HeadlineNasionalPalembangPendidikanSUMSEL

Pascasarjana UPGRIP Gelar Seminar Nasional Pendidikan 2023, Hadirkan Narasumber Berkompeten 

Keterangan foto: IST – Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Plt. Direktur Program Pascasarjana dengan Dekan FKIP Unila dan UNNES serta Implementation Agreement (IA) antara Ka. Prodi Bahasa Indonesia Program Pascasarjana UPGRIP dan Ka.Prodi Bahasa Indonesia FKIP Unila serta Ka. Prodi. Bahasa Inggris PPs UPGRIP dengan Ka. Prodi Bahasa Inggris S2 dan S3 UNNES.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) memberikan perhatian penuh terhadap keberadaan pendidik (guru). Hal ini dibuktikan dengan memberikan prioritas 20 persen kuota mahasiswa Fakultas Kedokteran UPGRIP bagi para anak guru. Demikian disampaikan Rektor UPGRIP melalui Wakil Rektor I/II UPGRIP, Assoc. Prof. Yaser Arafat, S.E.,M.M.,CIQaR saat sambutan pada pembukaan Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana UPGRIP Tahun 2023 di Aula Aidil Fitri Syah Gedung BSC, Palembang, Sabtu 16 Desember 2023.

Keterangan foto: Plt. Direktur Pascasarjana UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. Syaiful Eddy, M.Si., CIQnR bersama Widhiyanto, M.Pd.,Ph.D., Kaprodi S3 Ilmu Pendidikan Bahasa UNNES.

Menurut Yaser, FKIK UPGRIP yang akan dibuka dalam waktu dekat akan segera membuka Rumah Sakit di kawasan Makrayu Palembang. “Insya Allah dalam waktu dekat kami akan membuka rumah sakit di Makrayu dalam rangka menunjang keberadaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UPGRIP. Perlu diketahui bahwa kami akan memprioritaskan 20 persen kuota mahasiswa FKIK bagi anak guru,” ujar Yaser yang disambut dengan aplus para peserta seminar nasional.

Keterangan foto: Keterangan foto: Plt. Direktur Pascasarjana UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. Syaiful Eddy, M.Si., CIQnR bersama Prof. Dr. Muhammad Fuad, M.Hum.

Selain prioritas terhadap progres FKIK UPGRIP, Yaser juga menyebutkan bahwa UPGRIP dalam waktu dekat juga akan membuka beberapa Program Studi di antaranya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu Prodi Hukum Bisnis dan di Fakultas Perikanan dan Kelautan Perikanan yaitu dua Program Studi. “Kami berusaha terus kembangkan dengan pesat berbagai Program Studi dan Fakultas dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam waktu 1-2 minggu ini Insya Allah izin keluar untuk tiga Program Studi di dua Fakultas tadi. Selanjutnya, kami juga sudah mempersiapkan untuk mendirikan PPG Program Studi Sejarah, Geografi, Fisika, Bahasa Indonesia dan Matematika. Untuk saat ini kami masih menerima mahasiswa yang daftar di website yang nanti diploting ke sini khusus Program PPG ini,” tambah Yaser.

Keterangan foto: Ketua BPH PB PGRI pada UPGRIP, Dr Hj Meilia Rosani, S.H.,M.H yang diwakili Bendahara BPH PB PGRI pada UPGRIP, Reva Maria Valianti, SE., M.M., M.Pd saat sambutan.

Seminar Nasional Pendidikan Tahun 2023 yang digelar Pascasarjana UPGRIP ini menghadirkan narasumber berkompeten seperti Dr Ir Teguh Trianung Djoko Susanto,M.M, Dosen Manajemen Pendidikan  UNJ, Prof Dr Muhammad Fuad, M.Hum, Dosen MPBSI Unila, Widhiyanto, M.Pd.,Ph.D., Kaprodi S3 Ilmu Pendidikan Bahasa UNNES. Selain itu, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., CIQaR., Rektor UPGRIP juga tampil sebagai salah satu narasumber pada kegiatan seminar nasional ini.

Keterangan foto: Rektor UPGRIP melalui Wakil Rektor I/II UPGRIP, Assoc. Prof. Yaser Arafat, S.E.,M.M.,CIQaR saat sambutan.

Plt. Direktur Pascasarjana UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. Syaiful Eddy, M.Si., CIQnR dalam sambutannya menjelaskan bahwa seminar nasional ini digelar rutin. “Kegiatan ini difasilitasi BPH PB dan Rektorat yang diikuti sebanyak 255 peserta dan pemakalah baik yang luring maupun daring. Dosen, guru dan mahasiswa Pascasarjana yang mengikuti seminar yang rutin kami gelar tiap tahun. 74 makalah yang masuk dari berbagai disiplin ilmu seperti bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Asal pemakalah dari Sumsel sebagian besar namun ada juga dari Jakarta, Lampung, Sumatera Utara dan Jateng. Keynote speaker ada dua sesi, Rektor UPGRIP juga pemakalah. Ada sesi paralel dimana peserta akan dibagi tiga ruangan. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mensupport sehingga kegiatan seminar nasional ini terlaksana. Terima kasih juga kepada narasumber yang sudah hadir di sini,” ujar Syaiful Eddy seraya menambahkan bahwa tema yang diambil dalam seminar ini yaitu Transformasi Pendidikan Melalui Pedagogik Digital sengaja karena transformasi itu penting dengan harapan melalui kegiatan ini para peserta dapat mengembangkan pengetahuan serta wawasan ilmunya.

Keterangan foto: Plt. Direktur Pascasarjana UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. Syaiful Eddy, M.Si., CIQnR saat sambutan.

Ketua BPH PB PGRI pada UPGRIP, Dr Hj Meilia Rosani, S.H.,M.H yang diwakili Bendahara BPH PB PGRI pada UPGRIP, Reva Maria Valianti, SE., M.M., M.Pd dalam sambutannya mengapresiasi Pascasarjana UPGRIP yang sudah rutin menggelar seminar nasional seperti ini. “Seminar nasional pendidikan rutin digelar Pascasarjana. Terima kasih dan kami support karena ini merupakan bagian dari upaya menambah wawasan dan ilmu para mahasiswa Pascasarjana. Untuk itu pesan saya, ikuti kegiatan ini sampai selesai supaya mendapatkan ilmu yang penuh,” ujar Reva yang pada kesempatan ini membuka secara resmi kegiatan yang ditandai dengan pemukulan gong disaksikan Wakil Rektor, para narasumber, dan pejabat di lingkungan UPGRIP.

Keterangan foto: Pemukulan gong tanda dimuiai kegiatan seminar nasional pendidikan yang digelar Pascasarjana UPGRIP,  Sabtu 16 Desember 2023.

Di tempat yang sama, salah satu narasumber Widhiyanto, M.Pd.,Ph.D., Kaprodi S3 Ilmu Pendidikan Bahasa UNNES mengatakan seminar dengan tema yang diusung ini sangat tepat karena situasi saat ini menuntut para pendidik atau calon pendidik memiliki wawasan tidak saja teori juga berbagai ilmu terutama dalam hal pedagogi digitalisasi. “Siswa dengan kemajuan teknologi lebih cepat tahu dibanding dengan guru yang memiliki keterbatasan waktu mempelajari gadget maka memang sudah seharusnya guru mengupdate diri. Bagaimana platform-platform itu dipelajari dan dikuasai guru. Guru harus punya semangat untuk menyeimbangkan kondisi ini. Tema yang diambil ini sangat tepat. Situasi pendidikan dan era yang kita hadapi sudah mengharuskan kita menguasai kondisi ini. Kami apresiasi terhadap seminar yang digelar dengan tema “Transformasi Pendidikan Melalui Pedagogik Digital” Bagaimana menyiapkan guru menghadapi era digital ini. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Guru minimal mempunyai keahlian harus bisa mengaplikasikan teknologi informasi, minimal menggunakan platform digital yang berkaitan dengan pendidikan,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Prof. Dr. Muhammad Fuad, M.Hum, Dosen MPBSI Unila. “Saya juga mengapresiasi seminar yang digelar UPGRIP ini. Transformasi pendidkan di era digital khususnya di bidang bahasa dan sastra Indonesia maka hal-hal yang terkait apa yang mesti diketahui, dikuasai oleh guru-guru lulusan UPGRIP  terkait materi yang disampaikan. Kita berada di era digitalitasi dengan pengaruh positif negatifnya. UPGRIP sebagai institusi yang menghasilkan guru, seminar ini sangat tepat dalam rangka memperkaya khasanah wawasan mahasiswa dan pengelolanya,” ujar Prof Fuad.

Di sela kegiatan pembukaan seminar, juga dilakukan Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Plt. Direktur Program Pascasarjana dengan Dekan FKIP Unila dan UNNES serta Implementation Agreement (IA) antara Ka. Prodi Bahasa Indonesia Program Pascasarjana UPGRIP dan Ka.Prodi Bahasa Indonesia FKIP Unila serta Ka. Prodi. Bahasa Inggris PPs UPGRIP dengan Ka. Prodi Bahasa Inggris S2 dan S3 UNNES. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *