Menjelang MUNAS ISKA 2026 di Balikpapan: PP ISKA Minta Saran ke Presidium KWI
JAKARTA, MEDIA SRIWIJAYA – Bertempat di Ruang Ignatius – Gedung KWI Jl. Cut Mutiah 10 Jakarta Ketua Presidium KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunyamin OSC menerima audiensi Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia ( ISKA ), Panitia SC Munas dan didampingi Dewan Penasihat PP ISKA.
Dalam Suasana yang cukup santai namun penuh keseriusan, Ketua Presidium PP. ISKA Ir. Luky A. Yusgiantoro, MSc, Mspec, PhD, IPU membuka pertemuan dengan mengawali mengenalkan delegasi yang hadir audiensi : Hargo Mandirahardjo, SH, MKn, MM dan Muliawan Margadana, SPsi, MSc Selaku Dewan Penasihat ISKA, Dr. Ch Arie Sulistiono, MM Selaku Sekjend PP ISKA, Ferdi Tulis, SIP, MH dan R. Wahyu Handoko, Ssos MM, Selaku Wakil Sekjend PP ISKA, Dan Prasetyo Nurharjanto, Ssos, MM – Presidium SDM & IT
Selanjutnya Luky Yusgiantoro, menyampaikan maksud kedatangan Pengurus PP ISKA beraudiensi kepada Bapa Uskup Ketua Presidium KWI. Pertama ISKA ingin terus menjalin relasi dan komunikasi dengan KWI dan Hirarki. Kemudian yang kedua ISKA akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional / Munas ISKA pada tanggal 11-13 September 2026 mendatang di Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, dan mohon doa restu. Yang Ketiga ISKA ingin mendapat masukan, saran dan kritik yang nantinya dapat dibawa sebagai salah satu bahan pembicaraan dalam Munas ISKA.
Selanjutnya Dr. Ch Arie Sulistiono, MM Sekretaris Jendral PP ISKA menyambung penyampaian Ketua Presidium PP. ISKA terkait dengan tugas kepanitiaannya sebagai Ketua Steering Comitte Panitia Munas. Munas Bertujuan untuk menetapkan dan mengubah AD ART, Menyusun Garis Besar Program ISKA untuk 4 Tahun mendatang, Merekomendasikan Pokok – pokok Pikiran Kemasyarakatan Untuk Masyarakat , Gereja dan Negara. Mengevaluasi Pelaksanaan Program Kerja Pengurus PP ISKA 2022-2026, Memilih dan menetapkan Ketua Presidium baru periode 2026-2030 dan memastikan terbentuknya kepengutusan. Dalam Munas rencananya akan diikuti oleh Perwakilan PP ISKA , 28 DPD dan 152 DPC ISKA Serta Para Peninjau Se- Indonesia yang jika dihitung dengan seksama akan lebih dari 250 anggota delegasi dan total undangan diperkirakan 1000 orang. Saat ini telah diselesaikan draft materi munas yang akan di pra-munaskan dalam waktu dekat mengingat waktu pelaksanaan munas sangat pendek untuk persidangan pleno dan komisi kurang dari 2 hari. Saat ini sedang dilakukan registrasi peserta, persiapan fisik dan non fisik di tempat acara Kota Balikpapan dikoordinasikan oleh Prof. Dr. Ir. Bernatal Saragih , MSc, IPU.

Dalam kesempatan itu Sekjend juga menyampaikan bahwa tantangan yang masih perlu mendapatkan perhatian dari ISKA adalah Persebaran pendirian DPD dan DPC ISKA se Indonesia yang masih belum semua ada di wilayah Indonesia. Kemudian Masih belum lancarnya kaderisasi dalam keanggotaan ISKA yang masih dominan anggota yang sudah senior dan berusia lanjut. Sehingga perlu rebranding ISKA agar juga menarik perhatian Sarjana dan cendekiawan muda bergabung ke ISKA.
Dewan Penasihat yang hadir dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan beberapa hal terkait selama ini ISKA berjejaring dengan Ormas Cendekiawan Lintas Agama dan perlu meningkatkan lagi.
ISKA juga perlu membantu Hirarki dalam menganalisa situasi dan kondisi sosial, politik, ekonomi dan kemasyarakatan untuk disampaikan dalam bentuk kajian-kajian yang penting bagi pembinaan kehidupan umat beriman.
Secara Thema kepengurusan Dewan Penasihat melihat kesinambungan yang perlu dijaga yaitu mulai dari Solidaritas Tanpa Sekat, Merawat Komitmen Kebangsaan, Menjunjung Martabat Kemanusiaan dan Kesetaraan dan tema mendatang Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Bersama.
Dengan penuh perhatian Mgr. Antonius Subianto Bunyamin, OSC selaku Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia( KWI ) mendengarkan paparan para peserta audiensi. Selanjutnya Mgr Anton Subiyanti menyampaikan tanggapan dan beberapat catatan, saran dan masukan :
Dalam Pandangan KWI : ISKA selama ini baik-baik saja sebagai Ormas Katolik dan bekerjasama dengan baik dengan KWI. Aktifitas para pengurusnya menjadi daya dukung pelayanan Gereja Katolik di Indonesia dan di berbagai daerah.
Kehadiran ISKA di berbagai daerah di wilayah Indonesia , dengan terbentuknya pengurus Daerah / Provinsi dan cabang-cabang perlu menjadi perhatian kita bersama untuk di perjuangkan dan didukung guna meningkatkan karya dan pelayanan ISKA dan Para Cendekiawan di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai Cendekiawan Katolik ISKA harus berani menyatakan Tidak dan menyatakan sikap Menolak untuk hal-hal yang melanggar Nilai-nilai Iman Kritiani dan Ajaran Iman Gereja. Serta memperjuangkan kebaikan yang semestinya. ISKA harus memperjuangkan dan melanjutkan keberpihakan pada yang kecil, lemah dan tersingkir dengan mengajukan berbagai pemikiran dan ide alternatif.
Janganlah pernah berpikiran untuk “pensiun “ sebagai cendekiawan, tetapi harus terus makin bijaksana dalam berpikir dan mengajukan gagasan pemikiran. Mungkin harus berganti sebagai pengurus ISKA tetapi karena anggota ISKA tidak dibatasi usia maka teruslah berjuang dan berkarya dalam ISKA untuk Sesama, Masyarakat, Gereja dan Tanah Air.
Terus Menjadi Cendekiawan yang makin berusia makin menjadi Bijaksana dan berani menegakkan Kebenaran dan Cinta Kasih, mewujudkan pemikiran yang baik dan bijaksana tersebut dalam karya yang nyata.
Akhirnya dalam kesempatan tersebut Bapa Uskup Ketua Presidium KWI mendoakan dengan penuh khidmat segenap Pengurus Pusat PP ISKA, Dewan Penasihat dan Panitia SC & OC Munas agar munas berjalan lancar, seluruh perwakilan DPD ISKA dan DPC ISKA seluruh tanah air dapat hadir dan dimudahkan segala urusan mengatasi kendala yang ada.
Semoga peran berkelanjutan ISKA secara nasional terus berjalan dengan Kepemimpinan yang dihasilkan dari Musyawarah Nasional ISKA di Tahun 2026 ini. Akhirnya Berkat Bagi para peserta audiensi disampaikan oleh beliau : Dalam Nama Bapa – Putra dan Roh Kudus. Amin. (*)




