Residivis Pencuri Kabel Optik Dibekuk

PALEMBANG,  MEDIASRIWIJAYA – Residivis pencuri kabel fiber optik Indi Home milik PT Telkom, pelaku Jhonni bin M Ali (43) tak berkutik saat Tim Opsnal Unit III Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil menangkap pelaku di rumahnya, Selasa (13/7) malam.

Penangkapan pelaku berawal dari petugas menerima laporan masyarakat jika jaringan internet rumah mereka sering terganggu, laporan warga yang ditindaklanjuti Ditreskrimum khususnya Jatanras, akhirnya melakukan penyelidikan dan di bawah pimpinan Kanit III AKP I Putu Suryawan, bergerak cepat ketika mengetahui keberadaan pelaku di rumahnya.

Pelaku Jhonni, warga Jalan Sungai Tawar IV No 98 – 135 Rt 04 Rw 02 Kelurahan 29 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, diamankan barang bukti di rumahnya seperti, dua buah selongsong kabel fiber optik bawah tanah warna hitam sepanjang 1 meter dan 2 meter serta satu buah ember dan pisau.

Saat dilakukan pengeledahan petugas kembali menemukan beberapa potongan kabel dan peralatan untuk mengali tanah atau memotong kabel. Selanjutnya pelaku bersama barang bukti di gelandang ke Mapolda Sumsel.”Kita melakukan penangkapan terhadap  pelaku pencuri kabel fiber optik Indi Home yang dilakukan pelaku atas nama Jhonni,” ungkap Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Christoper Solohot Panjaitan, didampingi Kanit III AKP I Putu Suryawan, Rabu  (14/7).

Aksi kedua pencurian kabel optik Indi Home milik PT Telkom ini, dikatakan Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, dilakukan pada tanggal 13 Juli 2021 di kawasan Jalan Kapten Rivai samping Kantor Pos Palembang Kelurahan 26 Ilir Kecamatan IB 1 Palembang pada pagi hari, untuk yang pertama pelaku melakukan aksinya mencuri kabel fiber optik di kawasan dekat Kantor Gubernur Sumsel.”Dia ini mengulangi kembali melakukan pengambilan terhadap kabel indihome jadi saat ini Karena dia sudah dua kali berarti dia spesialis, bahkan pelaku ini ini tahu teknik mengambil tembaga di dalam kulit ini,” ujar Kompol Panjaitan.

Masih dikatakan Kompol Panjaitan. dari hasil pencurian kabel pelaku mendapatkan hasil bervariasi, akan tetapi pihaknya masih melakukan pendalaman apakah ada pihak lain yang terlibat.”Pelaku ini mengambil tembaga kabel ini setelah di membuka kulit kabel mengunakan pisau ini, untuk hasil bervariasi perkilonya, tapi disini untuk kerugian PT Telkom  mencapai Rp 10 juta, kasus ini masih kita dalami apakah ada pihak lain yang terlibat,”terangnya

Pelaku Jhonni, mengaku jika aksinya mencuri kabel jaringan bawah tanah ini sudah dua kali, memanfaatkan galian petugas yang sedang mengali sungai atau galian.

Sementara itu pelaku Jhonni, dihadapan petugas mengakui jika dirinya sudah dua kali melakukan aksi mencuri kabel fiber optik milik PT Telkom hanya tempat dan waktunya berbeda.”Sudah dua kali, pertama di depan kantor gubernur dan di Jalan Kapten Rivai, saya lihat lihat di anak sungai bekas galian kalau ada baru kita potong ini inisiatif saya sendiri,” ungkap pelaku jhonni yang pernah mendekam di Rutan Pakjo selama 1 tahun atas kasus yang sama ini.

Pelaku Jhonni, mengaku kabel curian selalu dibawa ke rumahnya, di rumah kabel yang terdapat tiga lapis di buka untuk diambil tembaga yang kemudian akan dijual ke tukang rongsokan.”Kabel saya ambil tembaganya saya juga ambil seng, kalau tembaga saya dapat 3 kilo 9 mato, saya jual tukang rongsokan yang sering jalan di kampung,” akunya.

Atas pembuatan pelaku Jhonni kini harus merasakan dinginnya dinding sel tahanan Mapolda Sumsel, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *