HeadlineinternasionalNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

Prof Nyayu, Rektor UIN RF Wakili Delegasi Indonesia Terima Plakat Kehormatan di 2nd Asean Countries Conference 2022

BALI, MEDIASRIWIJAYA – Rektor UIN RF Palembang, Prof. Dr. Hj. Nyayu Khadijah, S.Ag., M.A mendapat kehormatan mewakili Delegasi Indonesia menerima Plakat Kehormatan di 2nd Asean Countries Conference pada acara Penutupan, Jumat (23/12). “Ibu tadi dapat penghargaan mewakili seluruh delegasi dari Indonesia menerima Plakat kehormatan dari Acara 2nd Asean countries conference kerjasama Kementerian Urusan Agama Islam Kerajaan Saudi Arabia dan Kementerian Agama RI,” kata Prof Nyayu melalui pesan singkat WhatsApp-nya, kemarin.


Prof Nyayu menjadi delegasi atas undangan resmi dari Kementerian Agama RI. Konferensi Islam ASEAN ke-2 yang dihelat mengusung tema besar ‘Khairu Ummah’ atau Umat Terbaik.
2nd Asean Countries Conference dibuka resmi oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin dengan ikuti sebanyak 140 peserta. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI cq. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Menteri Pengurusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Kerajaan Saudi Arabia. Acara ini berlangsung selama tiga hari sejak 21 s/d 23 Desember 2022 bertempat di Hilton Bali Nusa Dua Selatan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali.


Kehadiran Prof Nyayu dalam acara konferensi ini sebagai salah satu peserta aktif mewakili UIN RF Palembang. Konferensi diikuti oleh 140 peserta dari kalangan pimpinan ormas Islam, tokoh agama, dan akademisi dari seluruh negara-negara ASEAN 62 di antaranya berasal dari Indonesia termasuk Prof Nyayu.
Tema besar yang diusung dalam Konferensi Islam ASEAN ke-2 adalah “Khaira Ummah” atau Ummat Terbaik. Konferensi ini dihelat dalam rangka memperkuat hubungan dan dakwah di negara-negara ASEAN. Tujuan itu disebutkan dalam surat undangan yang disampaikan oleh Kementerian Agama RI kepada para peserta konferensi.


Dilansir dari wapresri.go.id, Wakil Presiden mengajak seluruh umat Islam, baik di Indonsia maupun di wilayah ASEAN untuk bersama-sama meneguhkan posisi umat Islam dalam kancah global demi terwujudnya perdamaian dan tegaknya marwah kemanusiaan.“Saya juga mengharapkan perhelatan ini perhelatan ini semakin menumbuhkan prospek sekaligus menguatkan kerja sama negara-negara ASEAN dan Arab Saudi I berbagai aspek, utamanya di bidang pendidikan dan riset untuk mengakselerasi tercapainya generasi unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” ucap Wapres.
Senada dengan Wapres, Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi, Syeikh Abdullatif bin Abdul Aziz, menyampaikan umat terbaik sama halnya dengan umat yang moderat, yakni yang menjalankan kebaikan-kebaikan dalam bentuk moderasi. Ia juga menakankan saat ini dunia membutuhkan konsep khoiru ummah, yang menerapkan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. Sesi awal dalam Konferensi Islam ASEAN ke-2 adalah dialog yang bertajuk Khairatul Ummah fil ‘Ilmi wal ‘Amali atau Menuju Umat Terbaik dalam Pengetahuan dan Amal. Pada sesi ini menghadirkan beberapa narasumber, yaitu: Prof. Dr. Muhammad bin Umar Bazmol, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., Syeikh Sa’ad bin Syayim Al Anzi, dan Dr. Abdullah Al Jadi’.Turut hadir dalam konferensi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam A. Abid Al-Thagafi, Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan pendamping Wakil Presiden RI yang terdiri dari Sekretariat Wapres, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Staf Khusus Wapres Bidang Kkomunikasi dan Informasi, Staf Khusus Wapres Bidang Umum, serta Tim Ahli Wapres.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi pada acara Penutupan mengajak negara anggota ASEAN untuk bersinergi dalam penguatan moderasi beragama. Menurutnya, dengan kolaborasi semua pihak, terutama negara ASEAN, upaya-upaya penguatan moderasi beragama, penerapan Islam wasathiyah, pencapaian Khairu Ummah dapat dilakukan dengan baik. “Saya mengajak kita semua untuk terus menguatkan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi, kini dan seterusnya, agar keharmonisan dan kemaslahatan bersama dapat diraih, agar nilai-nilai luhur Islam mewujud dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan seluruh alam, kulluhum ajma’in. Semoga hasil konferensi ini dapat memberi manfaat dan penyemangat bagi upaya-upaya penguatan moderasi beragama, untuk membangun masyarakat terbaik atau khairu ummah,” sambung Wamen di depan Wakil Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi dan ratusan delegasi Konferensi Islam ASEAN, Jumat (23/12/2022).
Ia menambahkan Kementerian Agama sangat mendukung usaha bersama lintas negara untuk memajukan wasathiyyatul Islam, atau bahasa lainnya moderasi Beragama, sebagai salah satu upaya membangun khairu ummah atau umat terbaik.
Tentu sangat beralasan, lanjut Wamenag, bahwa dewasa ini mendiskusikan konsep dan implementasi moderasi beragama atau wasathiyyatul Islam ini. “Kita memiliki kondisi-kondisi yang meskipun beragam dan unik untuk berbagai negara, namun ada kesamaan atau kemiripan yang mempertemukan hajat dan mission kita. Karenanya, ikhtiar untuk terus meyakinkan semua warga bangsa bahwa keragaman adalah anugerah, penting dilakukan. Menegaskan bahwa perbedaan bukan untuk dibeda-bedakan, melainkan menjadi mozaik yang indah untuk kita rayakan bersama,” tutup Wamen.

Adapun hasil dari Konferensi Islam ASEAN ke 2 ini di antaranya ada rumusan 10 poin.
* Memperkuat kerja sama dan sinergi negara ASEAN dan Arab Saudi dalam isu keagamaan dan diseminasi Moderasi Beragama (Wasathiyatul Islam);
* Memperkokoh persatuan umat Islam sebagai upaya kontributif terhadap berbagai tantangan keumatan yang dihadapi dunia internasional, baik di bidang politik, ekonomi, agama, sosial, budaya, lingkungan, dan iklim;
* Meneguhkan peran tokoh agama, cendekiawan Muslim, akademisi, dan Organisasi Kemasyarakatan Islam dalam mewujudkan dan menguatkan ketenteraman melalui pembentukan umat unggul yang berakhlak mulia;
* Mewujudkan Khairu Ummah (Umat Terbaik) dengan amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan), nahi munkar (mencegah dari kemunkaran), dan beriman kepada Allah dengan terus mewujudkan sikap saling menghormati dan menghargai keberagaman budaya di masing-masing negara;
* Mengajak pada kebaikan (amar ma’ruf) tidak sebatas pada ibadah ritual, tetapi juga dalam upaya menjaga negara baik di bidang ideologi, politik, sosial, budaya, lingkungan, ekonomi, pertahanan dan keamanan;
* Mencegah kemungkaran (nahi munkar) dilakukan dengan cara-cara yang baik dan dilakukan terhadap berbagai anasir disintegritas bangsa termasuk dalam rangka mewaspadai masuk dan berkembangnya paham ekstrem dan terorisme serta melawan semua jenis hoaks, kebohongan, disinformasi dan intoleransi;
* Meneguhkan komitmen seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan umat teladan yang menjadi pionir tegaknya kemaslahatan dan keadilan;
* Mengarusutamakan Wasathiyyatul Islam sebagai praktek keagamaan yang moderat, toleran dan adil layak digaungkan di dunia internasional sebagai solusi atas ancaman konflik kemanusiaan di dunia global;
* Penguatan peran filantropi Islam dan lembaganya sebagai salah satu instrumen sumberdaya untuk mewujudkan generasi mandiri dan sejahtera di tengah ancaman krisis pangan yang dihadapi dunia;
* Memperkuat peran perempuan dan keluarga dalam bidang pendidikan, sosial, politik, ekonomi dan budaya untuk mewujudkan khairu ummah.

2nd ASEAN Countries Conference in Indonesia 2022 terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama RI dengan Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi. Konferensi ini diikuti 140 peserta dari negara-negara ASEAN dengan menghadirkan narasumber para pimpinan ormas Islam, tokoh agama, dan akademisi dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Laos, Myanmar, Vietnam, Timor Leste, dan Arab Saudi.
Hadir dalam penutupan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi serta Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. (saf/net)

Keterangan foto: ist (net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *