HeadlineLubuk LinggauNasionalPolda Sumsel

Polda  Sumsel Pilot Project Pusdokkes Polri dan BNN Pusat

 

  • Dalam Rangka Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM)
  • Bagi Korban Penyalahgunaan Narkoba

PALEMBANG,  MEDIASRIWIJAYA – Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigjen Pol DR dr Rusdianto MM MSi DFM, secara daring membuka Sosialisasi  dengan tema ‘Program Rehabilitasi Intervensi Berbasis Masyarakat dan Pengembangannya Bagi Kasubbiddokpol’, Rabu (18/7).

Sosialisasi dilaksanakan dengan sistem daring, bukan hanya diikuti oleh Kasubbiddokpol dari 34 Polda seluruh Indonesia, perwakilan BNNP serta 2 orang dari BNN perwakilan Kabupaten / Kota penyelenggara Kabupaten Lubuk Linggau dan Kabupaten Pagar alam, serta kepala Rumah Sakit Bhayangkara setempat.

Pusdokkes Polri dengan membentuk Agen Pemulihan dalam pengembangan program rehabilitasi Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) guna mewujudkan Indonesia Bersinar atau bersih dari narkoba. Mengingat di tengah pandemi covid – 19 permasalahan narkoba dan penanganan korban penyalahgunaan serta pencandu narkoba tetap menjadi prioritas penting, “Pusdokkes Polri berperan secara aktif dengan memberikan layanan rehabilitasi korban penyalagunaan dan pecandu narkoba, Oleh karena itu implementasi sinergitas akan turut dioptimalkan dan dikembangkan serta diharmonisasikan menjadi kegiatan nyata dalam rangka memberikan kontribusi terbaik Pusdokkes Polri guna mewujudkan Indonesia Bersinar,” ungkap Brigjen Pol DR dr Rudianto.

Diharapkan para Kasubbiddokpol ini ke depannya berkoordinasi dengan BNNP dan BNNK Bidang Rehabilitasi terkait kegiatan pelatihan bagi Bintang Kesehatan terutama yang ada di Bidokkes Polres, sekaligus mendukung fungsi Bhabinkamtibmas dan  Resnarkoba pada Program Kegiatan Kampung Tanggu Anti Narkoba serta Desa Bersinar.

Setidaknya, untuk pilot proyek yang akan dilaksanakan di Biddokes Polda Sumsel, bekerjasama dengan BNN Kabupaten Lubuklinggau Sumsel (ada 3 kabupaten/kota yaitu Mura, Muratara dan Lubuk Linggau) dan BNN Kota Pagaralam. “Harapan saya agar pelaksanaan kegiatan di wilayah Polda Sumsel dapat menjadi stimulus dan pendorong terwujudnya kegiatan Bintara Kesehatan sebagai agen pemulihan pada masing-masing Polda,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan Kepemimpinan Nasional ( PKN) TK II ANGKATAN XII PPSDM BNN RI AKBP dr Effri Susanto selaku Kasubag Binopsnalmed Pusdokkes Polri. Dalam mengoptimalkan peranannya dalam rangka menyukseskan rencana aksi nasional P4GN berjudul ‘ Aktualisasi Peran Bintara kesehatan Polri sebagai Agen Pemulih dalam Pengembangan Program Rehabilitasi Intervensi Berbasis Masyarakat  Guna Mewujudkan Indonesia Bersinar’.

Sementara itu,  Kompol dr Mansuri, selaku Kasubbiddokpol Biddokes Polda Sumsel mengatakan dengan adanya Agen Pemulihan bagi pecandu narkoba di Indonesia, bukan hanya berasal dari Polri saja akan tetapi semua pihak seperti TNI dalam hal ini Babinsa, BNN, dan Pemerintah setempat hingga perangkat desa. “Dengan adanya Program Desa Bersinar, penguna ini dibagi menjadi dua kategori,  yang ringan dia cukup dengan IBM yang akan kita Pilot Proyek nanti, jika yang sedang berat dia harus diinapkan, di sini kita butuh Agen Pemulihan dari warga desa yang ditunjuk langsung oleh kepala desa atau lurah. “Nanti mereka ini (kades dan lurah) akan berkoordinasi dengan babinsa, bhabibkamtipmas dan Bintara Kesehatan, untuk melakukan pemetaan dan konsling,” ungkap Kompol dr Mansuri, saat ditemui di ruang kerjanya,  Kamis (19/8).

Rencana Pilot Proyek di Sumsel, dituturkan Kompol dr Mansuri, dilaksanakan di empat Kabupaten Kota di Sumsel, akan tetapi mengingat Kabupaten Mura dan Muratara Kantor BNNK- nya masih bernaung di Kota Lubuk Linggau dijadikan satu dan juga dilaksanakan di BNN Kota Pagaralam. “Untuk Pilot Proyek yang akan dilaksanakan di Sumsel ada 4 daerah yaitu Pagar Alam ada BNNK, kemudian Lubuk Linggau dalam BNNK Lubuk Linggau  membawahi 3 kabupaten seperti Lubuk Linggau, Muratara dan Mura, nanti akan diambil satu atau dua desa sebagai percontohan,” jelasnya.

Untuk sistem pelaksanaannya nanti, dijelaskan Kompol dr Mansuri, rencana petugas kesehatan dari Polda akan dilatih, kemudian barulah pihaknya akan melatih Bintara Kesehatan di 4 Polres tersebut. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *