Perjuangan Pak Erman, Jadi Tukang Sol Sepatu dan Hidup Sebatang Kara
PALEMBANG,MEIDASRIWIJAYA – Pak erman seorang tukang sol sepatu yang masih harus berjuang untuk membiayai hidupnya sendiri. Baginya hidup itu memang perjuangan, bahkan diusianya yang senja beliau masih punya semangat untuk berjuang hidup.
Meski tak lagi muda, pak erman masih terus bersemangat menekuni profesi langka sebagai tukang sol sepatu di Desa Gunung Ibul. Di tengah kemajuan zaman dan makin canggihnya produsen sepatu, pak erman yang telah menekuni profesi tukang sol sepatu mengaku, makin jarang orang datang untuk memperbaiki sepatunya.
Diusianya yang sudah tak mampu lagi menopang beban berat. Tapi masih saja ada beban yang harus dia pikul dipundaknya yang mulai membungkuk. Keringatnya mengalir setiap kali rasa lelah dan penat di tubuhnya. Tak ada binar bahagia diraut wajah nya, yang ada hanya gambaran rasa lelah yang dia tanggung begitu lama.
Pak Erman setiap harinya harus pulang pergi naik ojek dari terminal pasar lorong pematang menuju lapaknya di gunung ibul yang jaraknya begitu jauh dari rumahnya sekitaran 10 kilometer. Ia juga harus membayar sewa lapak yang pak Erman tempati. “Setiap pagi sekira pukul 08.30 WIB saya sudah berada di lapak pusat pasar Desa Gunung Ibul, demi mengais rupiah untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya
Belakangan diketahui Erman telah melakoni usaha sol sepatu selama 4 tahun terakhir secara eksis. Kemahiran hasil karyanya kini dijadikan sebagai mata pencaharian utama untuk kebutuhan sehari-hari.
Setelah 4 tahun menjadi tukang sol sepatu pak Erman hanya mendapatkan penghasilan yang tidak tentu paling kecil pak Erman hanya mendapatkan 60 rb per hari dan harus membayar sewa lapak. “Alhamdulillah, walaupun hanya menjahit sepatu, saya bisa memenuhi kebutuhan saya sehari-hari,” kata Ikhsan erman.
Beban hidup yang pak erman hadapi begitu berat dimana pak erman hidup seorang diri karena telah ditinggal oleh anak dan istrinya yang telah meninggal. Namun pak Erman masih tetap semangat dan berjuang demi kehidupan yang pak Erman jalani.




