Pemberdayaan Pemasaran Digital Serat Olahan Nanas Prabumulih Sebagai Model Pengembangan Usaha Mikro
PRABUMULIH, MEDIASRIWIJAYA. – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh PKM FISIP Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang diketuai Dr. Vieronica Varbi S, S.Sos.,M.Si, didampingi tim pengabdian Dra. Dyah Hapsari ENH, M.Si, Dr. Andy Alfatih, MPA, Dr. Retna Mahraini, M.Si, Dr. Diana Dewi Sartika, M.Si, Dr. Rudy Kurniawan, S. Th.I, M.Si, dan Maulida Masyitoh, MA telah melakukan perkuliahan terintegrasi pada kegiatan Pengabdian Masyarakat mengenai kegiatan pemberdayaan pemasaran digital serat olahan daun nanas di Kelurahan Gunung Ibul, Kota Prabumulih beberapa hari lalu.
Vieronica Varbi selaku ketua panitia kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat Kelurahan Gunung Ibul tentang pemasaran melalui teknologi digital, serta meningkatkan keterampilan dan memberikan pendampingan bagi masyarakat Kelurahan Gunung Ibul untuk membuat inovasi pemasaran produk olahan serat nanas Prabumulih melalui media social maupun teknologi digital lainnya.

Kegiatan pengabdian yang diikuti oleh 25 orang pelaku usaha olahan serat daun nanas serta perwakilan dari pihak Kelurahan di Kelurahan Gunung Ibul. Melalui pembekalan materi pelatihan tentang pembuatan iklan produk kerajinan olahan serat daun nanas, demonstrasi teknik dan metode pemasaran digital produk olahan serat daun nanas serta pelatihan pemasaran digital berbasis product based learning dengan media social Instagram.
Adapun tantangan utama dalam memasarkan produk berbasis serat daun nanas adalah sulit menemukan pasar yang tepat, kurangnya pengetahuan teknis pemasaran digital, kurang mengerti menggunakan aplikasi pemasaran digital, serta tidak mempunyai akses ke teknologi. Akan tetapi, para peserta pelatihan sangat yakin bahwa pemasaran digital sangat membantu dalam peningkatan kesejahteraannya. Menurut mereka, pemasaran digital dapat memperkuat relasi sosial dalam komunitas.

Adapun sejumlah harapan untuk pengembangan produk serat daun nanas ini di masa mendatang adalah menggurangi angka penggangguran di desa dan meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, kesejahteraan rakyat serta mampu menjadi peluang kerja baru, banyaknya di kenal masyarakat melalui pemasaran digital serat nanas yang bias lebih berkembang, semakin dikenal masyarakat, dan bias lebih meluas pemasarannya, sehingga bias bersaing di pasar lokal dan internasional dengan lebih efisien serta dapat meningkatkan penjualan serta mengembangkan produk-produk lain menggunakan serat daun nanas.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini disambut langsung dengan amat baik oleh Ketua Koperasi Miwa Pineapple, bapak Agus Zali. Beliau menyadari bahwa masih mengalami kendala dalam pemasaran dan produksi olahan serat daun nanas, media social Instagram pun belum dioptimalkan untuk pemasaran produksi. Padahal, ketersediaan bahan baku daun nanas melimpah dan permintaan pun tinggi, baik di pasar domestic maupun internasional. Harapannya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilakukan secara berkelanjutan. (daris)




