HeadlinePalembangPendidikanSUMSEL

PKM Dosen Universitas Tridinanti:Penerapan Teknologi Biopori dan Biogranul Kompos dalam Pengelolaan Sampah Organik di Kelurahan Sialang

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Maka dari itu kegiatan PKM ini merupakan kewajiban bagi dosen untuk mengabdikan ilmunya kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Kegiatan PKM ini diselenggarakan di Kelurahan Sialang Kecamatan Sako Palembang. Rangkaian kegiatan PKM diselenggarakan dari tanggal 27 Juli 2023 sampai dengan 23 Agustus 2023. Tema yang diangkat dari kegiatan PKM ini adalah “Penerapan Teknologi Biopori dan Pengelolaan Sampah Organik menjadi biogranul Kompos”. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh 3 Dosen dari Fakultas Teknik, dan 4 orang mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri Universitas Tridinanti dan bekerjasama dengan lurah dan warga di Kelurahan Sialang.

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini didanai Oleh Kemdikbud Ristekdikti Tahun 2023 kepada tim dosen Unanti yang terdiri atas  Ibu Selvia Aprilyanti, S.T, M.T;  Bapak Hariman Al Faritzie, S.ST, M.T dan Ibu Winny Andalia, S.T, M.T. Tim Pengabdian ini bersama Mahasiswa melakukan sosialisasi tentang pentingnya fungsi biopori kepada masyarakat setempat pada 3 Agustus 2023 kantor Lurah di Kelurahan Sialang, Kecamatan Sako Palembang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di sekitar Jalan Selincah Raya Kelurahan Sialang Kecamatan Sako Palembang ini bertujuan untuk melaksanakan penyuluhan, pelatihan dan penerapan langsung pembuatan biopori yang melibatkan masyarakat. Tidak hanya penyuluhan tentang biopori. Kawasan pemukiman di Jalan Selincah Raya Kelurahan Sialang Kecamatan Sako Palembang berada di aliran kanal air, sehingga setiap hujan deras selalu terjadi luapan yang mengakibatkan banjir. Banjir menjadi bagian dari masyarakat yang kerap terjadi pada setiap tahun dan mengganggu kenyamanan para penghuni dalam menempati permukiman di kawasan tersebut.

Pada 3 Agustus 2023 dilaksanakan penyuluhan materi tentang biopori oleh Ibu Selvia Aprilyanti, S.T, M.T yang menjelaskan bahwa biopori adalah lorong atau lubang di tanah yang dibentuk oleh flora atau fauna. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara dan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah karena yang sehat adalah tanah yang banyak mengandung biopori. Teknologi ini adalah teknologi tepat guna ramah lingkungan untuk mengatasi banjir. Lubang yang kita buat kemudian dimasukkan sampah organik yang akan memicu biota tanah antara lain yaitu seperti cacing dan semut serta akar tanaman membuat rongga-rongga atau lubang di dalam tanah yang disebut biopori. “Untuk membuat teknologi biopori ini, masyarakat tidak memerlukan lahan yang begitu luas. Masyarakat dapat membuatnya di halaman rumah dan di pinggir rumah tinggalnya. Dengan menerapkan teknologi biopori di sekitar rumah kita, maka setiap penghuni pada permukiman sudah membantu menyediakan resapan air saat terjadi hujan. Selain untuk mengatasi banjir, pembuatan teknologi biopori ini juga dapat bermanfaat untuk menyediakan pupuk kompos dan dapat menyuburkan tanah di pekarangan rumah kita,” papar Selvia Aprilyanti, S.T, M.T yang juga merupakan Ketua Tim Pelaksana dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini.

Selanjutnya dilakukan praktek penerapan biopori di halaman warga pada tanggal 22 – 23 Agustus 2023 yang dibantu oleh 2 orang pembantu lapangan yang berasal dari warga setempat. “Nantinya setelah 2-3 bulan sampah organik ini akan menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman,” ujar Selvia Aprilyanti.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Dosen Fakultas Teknik Unanti ini, masyarakat mulai menyadari peran mereka pada permukiman yang rawan banjir untuk menciptakan lingkungan sekitar yang asri di daerah tempat tinggal mereka. Dalam proses penyuluhan tersebut, masyarakat sangat antusias dan terdorong untuk terlibat dalam mengatasi banjir di lingkungan mereka. “Melalui kegiatan penyuluhan penerapan teknologi biopori seperti ini kami menjadi sadar, ternyata masyarakat dapat juga berusaha untuk meningkatkan kualitas lingkungannya sendiri. Istilahnya kegiatan dari masyarakat  dan untuk masyarakat juga. Sebenarnya kami berharap lebih banyak lubang biopori yang dapat dibuat di lingkungan tempat tinggal kami. Dengan kegiatan ini, kami menyadari kalau setiap warga dapat membuat sendiri pada tempat tinggal masing-masing,” kata Dan Iqbal, S.Ip, Lurah di Kelurahan Sialang Kecamatan Sako Kota Palembang. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan gambar : Selvia Aprilyanti, S.T, M.T saat memberi penjelasan terkait biopori

Keterangan : Photo Bersama Bapak Dan Iqbal, S.Ip (Lurah di Kelurahan Sialang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *