HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPolda SumselSUMSEL

Merasa Ada Janggal Atas Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan Korban Sekaligus Pelapor Teguh Mendatangi Ditreskrimum Polda Sumsel

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Merasa ada janggal atas Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan ( SP2HP), dimana aktor utama oknum Jaksa di Jambi tidak ditetapkan sebagai tersangka atas kasus Penipuan Proyek Fiktif, korban sekaligus Pelapor Teguh (52) warga Jambi didampingi Kuasa Hukumnya Supendi SH, mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel. Kamis (16/03).

Kedatangan ke Ditreskrimum Polda Sumsel, korban mengeluh terhadap Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan ( SP2HP) dengan Nomor : SP2HP/238.g/III/2023/ Ditreskrimum, tertanggal 03 Maret 2023. Dimana Pejabat Kejati Jambi, W sebagai Terlapor 1 belum ditetapkan tersangka, melainkan ada tersangk yang ditetapkan dalam SP2HP tidak dikenal. “Kedatangan kami mempertanyakan SP2HP yang kami terima, kenyataannya kami melaporkan oknum berinisial W. Tetapi di dalam SP2HP yang ditetapkan sebagai tersangka bukan yang kami laporkan, makanya kami pertanyaan ada apa ini,” ungkap Supendi SH Kuasa Hukum korban, usai keluar dari Gedung Renmin Ditreskrimum Polda Sumsel.

Dijelaskan Supendi SH, Terlapor W, mendatangi korban dan dengan bujuk rayu, menawatkan Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi D.I Lematang Kota Pagaralam Phase II Paket II Tahun Anggaran 2021, dengan seluruh total senilai Rp 3.110.000.000 Milyar. “Uang 3.1 Milyar itu oleh kline saya diserahkan langsung kepada Terlapor W secara tranfer,” ujarnya.

Sementara itu. Korban / Terlapor Teguh, dirinya yakin setelah Terlapor berinisial W seorang Pejabat Kejati Jambi yang dikenalnya, dengan bujuk rayu dan meyakinkan, memberitahu dirinya jika Proyek milik KSP seorang Staf Khusus Kepresidenan. Untuk meyakinkan dirinya Terlapor W, memberikan Rekafitulasi Daftar Kuantitas dan Harganya RAB yang dikeluarkan dari Kop Surah Dirjen Silver Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII dari Kementerian PUPR. Terlapor juga memperkanalkan H ini masih keluarga Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri mantan Kapolri. “Karena yang menjanjikan proyek ada oknum Jaksa sebagai Kasi Pidsus, hingga saya berminat melihat proyek itu ke Palembang Sumatera Selatan, dia menerangkan proyek ini ada, proyek sudah di survei dan proyek ini punya orang KSP Staf Khusus Kepresidenan, akhirnya saya ikut serta,” ujarnya.

Dikatakan Teguh, ia kemudian melihat benar atau tidak Link Webset LPSE Pemda Kabupaten Muara Enim tersebut ternyata link benar. “Saya bertemu dengan pejabat disana, mereka mengatakan link tersebut memang betul itu link resmi Pemkab Muara Enim, sampai saat ini masih ada, itu yang membuat saya yakin. Saya akhirnya menyerahkan uang Rp 3.1 Milyar kas dan cek, kepada Agus Satria sebesar Rp 2 Milyar dan 1 milyar kepada ke Ibu Dalisa dalam bentuk cek, atas perintah oknum W ini, untuk pengumuman di Linkbitu saya minta Polda menyelidikinya,” jelasnya.

Korban berharap dengan adanya kejadian hingga keluarnya SP2HP atas laporannya dengan Terlapor oknum W yang tidak ditetapkan sebagai tersangka. “Harapan saya, saya meminta keadilan hukum, bagaimanapun juga tolong tegakkan keadilan itu, saya berharap sekali kejadian ini berawal dari oknum Jaksa itu kenapa tidak ditetapkan sebagai tersangka, kenapa hukum indonesia seperti ini?” ujarnya. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *