EkonomiHeadlineNasionalNUSANTARAPalembangSUMSEL

Satu Lagi Upaya Kemenkumham Sumsel Tingkatkan Pelayanan Kekayaan Intelektual, Gelar Mobile Intelektual Property Clinic

Gubernur Sumsel Apresiasi Langkah  Kanwil Kemenkum HAM

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Ilham Djaya menyebutkan berbagai upaya dilakukan lembaganya dalam rangka mendekatkan diri ke masyarakat yang terkait dengan pelayanan kekayaan intelektual. “Kegiatan bertujuan memfasilitasi beberapa hal terkait kekayaan intelektual kepada masyarakat, diantaranya dengan memberikan layanan konsultasi, pendampingan pendaftaran kekayaan intelektual, layanan penelusuran serta layanan pengaduan”, kata Kakanwil Kemenkumham Sumsel saat memberikan sambutan pada Pembukaan Mobile Intelektual Property Clinic di Ballroom The Arya Duta Hotel Palembang, Selasa (23/5).

Foto: Kakanwil Kemenkumham Sumsel saat sambutan.

Acara yang dihadiri Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual yang diwakiliki Direktur Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kurniaman Telaumbanua dan Gubernur Sumsel H Herman Deru serta beberapa kepala daerah di kabupaten kota di Sumsel seperti PjBupati Muba, Apriyadi Mahmud, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Wakil Bupati Ogan Ilir, dan beberapa pejabat lainnya ini berlangsung selama empat hari yakni mulai 23 Mei hingga 27 Mei 2023 yang diikuti  UMKM Sumsel, akademisi, Bpeda Litbang, Dinas Perindustrian, dan Dinas Perdagangan di Provinsi dan 17 Kabupaten/Kota, lalu mahasiswa dan pelajar, BUMN/BUMD, serta para pelaku seni budaya di Sumatera Selatan.

Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Ilham Djaya pada kegiatan tersebut juga diserahkan 28  sertifikat Kekayaan Intelektual yang terdiri dari dua sertifikat Merek kepada Pemerintah Kab. Muba, satu sertifikat Indikasi Geografis kepada Pemerintah Kab. Muba. Lalu 14 sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal kepada 5 Kabupaten/Kota; dan 11  sertifikat pencatatan Hak Cipta. Menurutnya, pihaknya juga mendorong setiap meningkatnya pendaftaran Indikasi Geografis provinsi Sumatera Selatan. Saat ini baru lima Kekayaan Intelektual Komunal jenis Indikasi Geografis di Sumatera Selatan yang telah didaftarkan yakni Kopi Robusta Semendo, Kopi Robusta Empat Lawang, Duku Komering, Kopi Robusta Pagar Alam, dan terbaru tanaman Gambir Babat Toman Musi Banyuasin. Kemudian ada tiga Indikasi Geografis yang masih dalam proses pemeriksaan substantif di DJKI yaitu Kopi Robusta Muara Dua, Kopi Robusta Lahat, dan Nanas Prabu. “Indikasi Geografis sangat penting untuk didaftarkan, selain itu dalam pendaftarannya sangat diperlukan dukungan dan peran Pemda, tanpa dukungan Pemda, IG tak bisa didaftarkan”, ungkapnya.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual yang diwakili Direktur Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kurniaman Telaumbanua menyampaikan bahwa Kegiatan Mobile Intellectual Property Clinic kali ini mengangkat tema “Perempuan Indonesia Kreatif dan inovatif ekonomi Tangguh”.

Menurutnya, berdasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2021 terdapat 64,5 persen total UMKM yang dikelola perempuan dalam skala usaha mikro. “Indeks Pemberdayaan Perempuan tahun 2020 sebesar 64,10, tahun 2021 sedikit meningkat menjadi 64,76, dan tahun 2022 meningkat lagi menjadi 66,95. Angka tersebut menunjukkan tren peningkatan. Indikator ini menunjukkan perempuan dapat memainkan peranan aktif dalam kehidupan ekonomi dan politik,” jelasnya.

Ia menambahkan Mobile Intellectual Property Clinic merupakan Klinik Kekayaan Intelektual bergerak, yang merupakan salah satu program unggulan Kemenkumham. “Melalui program ini, kami turun menjemput dan memfasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual di tengah masyarakat. Kita berharap  kegiatan ini dapat dimanfaatkan masyarakat, untuk mendaftarkan merek, hak cipta, paten, desain industri, dan kekayaan intelektual lainnya,” ujarnya.

Sementara itu,  Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi kegiatan Mobile Intelectual Property Clinic (MIC) pada Kanwil Kemenkumham Sumsel Tahun 2023 yang juga sekaligus menyerahkan sertifikat Kekayaan Intelektual kepada beberapa produk lokal di Kabupaten/Kota di Sumsel. HD juga merasa bangga dengan beberapa kepala daerah di Sumsel yang jeli melihat kekayaan intelektual di wilayahnya dengan cepat mendaftarkannya secara resmi. “Terima kasih kepada Kanwil Kemenkuham Sumsel yang telah memfasilitasi kegiatan ini, dan juga pemberian sertifikat Kekayaan Intelektual kepada karya dan produk daerah di Sumsel sehingga memiliki legalitas. Saya bangga kepada beberapa daerah seperti Muba yang mengangkat gambo atau gambir. Sebetulnya di daerah lain ada juga seperti di Baturaja cuma namanya saja yang beda. Untuk makan sirih (nginang). Atau bekasam atau nama lainnya tapi apa pun itu saya sangat apresiasi terhadap langkah cepat beberapa kepala daerah ini. Aplus buat mereka. Saya mengapresiasi para Kepala Daerah (Bupati/Walikota/Wabup/Wawako) yang telah mendorong dan memfasilitasi masyarakatnya dalam pendaftaran kekayaan intelektual. Untuk daerah lainnya di Sumsel, ikutilah jejak Muba, Ogan Ilir atau daerah lain ini, secara tidak langsung bisa menjadi promosi daerah,” ungkapnya. (saf)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *