Pembangunan Jalan dari Dana Pokir DPRD Banyuasin di Atas Tanah Pribadi Warga Dipertanyakan

BANYUASIN, MEDIA SRIWIJAYA — Pembangunan jalan di Desa Limau Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin yang anggarkan dari dana Pokir anggota DPRD Banyuasin, Suci Oktariani Dapil 1 Fraksi PDIP, mengundang simpati warga dan beberapa aparat desa yang merasa bingung, lantaran pengecoran jalan itu berlokasi di tanah pribadi milik kerabat anggota Dewan tersebut.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pengecoran jalan dimulai dikerjakan pada awal bulan April dengan lebar sekitar kurang lebih 2,5 m dan panjang kurang lebih 180 m. Selain tidak ditemukannya papan plang pembangunan,  pengecoran jalan ini masih menjadi tanda tanya besar apakah masuk wilayah desa Desa Lalang Sembawa atau masuk wilayah Desa Limau. Karena pembangunan jalan ini berada di perbatasan di dua desa. “Wilayah lokasi jalan yang dicor masuk wilayah Desa Limau tepatnya Dusun II RT 003 sedangkan warganya tergolong warga Desa Lalang Sembawa Dusun III RT. 014,”  ujar salah satu aparat desa setempat yang tidak ingin disebutkan namanya.

Ia menambahkan, bahwa dirinya juga merasa bingung dengan adanya pembangunan jalan di wilayahnya karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan. “Saya kaget saat didatangi salah satu pemborong untuk minta izin kalau akan dilakukan pengecoran jalan di wilayah saya dari dana Pokir dewan, dan lebih saya bingung status tanah jalan yang dicor setahu saya masih milik pribadi,” ungkapnya.

Ia juga beranggapan, pengecoran jalan tersebut tidak tepat sasaran. “Untuk pengecoran jalan itu, kami selaku aparat desa menganggap tidak tepat sasaran karena itu hanya untuk kepentingan keluarga bukan untuk kepentingan umum,” ujarnya.

Sementara, keterangan dari warga setempat yang lokasi jalannya dicor pun membenarkan jika status jalan tersebut masih milik pribadi, yaitu milik orang tua. “Jalan ini yang dicor dari pangkal sampai ujung masih terdaftar di satu sertifikat milik orang tua kami, jadi jalan ini masih bisa dibilang jalan keluarga, karena memang tidak dihibahkan ke desa. Benar ini masih milik pribadi, warisan dari orang tua dulu.” ujar Cipto, saat diwawancarai wartawan.

Di waktu yang sama, Kadus Desa Lalang Sembawa mengatakan hal yang sama dengan apa yang diungkapkan salah satu aparat Desa Limau. “Saya selaku Kadus III Desa Lalang Sembawa sendiri dari dimulai pengerjaan jalan itu hingga selesai saya tidak mengetahui bahkan tidak diberitahu jika ada pengecoran jalan di dusun saya.”  katanya saat di konfirmasi via telepon.

Menanggapi hal tersebut, Suci Oktariani selaku anggota DPRD Banyuasin, Jumat (7/5) membantah, adanya isu yang berkembang di masyarakat kalau pengecoran jalan tersebut di atas tanah milik pribadi atau keluarga. “Saya paham kode etik penyiaran cuma kalo bilang itu jalan keluarga rasanya itu tidak pas. Karena itu bukan jalan yang dilalui satu keluarga. Silahkan dicek di RT- nya atau Pemdesnya.” katanya saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Suci menambahkan, bahwa dia mempunyai media dan tahu bagaimana cara main media. “Kalau mau memberitakan silahkan saja, saya juga mantan awak media, tau mainan media, kalo bisa jangan saling ganggu. Kalo emang butuh konfirmasi silahkan koordinasikan sama penyedianya, dan kalo mau tau jelas dan detail administrasinya silahkan tanyakan ke dinas dan pemborongnya biar mereka yang jawab. Dapil saya kan 3 Kecamatan, gak mungkin saya hafal semua,”  ujarnya. (ydp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *