HeadlinePalembang

Ngopi Cow PWI Sumsel Bahas Urgensi Perlindungan Profesi Wartawan

 

  • Hadirkan Narsum Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA — PWI Sumsel kembali menggelar acara rutin Ngopi Cow yang kali ini menghadirkan Kapolda Sumsel yang dalam hal ini diwakili Dir Interkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro. Acara berlangsung hangat bertempat di Sekretariat PWI Sumsel Jalan Supeno No 1 Palembang, Kamis (8/7).

Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S MM, yang diwakili Dir Intelkam Kombes Pol Ratno Kuncoro pada kesempatan ini mendapat surprise kue ulang tahun dari PWI Sumsel dalam rangka HUT Bhayangkara ke 75.

Ratno pun memotong kue dari PWI Sumsel diberikan ke ketua PWI Sumsel Firdaus Komar dan Ketua SMSI Jhon Heri serta perwakilan dari Pemred diterima oleh Pemred Pal TV Suzan.

Acara akan dilaksanakan semi virtual, dikemas dalam dialog sharing menghadirkan Pimpinan organisasi wartawan dan perusahaan pers, Pemimpin Redaksi (cetak, elektronik, dan siber) dan Praktisi hukum serta akademisi, serta para pengurus PWI Sumsel.

Ketua PWI Sumsel, Firdaus Komar (Firkom) dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat kembali terkait dengan perlindungan profesi wartawan. Profesi Wartawan memang sangat rawan dan rentan terhadap ancaman terutama saat melaksanakan tugas jurnalistik. Firkom menyatakan apresiasi kepada Polda Sumsel yang siap memback up wartawan di Sumsel dalam menjalan aktivitasnya. Menurut Firko, standardisasi ini berkaitan dengan karya jurnalistik yang dihasilkan, karena Wartawan adalah orang yang secara  berkala, melaksanakan tugas jurnalistik melakukan tahapan 6 m (mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengelolah dan mempublikasikan ) karya jurnalistik. Jika proses menghasilkan karya jurnalistik, tidak dilakukan demikian artinya bukan termasuk konsep Wartawan yang dikehendaki dari UU No 40 tahun 1999 tentang Pers. “Sudah seharusnya Wartawanlah ujung tombak yang melaksanakan fungsi pers seperti yang tertera dalam UU No 40 tahun 1999 tentang pers, yaitu fungsi pendidikan, informasi, kontrol sosial, hiburan dan fungsi ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu Dir Intelkam Polda Sumsel, Ratno Kuncoro menyatakan pihaknya sangat menjunjung tinggi tugas-tugas wartawan dan wajar dalam kaitan tugas jurnalistik mendapat perlindungan hukum.  “Aparat perlu ketegasan dalam menangani kasus-kasus yang mengancam profesi wartawan. Jangan sampai justru aparat tidak berpihak dalam melindungi profesi wartawan. Sebaliknya wartawan juga wajib kerja secara profesional dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta UU tentang pers,” ujar Ratno seraya memberikan keyakinan bahwa pihaknya, melindungi warga negara Indonesia termasuk wartawan. “Jangan ragu, silahkan kontak saya. Anggota saya. Mudah mudahan dengan sharing ini, akan memperkuat saling sinergi untuk melindungan tugas profesi wartawan,” jelasnya.
Acara ini diinisiasi oleh Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan PWI Sumsel ini berjalan hangat, karena pertanyaan yang disampaikan baik oleh Ketua Organisasi Pers, Pimpinan Redaksi dan wartawan seolah menjadi buncahan yang hendak meledak. Karena dalam melaksanakan tugas kewartawanan mengandung risiko cukup tinggi.  sehingga wartawan kerap mendapat ancaman baik secara verbal, fisik hingga penghilangan nyawa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *