinas Pertanian untuk tractor, untuk pengajuan pinjam pakai untuk alsintan. Terkait jembatan, memang diwajibkan diperhatikan untuk jembatan karena untuk kelancaran pertanian. Insya Allah pasti tembus 2025 untuk jalan provinsi ini. Jalan poros ini masuk di jalan provinsi. 2025 sudah dimasukan di jalan provinsi. Dapat 2km jalan provinsi sampai tembus di lintas timur dari Margo Bakti. Akan diperjuangkan saat paripurna nanti,” tambahnya.

Reses di Desa Jaya Bakti Kecamatan Mesuji. Kades Desa Jaya Bakti mengatakan Infrastrukur yang masih kami butuhkan. “Tolong dikawal prioritas jalan kami direalisasi jalan provinsi. PAD OKI itu kurang. Tujuan kami untuk kesejahteraan desa juga,” ujarnya.

Ket foto: H Azwan Mufti ST MSi dari Gerindra sedang memberikan tanggapan.

Hal ini ditanggapi Anggota Dapil III DPRD Sumsel,  Aziz Ari Saputra SH (PKB) yang mengatakan “Kami datang untuk mencari keluhan masing-masing warga, itu  gunanya kami datang ke sini. Kami perjuangkan jalan provinsi, itu tanggung jawab kami mengawalnya sampai terealisasi. Ada dana apresiasi atau dana hibah. Skala prioritas ini akan kami perjuangkan akan kami sampaikan saat paripurna nanti. Akan kami perjuangkan untuk ranah pemerintahan,” katanya.

Dialog para reses di Desa Karya Mukti Kecamatan Mesuji terungkap dari pernyataan Kades Ulil Amri yang mengatakan  “Pengelolaan dana desa ini sangat terbatas. Hanya infrastruktur yang layak untuk memperlancar jalannya ekonomi di sini. Kepada bapak ibu anggota Dewan bisa menyampaikan apa yang jadi keinginan dan cita-cita warga. Tentunya masih banyak keterbatasan yang ada di Desa Karya Mukti ini terutama tentang infrastruktur. Jalan menjadi keluhan, sekarang menjadi problem utama. Keterbatasan tower/signal. Susahnya signal di sini juga menjadi keluhan warga,” katanya.

Koordinator reses Dapil III, Ahmad Mahidin menanggapi. “Reses ini merupakan reses pertama, setelah kami dilantik. Bapak ibu, fungsi dan tugas itu yang pertama adalah yang kita bahas bersama-sama peraturan daerah dan sebagainya. Untuk Provinsi Sumatera Selatan itu juga kami dari DPRD bersama-sama pemerintah dan selanjutnya fungsi pengawasan jadi anggaran yang sudah dibuat peraturan yang sudah dibuat ini diawasi oleh anggota DPRD,  bagaimana berjalannya. Setelah ini kita akan memberikan laporan hasil reses sehingga pemerintah tahu apa masalah-masalah di masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan di lokasi ini juga Lulu (Guru SDN 1 Karya Mukti) mengeluhkan wc sekolah untuk murid putra dan putri. Plafon dan atap sekolah yang sudah rusak. Lokal kelas yang butuh perhatian. Begitu juga dengan Jatmiko Ketua RT yang minta pembuatan parit di Dusun B Blok 2. Ia juga minta mesin potong rumput dan mobil ambulans. Gaji RT dinaikan,” ujarnya.

Hal ini ditanggapi Koordinator Dapil III, Akhmad Mahidin. “Insya Allah akan kita arahkan. Kalau masalah di SD,  ini ke kabupaten.. Namun bisa melalui hibah Gubernur. Itu disalurkan ke SD melalui Diknas. Tahun 2026 mudah-mudahan direalisasikan. Untuk ambulan, mesin potong rumput, pembuatan parit, insya Allah akan kami sampaikan bisa dana Bangub untuk insentif gaji desa,” kata Akhmad Mahidin.

H Azwan Mufti ST MSi dari Gerindra  juga menanggapi. “Bisa dengan baik melalui Dana Bantuan Gubernur nanti akan kita sampaikan. Untuk guru, akan memberikan motivasi dan bisa melahirkan generasi yang lebih unggul lagi jika kondisi sekolahnya bagus karena akan konsentrasi memberi ilmu kepada calon generasi bangsa ini.  Terkait honor RT akan memberikan dana desa sebesar Rp 100 juta. Ajukan aja proposalnya ke Pak Aziz, akan kami suarakan honornya serta aspirasinya. Begitu pula dengan kondisi jalan yang merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” kata H Azwan Mufti. (diah)

Ket foto: Penyerahan berkas aspirasi warga kepada Anggota DPRD Sumsel Dapil III Wilayah OKI.

KETERANGAN FOTO-FOTO KEGIATAN RESES:

Pertemuan dengan warga : Camat, Lurah, RT/RW, Kades, BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda /Organisasi Pemuda, di Desa Margo Bakti Kec.Mesuji Kab. Ogan Komering Ilir.

Pertemuan dengan warga : Camat, Lurah, RT/RW, Kades, BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda /Organisasi Pemuda,
di Desa Margo Bakti Kec.Mesuji Kab. Ogan Komering Ilir

Pertemuan dengan warga : Camat, Lurah, RT/RW, Kades, BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda /Organisasi Pemuda,di Desa Makarti Mulya Kec.Mesuji Kab. Ogan Komering Ilir

Pertemuan dengan warga : Camat, Lurah, RT/RW, Kades, BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda /Organisasi Pemuda, di Desa Suka Mulya Kec. Lempuing Kab. Ogan Komering I

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *