Residivis Kasus Pembunuhan Sempat DPO Akhirnya Dibekuk Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Sempat DPO selama 3 Bulan atas kasus jambret, tersangka Nanda Efreyadi (21) residivis kasus pembunuhan ini berhasil ditangkap jajaran Tim Opsnal Unit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, saat asik bermain judi game on line di kawasan Desjranafa Jakabaring Palembang. Selasa (7/9) sekitar pukul 17.00 Wib.

Tersangka Nanda, warga Jalan Pangeran Ratu Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberapa Ulu (SU) 1 Kota Palembang, ditangkap atas laporan korban Ermawati yang menjadi korban jambret di kawasan Deskranada Jakabaring Palembang pada minggu (6/6) malam lalu.

Dimana tersangka Nanda saat itu bersama tersangka Dwi yang kini masih buron, berhasil membawa kabur handphone Vivo Y125 milik korban, sementara korban mengalami luka lecet di sekujur tubuh, kasus tersebut sempat dilaporkan dan tangani pihak Polrestabes Palembang.

Pihak kepolisian, yang mengetahui keberadaan tersangka Nanda, Kasubdit III Jatanras Kompol CS Panjaitan,SE.MSi, langsung memerintahkan Unit 3 Jatanras, yang di pimpin langsung oleh Kanit 3 AKP I Putu Suryawan SH,SIk disampingi Panit AKP Herry Yusman, langsung bergerak cepat menangkap tersangka. Oleh petugas tersangka digelandang ke Polda Sumsel sementara barang bukti sepeda motor matik milik tersangka berada dj Polrestabes Palembang.

Kasubdit III Jatanras Kompol CS Panjaitan,SE.MSi, didampingi Kanit 3 AKP I Putu Suryawan SH,SIk dan Panit AKP Herry Yusman, membenarkan jika pihaknya berhasil meringkus DPO Jambret. “Ini pelaku 365 yang mana tersangka ini menjambret HP korban yang saat itu berada di atas motor sempat terjadi tarik menarik sehingga korban dan tersangka terjatuh di jalan,” ungkap Kompol CS Panjaitan. Kamis (9/9).

Masih dikatakan Kasubdit III Jatanras, dari catatan pihaknya tersangka yang diamankan merupakan residivis pembunuhan sadis dan Jambret. “Benar, tersangka ini sudah dua kali residivis, tahun 2016 kasus jambret di vonis 5 bulan, dan pada tahun 2017 terlibat dalam kasus 338 pembunuhan dengan vonis 3 tahun. Tersangka bekerjsama dengan rekannya berinisial D masih kita kejar,” jelasnya.

Sementara itu. Tersangka Nanda, mengakui jika dirinya sudah 3 kali berurusan dengan pihak kepolisian dengan kasus yang sama, terakhir ditangkap sedang main game on line judi slot atas kasus jambret. “Sudah tiga kali di kawasan Jakabaring dan didepan Deskranada. HP di jual teman saya, pertama saya dapat bagian dapat 135 ribu, kedua dapat 115 ribu, kalau yang ke tiga tidak dapat, uangnya untuk judi sloot” akunya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana penjara 5 tahun. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *