QRIS, Sekali Klik Berjuta Hasrat Kebaikan Terpenuhi
Teks foto: barcode QRIS Kantin Esa.
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Desi (36 tahun), pegawai kantin Esa yang berlokasi di Kompleks RSMH Palembang tampak sumringah ketika salah seorang pembeli bertanya “Bisa bayarnya pake QRIS?” Desi langsung menjawab “Bisa, silahkan scan di sini,” jawabnya ketika melayani salah seorang pembeli, Senin (22/6/2026).
Ketika ditanya, kenapa sumringah? Kenapa tidak disuruh bayar dengan uang cash saja biar gampang ngitungnya dan untuk laporan ke majikan tinggal diserahkan. Desi pun menjawab “Kalau kami tidak pake QRIS jualan di lokasi ini maka kami akan ditinggalkan pembeli, sebab rata-rata pembeli di sini lebih menggunakan QRIS daripada uang cash. Selain itu, kami karyawan lebih aman tidak memegang uang cash, maklumlah kalau uang cash banyak kemungkinan yang bakal terjadi, selisih bayar, salah memberikan kembalian uang ke pembeli, dibayar dengan uang palsu, belum lagi kalau dicuri orang, kan kami nanti yang bakal ganti uangnya alias nombokin untuk setoran ke majikan,” kata Desi sambil kembali tersenyum sumringah.

Teks foto: ms/saf – Kotak Amal Masjid Agung Kota Muaraenim yang sudah meletakkan aplikasi barcode QRIS di atasnya untuk kemudahan para jamaah atau pengunjung masjid menyalurkan sumbangan sukarelanya. Foto diambil, Sabtu (20/6/2026) sore.
Lain Desi lain pula Hamid, salah seorang pengunjung Masjid Agung Kota Muaraenim. Dijumpai Sabtu sore (20/6/2026), tampak bergegas menuju kotak amal yang ada dalam masjid kebanggaan masyarakat kota Muaraenim ini. Sambil memencet ponselnya, Hamid pun mendekati posisi barcode QRIS yang sengaja diletakkan di atas kotak amal masjid ini. “Alhamdulilah, Masjid Raya Kota Muaraenim ini sudah pake QRIS jadi lebih gampang. Bagi saya keberadaan QRIS ini banyak kebaikannya karena menghindari hal-hal seperti pencurian uang tunai dalam kotak amal, penyalahgunaan uang kotak amal oleh oknum dan sebagainya,” ujar Hamid yang juga tersenyum ketika dimintai komentarnya prihal keberadaan QRIS yang digunakan untuk Kotak Amal Masjid.
Sekarang giliran Erlan, salah seorang pengguna jasa media online yang sempat kebingungan ketika tagihan Hosting dan Domain websitenya jatuh tempo pembayaran. “Waduh, gimana ini, uang cash lagi nggak ada, saldo di mbanking juga kurang. Bayar pake apa dong?” ujar Erlan galau, Selasa (23/6/2026) malam.
Rekan kerjanya, Andre yang sempat mendengar keluhan Erlan langsung memberikan solusi. “Pake QRIS saja, nanti minta barcode-nya dan silahkan scan, langsung transaksi sekarang biar nggak lewat jatuh temponya,” saran Andre.
Erlan pun mengikuti saran Andre dengan langsung menggunakan aplikasi QRIS di layanan mbanking Bank Mandiri yang dipunyainya. “Alhamdulilah, dalam sekejap bisa teratasi. Wow, untung ada QRIS kalau tidak sudah pusing kepala mikirin tagihan yang sudah jatuh tempo ini,” kata Erlan yang juga sumringah tersenyum lega.
Tiga testimoni pengguna QRIS di atas mungkin baru segelintir pemakai yang begitu tertolong dengan keberadaan aplikasi QRIS di Indonesia umumnya dan di wilayah Sumsel, terkhusus di Palembang sebagai ibukota provinsi Sumatera Selatan. Kehidupan zaman digitalisasi saat ini sudah dituntut untuk semuanya serba praktis dan tinggal klik. Tagihan listrik, tagihan PDAM, tagihan internet berlangganan, tagihan BPJS dan sebagainya yang di zaman ini sudah dituntut dengan metode bayar digitalisasi, salah satunya dengan QRIS. Makan di warteg, makan di resto mewah di mal apalagi, termasuk beli makanan di seluruh tenant indomart, alfamart, atau minimarket serba guna lainnya yang sudah menerapkan aplikasi QRIS sebagai metode pembayaran. Beli baju, sepatu, celana, parfum di mal, wah lebih lagi tuh, tinggal klik saja aplikasi QRIS-mu di ponsel.
Prof. Dr. Sri Rahayu, MM, Ketua UMKM Sumsel, Ketua Forketas Sumsel ketika diminta komentarnya tentang QRIS, mengatakan QRIS membuka cakrawala dunia digitalisasi saat ini. “Bayangkan semua yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, semua yang dulunya serba ribet sekarang tinggal klik saja. Bagi pelaku UMKM khusus di kota Palembang ini, QRIS adalah solusi tepat berbisnis. Nggak zaman lagi pake uang cash,” ujar wanita yang selalu tersenyum ramah ini, beberapa waktu lalu.
Januari 2023, beredar di media social, video yang diunggah akun Instagram undercover.id pengamen menarik seseorang untuk memberikan apresiasi dengan memberikan uang melalui barcode QRIS yang sudah disediakan.“Pengamen zaman now pke Qris,” tulis akun Instagram undercover.id dalam keterangan video yang dimaksud, dikutip Jumat (13/1/2023).
Viral video pengamen jalanan menyediakan metode pembayaran QRIS bagi masyarakat yang ingin memberikan uang tapi tidak membawa uang tunai. Dengan demikian tidak ada lagi alasan menolak pengamen karena tidak membawa uang receh. Sebab masyarakat tetap bisa memberikan apresiasi kepada pengamen dengan scan barcode QRIS.
Foto: IST – Prof. Dr Sri Rahayu.
“Iya dong, masa zaman gini ngak pake QRIS, pengamen saja sekarang pake QRIS ketika meminta jasa selesai nyanyinya” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono beberapa waktu lalu.
Bank Indonesia khususnya perwakilan Sumsel selalu dan selalu mengaungkan keberadaan QRIS sebagai solusi bertransaksi aman, nyaman dan fleksibel. Sebut saja, “Belanja Rp 1 Pake QRIS bisa beli sembako” yang digaungkan BI Sumsel beberapa waktu lalu terkait kerjasama dengan Pemkot Palembang.

Teks foto: IST – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan (dua dari kiri) saat bincang santai, termasuk membahas keberadaan QRIS.
Jika belanja Rp 1 beli sembako pake QRIS, yang notabene mana ada di seluruh penjuru negeri ini bisa beli sembako hanya Rp 1, kecuali di BI dan itu pake QRIS.
Ini dilakukan beberapa waktu lalu, terkini Bank Indonesia Sumsel pun melakukan hal luar biasa. Salah satunya memanjakan masyarakat Palembang dengan tarif khusus LRT Sumsel hanya Rp 43. “Kita geber event ini selama pelaksanaan Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (GPR x DKG) 7th Tahun 2026 yang dilaksanakan dari tanggal 25–28 Juni 2026. Program ini menjadi salah satu daya tarik utama rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 sekaligus upaya mendorong sektor pariwisata, pemanfaatan transportasi publik, dan percepatan digitalisasi transaksi pembayaran di Sumatera Selatan. Selain itu untuk memudahkan masyarakat berkunjung ke lokasi acara Gemilang Palembang Raya di BKB,” kata Bambang.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan ini mengatakan promo LRT berlaku untuk semua masyarakat Palembang tersebut dengan syarat pembayaran digunakan QRIS yang berlaku di empat stasiun yakni DJKA, Asrama haji, Bumi Sriwijaya dan Ampera.
Bambang mengatakan penggunaan QRIS di Sumatera Selatan menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Hingga Maret 2026, nominal transaksi QRIS di Sumatera Selatan mencapai Rp2,97 triliun atau tumbuh 46,11 persen (yoy), dengan volume transaksi mencapai 29,53 juta transaksi atau meningkat 59,63 persen (yoy).
Dari sisi akseptasi, jumlah merchant QRIS telah mencapai 1,15 juta merchant, sementara jumlah pengguna QRIS mencapai 1,54 juta pengguna. “Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap transaksi digital. Namun demikian, masih terdapat ruang yang besar untuk memperluas penggunaan QRIS dan meningkatkan literasi pembayaran digital. Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia secara konsisten menyelenggarakan Digital Kito Galo sebagai salah satu strategi memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Sumatera Selatan,” ujar Bambang.
Gayung bersambut, Pemkot Palembang melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Isnaini Madani menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Palembang. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat implementasi digitalisasi pembayaran pada berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM, perdagangan, kuliner, pariwisata, dan pelayanan publik. “Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (GPR x DKG) 7th Tahun 2026 akan diselenggarakan pada 25–28 Juni 2026 di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang. Berbagai rangkaian kegiatan akan dilaksanakan, antara lain Digital Expo, Festival Kuliner dan UMKM, aktivasi QRIS, kompetisi kreatif, edukasi transaksi non-tunai, talkshow interaktif, showcase inovasi digital, hingga hiburan masyarakat,” ujarnya.

Teks foto: IST – Foto bersama usai acara, di Gedung BI Perwakilan Sumsel beberapa hari lalu.
Berdasarkan literatur internet, pada Januari 2023 Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, mengatakan QRIS bisa digunakan sektor jasa dan profesi seperti pekerja seni untuk menerima pendapatan atas usahanya secara non tunai.“Pada tahun 2021, Kemendikbud juga pernah mengajak BI untuk sosialisasi penggunaan QRIS bagi pekerja seni yang terdampak pandemi Covid agar dapat memahami penggunaannya dalam mencegah penularan Covid. QRIS juga dapat digunakan lembaga sosial dan keagamaan untuk donasi sosial dan keagamaan. Saat pandemi di 2020 dan 2021, kami juga menyaksikan beberapa musisi Indonesia melakukan concert via TV atau streaming untuk penggalangan dana kemanusiaan.,” ujar Filianingsih Hendarta seperti dilansir dari laman Kompas.com. Januari 2023.
Jadi tidaklah berlebihan jika pengamen yang juga merupakan pekerja seni memanfaatkan QRIS.Kenapa tidak, kan pengamen juga warga negara Indonesia yang berhak untuk itu dalam menerima pendapatan atas usahanya secara nontunai. Namun memang, dalam aturan yang diberlakukan untuk memiliki QRIS tidak sembarangan. Ada ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia yang mewajibkan para penyelenggara jasa pembayaran (PJP) untuk patuh pada ketentuan yang berlaku, termasuk melakukan know your customer (KYC) dalam proses pendaftaran QRIS. Bahwa pada saat pengajuan untuk memiliki QRIS, baik perusahaan, lembaga, UKM, pekerja profesional tersebut di-KYC oleh PJP. Yang dicek antara lain identitas, surat akta perusahaan, akta yayasan, tempat usaha, pendiriannya termasuk usahanya.Ini sebagai pengamanan, bahwa dengan adanya KYC itu, QRIS tidak akan disalahgunakan untuk kegiatan lain selain membantu pelaku usaha dalam sistem pembayaran. Misalnya seperti mengemis karena pengemis tidak memiliki usaha.
QRIS, dengan segala kemudahan, manfaat dan kebaikannya, semoga bagian dari upaya pemerintah Indonesia melalui perpanjangan tangan Bank Indonesia menjadi sarana efektif menjawab tantangan zaman digitalisasi saat ini. QRIS, sekali klik berjuta hasrat kebaikan terpenuhi. (saftarina)

Foto: IST – ilustrasi




