HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMA Xaverius 2 Palembang

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila hadir sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan karakter profil pelajar Pancasila peserta didik. Tidak ketinggalan SMA Xaverius 2 Palembang yang berlokasi di Jalan Sukabangun Km 6 Palembang merupakan salah satu sekolah yang menerapkan kurikulum Merdeka Belajar melaksanakan poyek penguatan profil pelajar Pancasila ini. Harapan dan tujuan para peserta didik dan lulusannya di SMA Xaverius 2 Palembang dapat menerapkan kompetensi dan karakter sebagai profil pelajar Pancasila yang merupakan gambaran pelajar Indonesia, akhirnya menjadi pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai- nilai Pancasila. Berdasarkan Permendikbudristek No. 56/M/2022, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yag disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Y Subardan Kepala SMA Xaverius 2 Palembang ketika awak Media Sriwijaya berkunjung pada Sabtu ( 5/11/2022) menjelaskan bahwa melalui proyek ini, peserta didik diajak untuk mengamati lingkungan di sekitarnya dalam rangka menemukan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada. Sinergi yang terbentuk didukung ekosistem satuan pendidikan menjadi kunci pengembangan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pentingnya penerapan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dalam mengembangkan sikap gotong royong dan kreativitas pada peserta didik. “Budaya sekolah yang positif kunci utama munculnya sinergi peserta didik dalam mewujudkan karakter gotong royong dan kreativitas,” ungkap Subardan.

Menurut Nyimas Heni salah satu guru di SMA Xaverius 2 Palembang, profil pelajar Pancasila diharapkan beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan, global, bergotong royong, mandiri dan kreatif. Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan suatu yang orisinal bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Gagasan ini terbentuk dari yang paling sederhana seperti ekspresi pikiran dan atau perasaan sampai dengan gagasan yang dialami tindakan yang orisinal berupa reprensentasi kompleks, gambar, desain, penampilan, luaran digital, realitas virtual. Berpikir mengenai bagaimana jalannya proses berpikir hingga sampai pada suatu kesimpulan. Berkebinekaan global adalah pelajar yang mempertahankan budaya luhur, dengan cara berpikir terbuka dalam interaksi budaya lain atau saling menghargai tanpa adanya pertentangan. Budaya adalah kreasi dan kebiasaan terulang atau secara turun temurun. (daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *