Pentas Dangdut Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang Berlangsung Meriah
Poto:
Dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia, Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP), mengadakan Pentas Dangdut di Gedung Kesenian Palembang Rabu, (30/8) .
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP), mengadakan Pentas Dangdut di Gedung Kesenian Palembang Rabu (30/8). Acara berlangsung meriah.

Hadir di antaranya Walikota melalui staf Ahli Pemerintah Kota Palembang, Zanariah, S.IP., M.Si, perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Palembang Isnayanti Safrida, Sekretaris DKP, Qusoi SH , seniman Palembang Ali Qoik dan Ketua KKPP, Salman Anchok dan jajaran.

Ketua KKPP, Salman Anchok mengatakan untuk membangkitkan seni musik dangdut dan budaya Palembang, tentunya harus mempunyai tempat terlebih dahulu.”Alhamdulillah kita sekarang kita sudah mempunyai gedung kesenian, terimakasih untuk kawan Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB) dan Dewan Kesenian Kota Palembang dan para pihak yang telah membantu dan mewujudkan mimpi para seniman untuk berekpresi, sekarang para seniman bisa berkumpul disini di gedung Dewan Kesenian Palembang ini,” ujar Salman Ancok.
Walikota melalui staf Ahli Pemerintah Kota Palembang, Zanariah, S.IP., M.Si. mengapresiasi kegiatan acara Pentas Dangdut yang diselenggarakan oleh Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP) Kota Palembang. “Sebagaimana dengan lirik lagu Project Pop “Dangdut is the music of my country” ini menjadi bukti nyata bagaimana musik dangdut bukan hanya sebagai hiburan, namun sekaligus menjadi identitas bangsa Indonesia.” katanya.

Menurutnya, dangdut merupakan musik asli dari Indonesia, yang memiliki ciri khas musik yang hanya dapat ditemukan di negara Indonesia. “Sehingga menjadikan dangdut sebagai salah satu budaya di Indonesia. Kalau dulu orang selalu menyebut dangdut sebagai musik kampungan, musiknya wong ndeso, namun dalam beberapa tahun terakhir justru musik dangdut semakin menunjukkan eksistensinya karena banyak diminati semua usia dan kalangan,” kata Zanariah. (*)




