RSMH Palembang Peringati Hari Donor Darah Sedunia

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA –  Direktur Utama (Dirut) RSMH Palembang, dr Bambang Eko Sunaryanto,Sp.KJ., MARS secara resmi pembuka acara peringatan Hari Donor Darah Sedunia, Rabu (30/6).

Organisasi Kesehatan Dunia  atau World Health Organization (WHO) setiap tanggal 14 Juni diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia. Tahun 2021 WHO mengusung tema ‘Give blood and keep the world beating’ dengan tujuan agar masyarakat dunia memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya kesehatan mendonorkan darah.

Dirut RSMH Palembang, dr Bambang Eko Sunaryanto,Sp.KJ., MARS. Mengatakan jika kegiatan tersebut untuk menggalang pendonor yang sebagian merupakan pegawai RSMH Palembang, mengingat Unit Pelayanan Darah RSMH Palembang saat ini sudah mendapat Sertifikat sebagai UTD.”Acara ini bertujuan untuk menggalang para pendonor darah yang merupakan pegawai RSMH, sehingga kedepannya diharapkan dapat mendonorkan darahnya secara rutin sebagai donor sukarela di UTD RSMH.” ungkap dr Bambang Eko Sunaryanto,Sp.KJ., MARS.

Untuk ketersediaan darah di UTD, dijelaskan  Dirut RSMH Palembang, dalam sehari mencapai ratusan kantong. “Untuk kecukupan stok darah kita. Perlu dikerjain bahwa adanya donor sukarela merupakan salah satu indicator mutu sebuah UTD. Kebutuhan darah kita adalah sekitar 120 kantong perhari atau 3600 kantong perbulan,” jelasnya.

Ketua Panitia Kegiatan, dr Eny Rahmawati M.Sc, Sp.PK(K) mengharapkan dapat mengalang pendonor darah secara sukarena secara rutin di UTD RSMH.”Acara ini dapat menggalang donor sukarela yang akan mendonorkan darahnya secara rutin di UTD RSMH, sehingga lambat laun akan mengurangi ketergantungan stok darah dari tempat lain. Namun dengan keterbataasn jumlah tenaga yang ada, terus terang kami kesulitan untuk meningkatkan produktifitas UTD yaitu dengan mengurangi stok darah dari tempat lain,” ujarnya.

Sementara itu terhadap permasalahan dil apangan, seperti keluarga pasien yang kesulitan mencari pendonor darah mengingat situasi masih pademi Covid – 19 bahkan ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, diterangkan Kepala Humas RSMH Palembang, Ahmad Suhaimi. “Stok darah mengalami penurunan di saat pandemi covid ini. Sementara para pendonor juga masih kuatir untuk datang  ke fasilitas kesehatan untuk mendonorkan darahnya dan adapun jika mendapat pendonor tidak semua lulus uji skrinning, ada yang tidak sesuai kriteria skrinning donor darah,” terangnya.

Masih dikatakan Kepala Humas RSMH Palembang, Ahmad Suhaimi. Untuk stok darah di RSMH Palembang terutama di tengah pandemi Covid – 19. “Selama ini RSMH masih mengambil dari PMI Kota, sekitar 3 bulan terakhir ada memproduksi kantong darah mandiri dari donor pengganti. Dengan rata rata donor pengganti 20 orang perhari. Penurunan pemberian stok darah dari PMI bisa mencapai 60 sampai 70 persen saat awal pandemi, untuk tahun ini penurunan stok yanh diberikan PMI berkisar 30 hingga 40 persen,” jelasnya. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *