Polda Layangkan Surat ke BI Minta Izin Otoritas

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA –  Uang Rp 2 Triliun kembali memasuki babak baru. Setelah sempat heboh kemaren dengan status dan kebenaran keberadaan uang yang hendak dihibahkan keluarga almarhum Akidi Tio melalui anaknya Heryanti , kali ini Polda Sumsel melanjutkan kerja dengan melayangkan surat resmi ke Bank Indonesia (BI) untuk meminta izin otoritas. “Penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel, saat ini berkoordinasi dengan pihak bank sesuai UU Perbankan, yang menyangkut nama, jumlah, saldo, angka, dan nomor rekening semua terlindung dalam UU Perbankan.  Proses penyelidikan masih menunggu izin bank. Hari ini surat sudah kita buat dan sudah kita layangkan ke BI untuk meminta izin otoritas. Kita sedang menunggu izin untuk mengali keterangan lebih dalam. Saat ini ada 5 saksi yang diperiksa akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada saksi lain,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Selasa (3/8).

Masih menurut Kombes Pol Supriadi,  setelah pihaknya mengklarifikasi keabsahan uang Rp 2 triliun langsung kepada pihak Bank Mandiri, yang ternyata ‘Saldo Tidak Mencukupi’. “Perkembangan terakhir, hasil koordinasi dan pengecekan di Bank Mandiri di Sumsel, kita dapat klarifikasi dari pihak Bank bahwa saldo yang ada pada rekening tersebut saldonya tidak cukup,” ungkap Kombes Pol Supriadi, didampingi Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Sumsel, setelah berkoordinasi dengan pihak bank bahwa pada rekening Heryanty tersebut saldo tidak mencapai Rp 2 triliun, rencananya akan diterima pihak Polda Sumsel melalui Bidang Keuangan (Bidkue). “Terkait nama pemilik rekening, saldonya dan data nasabah ini rahasia bank yang tidak bisa diberikan ke pihak kepolisian, mereka hanya menyatakan saja ‘saldo tidak cukup’, untuk penerima sana Rp 2 triliun, kita membuka rekening atas nama Kabid Keuangan,” ujarnya.

Saat ini Penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi, dalam kasus hibah dana 2 triliun, selain Heryanty, suami dan anaknya. Dokter keluarga Prof DR Hardi Darmawan, penyidik juga akan meminta keterangan dari pihak Perbankan dan lain lain, terkait keterangan saksi Heryanty.”Kita akan dalami tahap berikutnya baik itu dari pihak perbankan atau pihak terkait, akan kita kroscek dengan keterangan Heryanty,” jelasnya.

Rencana pihak penyidik Selasa (3/8) akan melanjutkan pemeriksaan saksi utama Heryanty, Dijadwalkan Heryanty akan menjalani pemeriksaan pukul 09.00 Wib atau pukul 13.00 Wib, akan tetapi saksi utama Heryanty mendadak sakit, sehingga petugas yang datang ke rumah Heryanti di kawasan Jalan Tugu Mulyo Kecamatan Ilir Timur (IT) 1 Palembang menunda pemeriksaan lanjutan, dan Heryanty masih dengan status saksi. Bahkan mengetahui saksi utama sakit, sebuah  ambulan dari Dinas Kesehatan Sumsel tiba, dan seorang dokter dan perawat masuk ke dalam rumah 1916 miliknya. “Rencananya hari ini kita akan melanjutkan pemeriksaan namun yang bersangkutan kondisinya kurang sehat sehingga kita tunda untuk pemeriksaan hari ini, untuk status Ibu Heryanty sampai saat ini yang bersangkutan masih dalam status saksi,” jelas Kabid Humas Polda Sumsel.

Sementara itu. Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan. Terkait hubungan kasus di Polda Metro, ditegaskan bahwa kasus tersebut tidak ada hubungan dengan saksi utama Heryanty. “Itu sudah kita ketahui tetapi memang kasus di Polda Metro Jaya tidak ada kaitanya baik itu orang maupun locus dan tempusnya jadi tidak ada kaitannya dengan kasus yang kita tangani,” ingatnya. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *