Modus Renternir di Kemas Dalam Bentuk Arisan Slot Online di Facebook
PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Subdit 1 Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil menangkap dua orang perempuan, Owner dan kaki tangan, yang melakukan penipuan dan pengelapan. Modus renternir di kemas dalam bentuk arisan slot online di facebook. Dengan korban mencapai ratusan orang dari berbagai kalangan, kedua tersangka di tangkap di dua tempat berbeda.
Inilah kedua tersangka penipuan dan pengelapan, dengan modus arisan slot secara online. Yatin Juniati (30) Warga Dusun 4 Rt 002 Rw 004 Desa Suka Damai Baru Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan selaku owner arisan online, sedangkan tersangka Eka Sri Wahyuni (35) warga Kelurahan Sungai Lilin Jaya Rt 001 Rw 003 Kecamatan Sungai Lilin Kecamatan Musi Banyuasin ini bertugas sebagai kaki tangan owner.
Tersangka Yatin ditangkap petugas para hari rabu (01/02) sekitar pukul 19.00 Wib di kawasan Kertapati Palembang sedangkan tersangka Eka Sri ditangkap satu minggu kemudian tepatnya pada hari senin tanggal 07 februari sekitar pukul 20.30 Wib di Pasar Sungai Lilin Muba. ‘dua perempuan yang kita amankan ini melakukan penipuan dengan cara arisan yang ditampilkan dalam media sosial facebook, dengan sejenis janji bahwa 1 Slot akan mendapat keuntungan 1 Juta,” ungkap AKBP Tulus Sinaga, Wadir Reskrimum Polda Sumsel. Rabu (08/02).
Dijelaskan Wadir Reskrimum Polda Sumsel. Dalam aksinya, tersangka Yatin sebagai Owner dan Seller melakukan penjualan Arisan Slot dengan cara online di Akun Facebook, dengan nama akun ‘ Putri S’I Swexmanja’ milik tersangka Yatin. Dengan menjual Arisan Satu Slot seharga Rp 700 ribu, akan mendapat uang arisan sebesar Rp 1 juta, selama tiga bulan berlaku kelipatan yang akan memberikan keuntungan kepada setiap korbannya. “masyarakat yang membuka facebook itu tertarik, nah si kaki tangan tersangkanya ini kemudian menghubungi masyarakat tadi untuk menjelaskan sehingga korban tertarik dan mengirimkan uang secara tunai dan transfer,” jelasnya.
Namun, setelah korban menyerahkan uang arisan dan pada saat menerima uang arisan tersangka tidak memberikannya kepada korban. Biasanya korban menyerahkan uang bervariasi dari ratusan ribu, hingga puluhan juta bahkan sampai milyaran. “adanya 1 milyar, lima ratus juta, dan macam-macam, korbanya banyak ada 200 orang akan tetapi yang melapor yang kita terima di polda sumsel hanya ada 4 orang, tapi ada juga masyarakat yang melaporkan kasus ini ke tempat lain seperti Polres Muba,” terangnya.
Sejak dilaporkan salah satu korbannya Ratna yang mana pada Bulan Januari 2022 hingga bulan Juli 2022, membeli arisan slot dengan pembayaran tunai kepada tersangka Sri dan tersangka Yatin mencapai 1 Milyar, dengan janji korban akan menerima pembayaran sebesar Rp 2,8 milyar lebih. Ternyata tersangka Yatin Owner dan Sellernya tidak melakukan pembayaran. Tersangka Yatin ini sempat menghilang kabur ke beberapa tempat. Selain di Musi Banyuasin tersangka kabur ke provinsi jambi selama dua bulan setengah. Dan terakhir tersangka kabur ke Palembang. Sementara hasil dari arisan slot digunakan untuk memperkaya diri salah satunya dengan membeli mobil.
Tersangka Yatin, dihadapan petugas mengaku jika dirinya selaku owner dan seller arisan slot online belajar secara otodidak dari hasil arisan itu mencapai milyaran hingga mampu membeli mobil, sialnya mobil tergadai. “saya belajar sendiri, sisanya masih di rekening dan di belikan mobil tapi sudah di jual,” akunya
Atas perbuatanya kedua tersangka di jerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Pengelapan dan atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. (Ly).





