Prof Khodijah Rektor UIN RF Dipercaya Jadi Bendahara SPAN
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Prof Dr Hj Nyayu Khadijah, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dipercaya menjadi Bendahara SPAN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional). Demikian rilis yang diterima Humas UIN RF, kemarin, Senin (3/1).
Mengawali tahun baru 2022, SPAN menggelar Forum Diskusi Grup (FGD) yang dilaksanakan di Hotel Harris Vertu DKI Jakarta. FGD Koordinasi SPAN-UMPTKIN 2022 diketuai Rektor UIN Semarang. “Berbahagia kita sore hari ini untuk memulai sesuatu yang baik pada awal tahun 2022 ini. FGD SPAN-UMPTKIN yang pertama secara lengkap ini, dilaksanakan karena semakin dekatnya waktu pelaksanaan. Mudah-mudahan ada percepatan regulasi terkait dengan tentang kepanitiaan. Panitia hari ini adalah gabungan antara panitia yang telah berpengalaman lama dalam SPAN-UMPTKIN, dengan menambahkan yang baru, untuk tujuan kaderisasi. Ukuran sukses kepanitiaan saat ini, bertambah jumlah pendaftar, dan juga kualitas pendaftar. Penguatan IT dari sisi security. Supaya data kita terjaga dengan sebaik-baiknya. Penguatan soal dari sisi moderasi beragama yang menjadi mandatory oleh kepemimpinan saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Pimpinan PTKIN Prof. Mahmud (Rektor UIN Sunan Gunung Jati Bandung) dalam sambutannya mengatakan “Alhamdulillah selama ini kerja berhasil, dan selalu ada Inovasi. Inovasi-inovasi sangat didukung. Kepanitiaan SPAN PTKIN bukan pekerjaan yang berat. Hanya saja butuh kebijakan dan keejasama yang dapat mengayomi semua PTKIN,” ujarnya.
Direktur Jenderal Kemenag RI Prof. DR. Ali Rhomdani Mahmud mengatakan FGD ini merupakan hari pertama bekerja. “Hari ini adalah hari pertama kita bekerja pada tahun 2022. Sebuah penataan harus kita lakukan satu langkah di depan, setiap aktivitas kita adalah pioner. Quality is adalah tradisi kita. Kita akan melakukan langkah-langkah yang terdepan: Cita-cita kita memberikan yang terbaik. Pionir: Perencanaan yang baik: Pekerjaan yang tidak direncanakan dengan baik, sebenarnya kita telah merencanakan kegagalan. Improvement: Peta jalan yang dibuat dengan baik. yerukur dan terarah. Selanjutnya, Well organiz; Efective dan Efisien: Mengarah pada penggunaan teknologi kekinian,” ujarnya seraya menambahkan bahwa PTKIN sesungguhnya menyediakan pendidikan tanpa diskriminasi. “Kita harus belajar dari output, outcome, bonafit dan inpact. Untuk meneguhkan PTKIN. SMART: Sinergy, Meaningfull, Achivable yang kita rancang harus bisa kita sampai, Relevan, Time Bonding: Tidak ulur-ulur waktu. Kita tidak melakukan sesuatu baru, maka ke depannya harus terus menjadi lebih baik.,” tambahnya.
Kegiatan ini selain dihadiri langsung Rektor UIN Raden Fatah selaku Bendahara SPAN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional), hadir juga Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, Kepala Biro AUPK, Kepala Biro AAKK dan Tim UIN Raden Fatah Palembang. (rel)






