HeadlineNasionalPalembangPendidikan

PTM Terbatas Palembang Dimulai 6 September

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA –  Rapat koordinasi tentang pelaksanaan PTM terbatas yang diikuti unsur Dinas Pendidikan Kota Palembang, Pengawas dan kepala-kepala PAUD,TK, SD, SMP negeri dan swasta se-Kota Palembang yang dilaksanakan Senin (30/8) secara daring yang dipimpin H Ahmad Zulinto S.Pd, MM Kadiknas Kota Palembang. Terlebih Pemerintah provinsi Sumatera Selatan telah mengizinkan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka secara terbatas untuk setiap jenjang sekolah di Sumsel dimulai Senin ( 30/8). Namun untuk Kota Palembang yang mana PPKM masih berlangsung sampai dengan tanggal 6 September 2021 dan saat ini Palembang sudah dalam level 3 serta dari hasil evaluasi pembukaan sektor pendidikan selama masa  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) sudah bisa dimulai , maka PTM terbatas bisa dimulai.

Palembang sudah mencukupi semua indikator yang ditetapkan pemerintah pusat, seperti menurunnya angka penyebaran Covid-19, level PPKM, dan capaian vaksinasi tenaga pendidik atau guru sudah terpenuhi.  Namun ada syarat dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ) terbatas di Palembang. Syarat tersebut seperti Guru dan tendik sudah vaksin, Pertemuan tatap muka  dilaksanakan secara bertahap, akan dilakukan verifikasi sekolah yang ditunjuk angkatan pertama, verifikasi ke sekolah akan  dilaksanakan dalam minggu ini. Instrumen verifikasi disiapkan dinas dan segera disiapkan. Pertemuan  angkatan pertama dimulai tanggal 6 September 2021  dengan  sasaran 30 SMPN 30 SMP Swasta.  Untuk SD tiap kecamatan 3 SDN dan 2 SD swasta. Selanjutnya pada Minggu berikutnya ditambah lagi sasaran sekolah boleh Pertemuan Tatap Muka Terbatas. Sampai semua sekolah sudah melaksanakan pertemuan secara normal.

Pertemuan pembelajaran (PTM) terbatas dilaksanakan 2 x seminggu dengan durasi 2 jam peserta didik 50%. Tiap rombongan belajar  dibagi 2 shift dengan  shift 1 07.30 – 09.30, shift 2 08.30 – 10.30, shift 3 10.00 – 12.00. Pertemuan Tatap Muka terbatas akan  berjalan dengan baik bila semua warga sekolah berpartisipasi.dan satgas gugus tugas di sekolah melaksanakan tugas dengan baik. Serta tidak ada kerumunan orang tua menunggu anak di sekolah. Prokes ketat dilaksanakan supaya terhindar klaster covid. “ Tidak ada pemaksaan anak harus ikut penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas ini. Keputusan boleh ikut atau tidak dalam PTM adalah izin dari orang tua khususnya peserta didik SD ,“  kata Zulinto Ka Diknas Kota Palembang.   Meskipun beberapa bulan terakhir sebagian besar oangtua murid menginginkan segera diberlakukan pembelajaran tatap muka, akan tetapi kita tidak ingin adanya klasterisasi di sekolah. “Harapan kami tentunya pandemi ini cepat –cepat selesai, sehingga anak-anak bisa belajar normal kembali. Jadi anak-anak bisa menikmati sebagai generasi emas bangsa agar tidak ketinggalan pengetahuan.” kata Ch Tri Tami salah satu pendidik di Palembang.  (daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *