Ogan IlirPalembangPendidikanSUMSEL

Dampingi Perajin Songket “Burai Indah”, Tim Pengabdian Universitas Sriwijaya Gelar Pelatihan Tata Kelola, Pewarna Alam, dan Digital Marketing

TANJUNGBATU, MEDIASRIWIJAYA  — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sriwijaya Skema Pengabdian Berbasis Masyarakat melaksanakan kegiatan pendampingan bagi Kelompok Usaha Tenun Songket “Burai Indah” di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, pada Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program bertajuk “Pendampingan Pengembangan Usaha Songket ‘Burai Indah’ melalui Inovasi Jumputan Eco-Friendly Berbasis Kewirausahaan Hijau di Kabupaten Ogan Ilir” yang diketuai oleh Dr. Atrika Iriani, M.Si., dosen Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya.

Kegiatan diikuti puluhan perajin yang tergabung dalam Kelompok IRT Usaha Tenun Songket Burai Indah, yang selama ini menaungi sekitar 40 pelaku usaha di Desa Burai. Acara dibuka dengan sesi registrasi peserta. Sebelum memasuki sesi materi, seluruh peserta terlebih dahulu diberikan pre test yang bertujuan mengukur sejauh mana pemahaman awal mereka terhadap materi yang akan disampaikan.

Setelah sesi pre test, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Atrika Iriani, M.Si., selaku Ketua Tim Pengabdian. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tanggung jawab akademik perguruan tinggi kepada masyarakat. “Kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap pendampingan ini dapat membantu para perajin songket Desa Burai untuk lebih tertata dalam mengelola usaha, mampu memproduksi pewarna alami secara mandiri, serta memperluas pasar melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujar Atrika dalam sambutannya.

Tiga Sesi Pelatihan Utama

Rangkaian kegiatan inti terdiri atas tiga sesi pelatihan yang saling melengkapi.

  1. Pelatihan Tata Kelola dan Kelembagaan

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Loveita Ika Sari, S.Sos., M.Si. Pelatihan ini membahas pendampingan perizinan usaha industri, perencanaan kegiatan usaha, serta pengorganisasian pekerjaan dalam pencapaian target usaha, dengan penekanan khusus pada manajemen keuangan usaha. Peserta diperkenalkan pada prinsip pencatatan keuangan sederhana berbasis akuntansi dasar, mulai dari pencatatan pemasukan dan pengeluaran hingga penyusunan laporan keuangan sederhana, agar pengelolaan modal dan hasil penjualan kelompok usaha menjadi lebih transparan dan akuntabel.

  1. Pelatihan Digital Marketing

Sesi kedua diisi oleh Mutiah, S.Sos., M.I.Kom., yang memaparkan strategi pemasaran digital bagi produk kain tenun dan jumputan. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke Kota Palembang dan skala nasional, sekaligus membuka peluang pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau karena keterbatasan waktu, komunikasi, dan jarak.

  1. Praktik Produksi Pewarna Alam untuk Jumputan

Materi praktik disampaikan oleh Anggi Fitrilia Putri Pratama, Amd., yang memandu peserta secara langsung dalam proses pembuatan pewarna alami untuk kain tenun songket dan jumputan. Peserta diajak memanfaatkan sumber daya lokal seperti tumbuhan, mineral, dan limbah pangan—termasuk kulit jengkol, kulit bakau/mahoni, daun ketapang, dan daun tarum (Indigofera tinctoria)—sebagai alternatif pewarna alami yang ramah lingkungan, sekaligus pengganti pewarna kimia yang selama ini banyak digunakan perajin karena dinilai lebih praktis meski berdampak buruk bagi lingkungan.

Praktik Langsung dan Testimoni Peserta

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung, di mana peserta mencoba sendiri proses pengolahan pewarna alam dan penerapannya pada kain. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang sesi berlangsung.

Menjelang penutupan acara, sejumlah peserta menyampaikan testimoni mengenai manfaat yang mereka rasakan. Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru, khususnya terkait pengelolaan keuangan usaha yang lebih tertata, peluang pemasaran produk secara digital, serta teknik pewarnaan alami yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini cukup mahal.

Pre Test dan Post Test sebagai Alat Ukur Keberhasilan Pelatihan

Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, panitia menerapkan metode pre test dan post test. Pre test diberikan di awal acara, sebelum peserta menerima materi, untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mereka. Sementara itu, di akhir rangkaian kegiatan, peserta kembali diberikan post test dengan materi soal yang sama untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh sesi pelatihan dan praktik. Perbandingan hasil pre test dan post test ini menjadi indikator keberhasilan penyampaian materi sekaligus bahan tindak lanjut bagi tim pengabdian Universitas Sriwijaya dalam merancang program pendampingan berikutnya bagi masyarakat Desa Burai.

Kegiatan ini merupakan tahap awal dari rangkaian pendampingan berkelanjutan selama enam bulan yang akan dilaksanakan oleh Tim PKM Universitas Sriwijaya bersama Kelompok Usaha Tenun Songket Burai Indah, dengan target luaran berupa penguatan tata kelola kelembagaan, produk jumputan ramah lingkungan bernilai jual tinggi, serta perluasan pasar melalui pemasaran digital. Melalui program ini, tim pengabdian berharap usaha tenun songket dan jumputan Desa Burai dapat tumbuh lebih mandiri, ramah lingkungan, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *