Momen HUT ke 157, Pemkab Lahat Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Tari Kreasi Daerah
LAHAT, MEDIASRIWIJAYA – Pemerintah Kabupaten Lahat terus memperkuat pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia dan penguatan identitas lokal di tengah arus modernisasi. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, saat membuka secara resmi Festival Tari Kreasi Daerah Kabupaten Lahat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lahat ke-157 Tahun 2026.
Festival budaya yang melibatkan para pelaku seni, generasi muda, serta masyarakat umum ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan seni budaya tradisional agar tetap hidup dan relevan di era perkembangan teknologi dan globalisasi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lahat menegaskan bahwa seni tari daerah bukan sekadar hiburan, melainkan bagian penting dari warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, karakter, dan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Lahat. Karena itu, generasi muda diharapkan tidak kehilangan identitas budaya di tengah derasnya pengaruh budaya luar.
Menurut Widia Ningsih, Pemerintah Kabupaten Lahat berkomitmen menjadikan sektor budaya sebagai bagian dari kebijakan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dukungan terhadap kegiatan budaya akan terus diperkuat melalui pembinaan, festival seni, hingga ruang kreativitas bagi generasi muda agar budaya lokal tetap berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai tradisi.
Festival Tari Kreasi Daerah juga dinilai memiliki dampak lebih luas dalam memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Lahat ke tingkat regional maupun nasional. Selain memperkuat karakter budaya masyarakat, kegiatan ini turut mendukung promosi pariwisata daerah dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Momentum HUT Kabupaten Lahat ke-157 menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Dengan menjaga dan mewariskan budaya daerah kepada generasi penerus, Kabupaten Lahat diharapkan mampu tumbuh sebagai daerah yang maju, berdaya saing, serta tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Bumi Seganti Setungguan. (*)




