Medan Sulit Tidak Lunturkan Smangat Prajurit Satgas Tmmd Kodim Bone

Kondisi medan pegunungan dan lembah yang memisahkan antara Desa Baringen Dan Desa Dompo menyulitkan distribusi material pembangunan infrastruktur penghubung kedua desa tersebut. Kendati begitu, para prajurit TNI dibantu masyarakat tak putus asa.

Berbagai cara digunakan agar material bisa sampai ke lokasi tersebut. Mulai dari penggunaan sepeda motor, mobil, gerobak, hingga memanggul material, mereka jalani, selama TMMD Ke 111 ini.

Danramil 19 Kahu,Kapten Inf Muldin yang di percaya sebagai komandan SSK menyampaikan, TMMD ke-111 di Desa Baringeng meliputi perbaikan saluran air dan perintisan jalan.

“Namun kami sedikit terkendala pendistribusian bahan bangunan, karena akses terbilang cukup sulit. Kendaraan roda empat maupun roda dua juga terkadang tidak bisa melalui akses jalan tersebut kalau hujan,” ungkap Danramil 1407-19/Libureng

Ia mengatakan, agar pekerjaan tidak tertunda, motor dinas, mobil dan gerobak menjadi sarana yang digunakan anggota yang ada di lapangan.

“Walaupun demikian kami tidak kurang akal, ada kendaraan dinas milik babinsa. Jika dirasa masih sulit maka kami angkut secara manual gotong-royong bersama warga,” jelasnya

“Dan saya sangat berterima kasih kepada masyarakat terutama warga Desa baringeng dan warga desa Dompo yang telah menguras tenaganya membantu demi mensuksesan TMMD ke 111 ini.

Semangat gotong- royong antara warga dan TNI yang menjadi modal utama telah teruji selama pelaksanaan pra TMMD. Hampir semua target diperkirakan selesai tepat waktu.
Hal ini merupakan awal yang baik bagi hajat besar yang sesungguhnya, yakni suksesnya TMMD reguler ke-111” ungkapnya.

Kepala Desa Baringeng dan desa dompo menyambut antusias pembangunan jalan penghubung antar desa tersebut. Sebab, jalan tersebut sebelumnya jalan tanah dan berbatu yang sudah bertahun-tahun tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

“Kehadiran Satgas TMMD ke-111Kodim 1407/Bone telah memberikan perubahan yang sangat drastis pada jalan tersebut. Itu membuat warga terbantu. Ditambah pembuatan talud dan dekker, sehingga menjadi jalur transportasi warga yang lebih efektif dalam membawa hasil panen maupun akses ke kota Kabupaten,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *