HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPolda SumselSUMSEL

Nekat Jadi Kurir Sabu Untuk Biaya Sekolah Anak

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Redi Aswanto (49), bapak satu anak ini, nekat jadi kurir sabu, hanya beralasan untuk biaya sekolah anaknya. Berhasil ditangkap oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Sumsel. Di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Mayjen Yusuf Singadekane Kelurahan Karya Jaya Kecamatan Kertapati Palembang. Kamis (27/7) pukul 15.30 Wib.

Dari tangan tersangka Redi, warga Jalan Serumpun Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang ini, petugas juga mengamankan barang bukti, berupa. Satu paket kardus berlakban berisi 3 paket besar narkoba jenis sabu dengan berat bruto 3.000 gram atau sekitar 3 Kg di dalam box motor Yamaha N-Max.

Penangkapan tersangka Redi, berawal dari informasi masyarakat, jika di daerah mereka sering dijadikan lokasi transaksi narkoba. Mendapat laporan petugas langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. “Ditresnarkoba berhasil menangkap satu orang kurir sabu, berinisial RA usia 49 tahun, barang bukti yang kita amankan sebanyak 3.000 gram sabu,” ungkap Wadir Resnarkoba Polda Sumsel. AKBP Harissandi,SIk. Rabu (02/8).

Sikatakan Wadir Resnarkiba Polda Sumsel. Dalam proses penangkapan petugas sempat kehilangan jejak tersangka. Saat di cari rupanya tersangka kembali lagi ke TKP, sedang menungu seseorang yang akan mengambil paket. Tak mau kehilangan buruan, petugas langsung menangkap tersangka dan mengeledah, didapati barang bukti di box motor tersangka sabu 3 kg. “Peengungkapan atas informasi masyarakat. Tersangka saat dibuntuti anggota sempat kehilangan jejak. Tapi, Alhamdulillah hoki di penyidik tersangka ini menunggu seseorang menerima barang ini, langsung ditangkap dan menemukan barang bukti 3.000 gram di dalam box motor N-Max ini” ujarnya.

Saat ini dikatakan AKBP Harissandi, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait pemilik barang haram tersebut, mengingat dari hasil barang bukti yang sita petugas cukup banyak, dan komplotan ini masuk dalam jaringan internasional. Jelas AKBP Harissandi.

Menurut pengakuan tersangka Redi, dirinya sudah dua kali mengirim paket sabu atas suruhan orang yang sama, sekali antar paket dirinya mendapat upah 20 juta. Dan dari hasil itu uang digunakan untuk biaya anak sekolah.”Sudah dua kali transaksi narkoba. Pertama kali 4 kilo, tempat ambilnya sama, kalau yang pertama itu 3 bulan yang lewat, saya hanya bertugas mengantar dan di upah 20 juta sekali antar, kalau yang pertama tadi uangnya untuk anak sekolah.” akunya.

Untuk asal barang, dikatakan tersangka Redi. “barang saya ambil di daerah pemulutan di pinggir jalan, saya ambil barang mengunakan motor bos (pemilik barang),” aku pegawai serabutan ini. Atas pembuatan tersangka di jerat dengan Pasal Primer Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasar 112 Ayat (2) UU No 35 Tahun 2009, dimana tersangka dijerat dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun maksimal hukuman mati. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *