Melalui “AYO Project”Mahasiswa UKMC Ajak Siswa SMA Xaverius 2 Palembang Ubah Limbah Organik Jadi Produk Bernilai
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Masalah sampah organik masih menjadi tantangan besar bagi pelestarian lingkungan di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sisa makanan dan limbah dapur merupakan penyumbang volume sampah terbesar yang jika tidak dikelola akan memicu emisi gas rumah kaca. Merespons hal tersebut, sejumlah mahasiswa Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Intervensi Fermentasi Daur Ulang: Mengolah Limbah Organik Menjadi Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan” di SMA Xaverius 2 Palembang pada Rabu (1/4/2026).
Kegiatan yang dikenal dengan nama AYO Project ini diinisiasi oleh tim mahasiswa lintas fakultas yang terdiri dari Febrian Valencius Sirait dan Marsheila Dwi Julianti (Fakultas Psikologi), Yosafat Noel Vino Nainggolan (Akuntansi), Boanerges Simarmata dan Anju Putra Samudra Silaban (Teknik Industri). Dalam pelaksanaannya, tim ini dibimbing oleh dosen pendamping Dr. Heri Setiawan, S.T., M.T., IPM., dan Andi Kurniawan.

Program ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini di lingkungan sekolah. Dipilihnya SMA Xaverius 2 Palembang didasari atas reputasi sekolah sebagai institusi yang mengedepankan nilai karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab lingkungan.
Edukasi dan Praktik Langsung Para siswa tidak hanya diberikan pengetahuan teoritis mengenai dampak negatif sampah organik terhadap lingkungan, tetapi juga dilatih secara praktis menggunakan teknologi fermentasi. Salah satu fokus utama adalah pembuatan Eco-Enzyme atau pupuk cair organik.
“Melalui fermentasi, limbah dapur seperti kulit buah dan sisa sayuran yang biasanya hanya menimbulkan bau tak sedap, dapat diubah menjadi produk bermanfaat yang bisa menyuburkan tanaman,” ujar perwakilan tim mahasiswa UKMC.

Membentuk Agen Perubahan Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menekankan pada intervensi perilaku. Dengan melibatkan mahasiswa dari Fakultas Psikologi, Akuntansi, dan Teknik Industri, pendekatan yang digunakan bersifat komprehensif mulai dari cara berpikir efisien (industri), pencatatan manfaat (akuntansi), hingga pembentukan karakter peduli lingkungan (psikologi).

Adapun empat tujuan utama dari sosialisasi ini meliputi: Memberikan edukasi mengenai dampak sampah organik terhadap lingkungan.Mengenalkan konsep fermentasi sebagai solusi pengolahan limbah.Melatih keterampilan praktis pembuatan produk ramah lingkungan. Menumbuhkan sikap peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Veronika Endah Lestari wakil kesiswaan SMA Xaverius 2 Palembang yang turut mendampingi para siswa mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMA Xaverius 2 Palembang mampu menjadi agent of change (agen perubahan) yang tidak hanya mampu mengelola sampah secara mandiri di sekolah, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan rumah dan masyarakat luas. (daris)




