HeadlinePalembangPendidikanSUMSEL

Patuhi Kebijakan Pemerintah, PPs UPGRIP Konsisten Luluskan Sarjana Tepat Waktu

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Kebijakan pemerintah melalui Permendikbud No 53 tahun 2023 tentang Mutu Pendidikan Tinggi, yang salah satunya adalah menerapkan jumlah SKS dari sebelumnya 36 SKS menjadi 54 SKS untuk jenjang Strata Dua (S2) disikapi manajemen Universitas PGRI Palembang melalui Program Pascasarjana dengan langsung melaksanakan penerapannya. Namun di sisi lain, konsisten mengiring mahasiswa lulus tepat waktu juga menjadi hal utama.”Dulu 36 SKS selesai dengan 18 bulan.Sekarang 54 SKS kita terapkan namun kita tetap melaksanakan itu. Penerapan strategi akan kita lakukan, dengan tidak melanggar aturan tetap 18 bulan bisa selesai mahasiswa Program S2,” kata Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si pada acara Yudisium dan Pelantikan Magister Strata Dua (S2) ke-45 PPs UPGRIP di Aula H. Aidil Fitri Syah, Lantai 5, Gedung Business and Science Center, Kamis (13/3/2025).

Teks foto: Direktur Pascasarjana UPGRIP memindahkan kuncir salah satu peserta yudisium, H. Awalluddin, S.Pd., M.Si., M.Pd yang juga sebagai Sekdis Diknas Sumsel.

Menurutnya, langkah yang dilakukan berupa pendampingan sejak semester satu, kemudian penyesuaian SKS tesis dinaikan dari 4 SKS jadi 8 SKS, jadi bobot tesis jauh lebih tinggi maka pendampingan diawali di semester satu sudah dapat dosen pembimbing untuk menyelesaikan tesis. Hal ini diakui Rektor sebagai strategi pihaknya untuk mengiring mahasiswa strata dua lulus tepat waktu.

Teks foto: Suasana pelantikan oleh Direktur Pascasarjana UPGRIP.

Saat sambutan Rektor menegaskan kepada para peserta Yudisium pentingnya bersyukur kepada Allah. Ia juga mengucapkan selamat kepada semua peserta Yudisium yang telah menempuh serta menyelesaikan Pendidikan Magister di Pascasarjana Universitas PGRI Palembang  (UPGRIP). “Perkembangan teknologi sekarang sangat pesat maka kita perlu terus mengupgrade diri. Kalau ada kesempatan lanjutkan Pendidikan ke Strata Tiga (S3). Terima kasih atas kepercayaan terhadap lembaga ini. UPGRIP tetap menjaga mutu dan kualitas. Sekarang kita di rangking 2000 dari 4672 Perguruan Tinggi di dunia.  di Indonesia, sekarang posisi UPGRIP di 213. Kita terus melakukan terobosan, buka Prodi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Selanjutnya, sudah ditunggu-tunggu Prodi Pedagogik, di FKIP ada Prodi PGSD (S2) yang satu-satunya di lingkungan LLDikti Wilayah 2. Sementara itu,  lebih 60 persen Dosen berpendidikan S3 di UPGRIP sesuai regulasi yang berkembang supaya tidak tereliminasi di dunia pendidikan,” kata Rektor.

Teks foto: Rektor UPGRIP menyerahkan buket bunga kepada salah seorang lulusan  terbaik.

Di tempat yang sama, Ketua BPH PB PGRI pada UPGRIP Dr. Hj. Meilia Rosani, SH., M.H. mengatakan penerapan kebijakan pemerintah melalui Permendikbud No 53 tahun 2023 tentang Mutu Pendidikan Tinggi, yang salah satunya adalah menerapkan jumlah SKS dari sebelumnya 36 SKS menjadi 54 SKS untuk jenjang Strata Dua (S2) akan digeber UPGRIP. “Kita menyikapi dengan sangat baik. Itu nanti, Pak Rektor yang ada aturan yang mengatur pelaksanaan 54 SKS tapi tetap tiga semester harus selesai. Dengan strategi yang ada misalnya, masa libur digunakan atau dimanfaatkan agar mahasiswa bisa lulus tepat waktu,” kata Hj. Meilia Rosani yang pada kesempatan sambutan resmi kepada para peserta yudisium mengucapkan terima kasih dan selamat sudah menyelesaikan studinya. “Tiga  semester harus selesai, itu yang kami inginkan, sebab kalau kalian lama kuliahnya maka itu juga tidak baik buat Lembaga kami karena berhubungan dengan Akreditasi masing-masing Prodi.  Yudisium ini bukan akhir dari perjuangan tapi awal petualangan dan peluang. Tentukan ke mana arah yang akan dipilih, selanjutnya kami harapkan kalian dapat kesuksesan di tempat masing-masing. Jika ingin menambah wawasan lagi, UPGRIP ada kerjasama dengan UNJ (Universitas Negeri Jakarta). Dulu, S3 itu luar biasa namun sekarang ini biasa-biasa saja maka saya harap jika kalian mampu ayo lanjutkan ke jenjang S3 karena itu akan menyambut masa depan yang lebih baik,” tambah Hj Meilia.

Teks foto: Ketua BPH PB PGRI pada UPGRIP Dr. Hj. Meilia Rosani, SH., M.H. menyerahkan buket bunga kepada salah seorang peserta terbaik.

Direktur Pascasarjana UPGRIP Assoc. Prof. Dr. Syaiful Eddy, M.Si mengucapkan selamat kepada para peserta yudisium, apalagi di momen bulan Suci Ramadan 1446 H. Total peserta yudisium ke-45 ini berjumlah 157 orang dengan rincian 20 orang dari Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, 12 orang dari Pendidikan Bahasa Inggris dan 125 orang dari Manajemen Pendidikan. “Mari di momen yang sangat baik ini di bulan Ramadan, kita tidak lupa untuk bersyukur melalui hati, lisan dan perbuatan. Bersyukur atas ilmu yang diraih, tidak takabur, tidak sombong sehingga mendulang amal dan rezeki. Gunakan ilmu sebesar-besarnya untuk kebaikan orang banyak. Ini sekaligus ujian bahwa ketika diberi nikmat maka bagaimana kita bisa menahan diri untuk tidak lupa diri, untuk tidak sombong dan bersabar. Selanjutnya, infokan tentang kebaikan yang ada di UPGRIP ini. Mohon maaf jika ada pelayanan kami yang kurang dan terima kasih atas kenang-kenangannya,” tambahnya.

Teks foto: Wakil Rektor II Assoc. Prof. Dr. Yasir Arafat, SE., MM menyerahkan buket bunga kepada salah seorang peserta terbaik.

Pada kesempatan ini, Direktur Pascasarjana UPGRIP juga melaporkan bahwa peserta yudisium kali ini sebanyak 157 dari tiga program studi. Pencapaian 124 peserta dengan predikat Dengan Pujian, 33 peserta meraih predikat Sangat Memuaskan. “Rata-rata IPK 3,88, 3,87 dan 3,89 dari tiga program studi dengan IPK tertinggi 4,0,” ujarnya.

Turut hadir Ketua BPH PB PGRI pada UPGRIP Dr. Hj. Meilia Rosani, SH., M.H, Bendahara PB PGRI pada UPGRIP Dr. Reva Maria Valianty, S.E., M.Pd., M.M., Wakil Rektor II Assoc. Prof. Dr. Yasir Arafat, SE., MM, Direktur Pascasarjana UPGRIP Assoc. Prof. Dr. Syaiful Eddy, M.Si, Wakil Direktur, para Dekan, para Kaprodi, peserta yudisium serta para tamu undangan.

Perwakilan peserta yudisium H. Awalluddin, S.Pd., M.Si., M.Pd yang juga sebagai  Sekretaris Dinas Pendidikan Sumsel mengucapkan terima kasih kepada para dosen dan pengelola yang telah membimbing sehingga mereka semua dapat menyelesaikan studi S-2 dengan baik dan lancar.“Mewakili peserta yudisium, kami sangat merasakan para dosen, para pengelola mengajarkan kami satu hal, dengan kiasan bahwa mahasiswa S2 harus paham, kapan memakai sepatu, kapan memakai bakia atau sandal. Bahwa filosofi tersebut artinya bahwa dengan berbagai latar belakang mahasiswa baik itu pejabat, kepala sekolah, maupun guru jika dalam perkuliahan semua sama menjadi sebagai mahasiswa. Mewakili para peserta yudisium kami akan terus menjaga nama baik pribadi maupun almamater,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *