Pelaku Perampokan Disertai Penyanderaan “Didor” karena tak Koperatif dan Melawan Aparat

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Satu dari dua pelaku perampokan disertai penyanderaan terhadap korbannya, Ramadhan (22) warga Jalan Puncak Sekuning Lorong Swadaya Rt 17 Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 Palembang, keok tak berdaya setelah satu butir timah panas Tim Batman Opsnal Reskrim Polsek IB 1 Palembang, meringkus di rumahnya, Jumat (17/6)

Tersangka Ramadhan, nekat bersama rekannya Amarta (17) warga Jalan Muhajirin IV Lorong Cempedak Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB 1 Palembang, nekat melakukan aksi pencurian dengan pemberatan di Jalan Tanjung Barangan Perum Barangan Permai I Blok A-47 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan IB 1 Palembang, yang berujung perampokan dan penyanderaan terhadap korban. Rabu (25/5) pukul 05.00 Wib.

Tersangka Ramadhan terpaksa mendapat tindakan tegas terukur tepat di betis kaki kiri, karena saat petugas Tim Batman yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Apriansyah hendak melakukan pengembangan, tersangka Ramadhan tidak koperatif dan berusaha melawan petugas.

Selain mengamankan kedua tersangka, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti sebuah pisau, lakban hitam bekas mengikat korban dan satu unit sepeda motor milik korban jenis Honda bead warna dengan nopol BG 2361 KQ turut diamankan petugas.

Kejadian berawal ketika kedua tersangka melakukan aksi pencurian subuh hari, dengan cara merusak ventilasi di kamar mandi belakang rumah korban sehingga kedua tersangka berhasil masuk ke dalam rumah korban. Lalu, tersangka Amarta keluar rumah dengan tujuan menunggu di luar, sedangkan tersangka Ramadhan berada di dalam rumah. Tiba tiba korban seorang mahasiswi ini terbangun dari tidur karena alarm handponenya berbunyi, spontan korban melihat tersangka Ramadhan berada di dalam kamarnya dengan menodongkan senjata tajam jenis pisau. “Waktu masuk lewat jendela kamar mandi, korban masih tidur waktu terbangun korban langsung saya ancam pake pisau, tangan diikat mulut dilakban,” aku tersangka Ramdhan kepada petugas.

Setelah korban tidak berdaya, tersangka Ramadhan dengan leluasa mengasak harta benda korban, seperti satu unit laptop merek acer, 2 unit handpone merek xiomi A2, satu buah tabung gas melon 3 kg, uang tunai dalam dompet Rp 200 ribu beserta STNK sepeda motor korban.

Saat berusaha kabur agar tidak diketahui aksinya, tersangka Ramadhan nyamar menjadi perempuan dengan mengunakan pakaian gamis dan jilbab milik korban. Bahkan akal licik dan bejatnya juga sempat memakaikan baju gamis kepada korban dengan posisi mulut korban dilakban supaya tidak bisa berteriak minta tolong. Tersangka berinisiatif membonceng korbannya yang dalam posisi terikat. “Korban dengan tangan terikat dan mulut dilakban saya ajak naik motor korban saya pakaikan baju gamis dan jilbab agar tidak ketahuan, saya nyamar dari perempuan mengunakan baju gamis dan jilbab milik korban. Saya culik korban rencananya setelah di depan lorong dia aku lepasi, rupanya dia melompat dan ditolong warga, saya kabur,” akunya

Kejadian pencurian yang berujung perampokan dan penyanderaan korban ini, langsung menjadi atensi pihak kepolisian terkhusus Polsek IB 1 Palembang, kurang dari 1 bulan, Tim Batman Polsek IB 1 Palembang, berhasil mengungkap dan menangkap kedua pelaku. “Kami berhasil mengamankan dua pelaku 365, pelaku ini tepergok korbannya, karena tepergok oleh korbannya, pelaku  mengancam  korban dengan mengunakan pisau, pelaku mengambil barang berharga korban, setelah itu pelaku (Ramadhan) menyamar menjadi perempuan juga lalu disandera, korban merontak dalam perjalanan korban melompat dari motor pelaku, kalau motor korban dibawa kabur oleh pelaku,” ungkap Kompol Roy A Tambunan didampingi Ipda Apriansyah, Kanit Reskrim Polsek Ib 1 Palembang.

Dikatakan Kaposlek IB 1 Palembang, dari hasil pemeriksaan pihaknya, untuk tersangka Ramdhan ternyata seorang residivis kasus sajam, bahkan saat dilakukan penangkapan tersangka Ramadhan mendapat tindakan tegas terukur. “iya mendapat tindakan tegas terukur karena tersangka berusaka kabur dan melawan petugas,” ujarnya

Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana penjara 9 hingga 12 tahun penjara. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.