Polsri Tuan Rumah Forum In Research Science and Technology Kick Off Program Penguatan Ekosistem Kemitraan Wilayah Sumsel – Babel
Keterangan foto: Direktur Polsri (Politeknik Negeri Sriwijaya) Dr. Ing Ahmad Taqwa MT saat penandatanganan MoU.
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan Forum In Research Science and Technology Kick Off Program Penguatan Ekosistem Kemitraan Wilayah Sumsel – Babel yang diikuti sekitar 14 perguruan tinggi di Indonesia, bertempat di The Wyndam Hotel Palembang, Selasa (31/10).
Hadir Deputi Kemenko PMK Prof Warsito, Direktur Fasilitas Pendidikan LPDP Ir Wisnu Sardjono Soenarso M Eng, Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI Kemendikbudristek Uuf Brajawidagya, ST, MT, PhD, Sekda Prov Sumsel Supriono, Direktur Polsri (Politeknik Negeri Sriwijaya) Dr. Ing Ahmad Taqwa MT, Pj Sekda Lubuklinggau, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, serta para peserta dari berbagai provinsi. Pada kesempatan ini hadir juga Atase Pendidikan Cina yang bertindak sebagai keynote speaker pada seminar internasional plus.

Direktur Polsri (Politeknik Negeri Sriwijaya) Dr. Ing Ahmad Taqwa MT, yang dalam hal ini diwakili Ade Silvia Handayani, ST,MT mengatakan kegiatan yang dilaksanakan saat ini adalah Kick off peluncuran Program Kemitraan Ekosistem yang berbasis potensi daerah wilayah Sumsel dan Babel. “Bersamaan seminar internasional dan seminar nasional pengabdian masyarakat. Kita gabungkan beberapa kegiatan. Polsri kegiatan eksistem sebagai tuan rumah. Ada 14 perguruan tinggi vokasi yang terlibat di antaranya dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata. Pada kesempatan ini ada juga kita undang Atase Pendidikan Cina yang jadi keynote seminar internasional plus,” ujar Ade.

Ketua Program Kemitraan Ekosistem Berbasis Kemitraan Daerah yang juga sebagai Dosen Polsri ini lebih jauh menjelaskan bahwa ekosistem merupakan program Kemendikbud yang didanai LPDP yang bermuara pada sebuah kebijakan publik tentang tenaga kerja vokasi yang dibutuhkan dan berdasarkan potensi yang ada di daerah. “Workshop planning bagaimana pemetaan tenaga kerja berdasarkan kebutuhan daerah. Ada juga inovation planning. Sesuai dengan potensi daerah dan inovasi apa berdasarkan tenaga kerja yang ada dan potensi yang ada. Akhirnya keluar kebijakan publik untuk pemerintah Sumsel dan Babel. MOU ini penandatanganan dengan beberapa mitra studi,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI Kemendikbudristek Uuf Brajawidagda, ST, MT, PhD mengatakan kegiatan yang dilaksanakan ini adalah Program penguatan sistem kemitraan basis menumbuhkan inovasi berdasarkan potensi daerah. Tiga tahun dilaksanakan didanai LPDP. Tahun pertama buat rancangan kebutuhan daerah itu apa untuk menguatkan basis rancangan kegiatan kebutuhan daerah yang bersangkutan itu apa. Ada 20 kelompok perguruan tinggi yang ditugaskan di antaranya di Yogyakarta sebagai tempat pertama dan ini di Palembang sudah yang ke 16 . “Kita pengen punya basis. Potret penelitian seperti apa ke depan. Inovasi apa yang pas seperti di Palembang pempek atau lahan gambut atau potensi perikanan tangkap atau yang lain. Potret itu yang kita belum punya. Makanya di tahun pertama ini salah satunya inovasi planning. Polsri, Babel dan sebagainya berinteraksi dengan berbagai stakeholder di daerah dan di situlah kemitraan tumbuh. Kemitraan penting supaya lebh kompleks. Bahkan libatkan industri. Dengan cara itu bisa lebih baik hasil yang didapat. Berkolaborasi dengan berbagai pihak. Kolaborasi berbagai pihak dan melibatkan industri maka hasilnya juga akan lebih maksimal. Setelah tiga tahun pasca kegiatan ni akan dievaluasi dan diinovasi sesuai dengan konteks Sumsel,” ujar Uuf.

Di tempat yang sama, Wakil Direktur Kemahasiswaan Akamigas Babel, Ir Roby Cahyady ST MT. mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk berkolaborasi. “Tujuan kepentingan vokasi. Kami dari Babel survei sendiri, Polsri sendiri. Namun dengan adanya konsorsium diharapkan ada kebersamaan. Poltek dan Akamigas yang ada di Sumsel, yang ada di Babel bekerjasama dengan adanya konsorsium dengan pemerintah daerah mulai dari Pemprov, pemerintah kabupaten kota dan dinas terkait. Pemerintah daerah terlibat semua sehingga ke depan pemerintah butuh apa dan program kami menyesuaikan. Di akhir kegiatan ada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berdasarkan hasil diskusi, penelitian kami dengan pemerintah daerah, dunia industri, dunia usaha dan pemerintah,” katanya seraya menambahkan bahwa setelah kick off, selanjutnya bekerja dalam bentuk penelitian dengan stakeholders dari dunia industri dan pemerintah. dan dalam program ini untuk 3 tahun. Setelah hari ini awal pertengahan tahun depan itu untuk yang pertama dan akan muncul kebijakan-kebijakan yang nantinya dipergunakan untuk acuan program ke depan,” katanya.
Pada kesempatan ini dilakukan juga penandatanganan Perjanjian Kerjasama (Memorandum of Understanding – MoU) antara Polsri dengan beberapa mitra di antaranya dengan Sucofindo, E-Forte, PT Mitra Tambang Sejati, CBN, Politeknik Akamigas dan SMK Suak Tapeh Banyuasin. (saf)




