Mau Berinteraksi Online Nyaman? Yuk Kikis Ujaran Kebencian #Gerakan Webinar Literasi Nasional Kota Palembang

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Sosmed hanya buat ngegosip gak jelas? Ngomong sana sini, menyebar ujaran kebencian dan informasi hoaks? Duh, jangan dong.  Ayo gunakan sosmed kamu lebih bijak dan cerdas supaya ruang digital kita menjadi nyaman, gimana caranya ?

Dr. Nila Kesumawati, M.Si. Dosen Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang yang juga sebagai Koordinator  PPG UPGRI Palembang pada kesempatan ini berbagi ilmu. Doktor yang menyelesaikan pendidikan S1 di Unsri jurusan Pendidikan Matematika, S2 di UGM jurusan matematika dan S3 di UPI dengan jurusan yang sama yaitu Matematika ini berbagi tips dan pengetahuan di webinar kali ini.

Ia berbagi tips dengan mengatakan bahwa mengenali informasi palsu sebagai salah satu untuk kenyamanan dan keamanan dalam menggunakan media sosial. Untuk itulah melalui gerakan literasi digital maka akan mendapatkan banyak hal di antaranya Mengetahui mana yang perlu disebarluaskan , Mengetahui  hak-hak pengguna internet lainnya, Mengetahui batasan dalam penggunaan internet sehingga dapat menciptakan kehidupan dunia maya aman dan nyaman dan Memberikan edukasi maupun informasi yang dibutuhkan. “Saya ingin memberikan tips untuk tetap aman dan nyaman selama berinteraksi online yaitu di antaranya Periksa sumbernya: Lihat URL nya, situs yang digunakan resmi atau tidak dan juga dicek beritanya apakah sesuai dengan judul? Selanjutnya Jangan mengklik tautan yang mencurigakan: lihat isinya terlebih dahulu, bisa saja dalam bentuk pishing, pharming, sniffing, money mule, social engineering ,” ujar Dr Nila Kesumawati ini.

Nila juga pada kesempatan ini memaparkan tentang difinisi Phising adalah sebuah kejahatan digital yang bertujuan untuk mencuri informasi dan data pribadi melalui email, telepon, pesan teks atau tautan yang mengaku sebagai instansi atau pihak-pihak tertentu. “Data sensitif yang diincar oleh pelaku phishing di antaranya: kata sandi, informasi kartu kredit, alamat email, dan one-time password (OTP). Cara kerjanya adalah dengan mengelabui target dengan berbagai tipuan yang terlihat normal bagi target. Hal ini bermaksud untuk membuat target tidak sadar bahwa data mereka baru saja dicuri,” katanya lagi.

Selanjutnya, Pharming adalah mengarahkan mangsa pada situs web palsu, entri domain name system yang diklik korban tersimpan dalam cache. Sehingga memudahkan pelaku untuk mengakses perangkat pelaku secara ilegal. Contohnya domain seolah-olah mirip dg asal institusi dari aslinya, pelaku menaruh malware agar nantinya dpt mengakses secara ilegal. Kasus spt ini pada whatsapp yang disadap karena HP sudah dipasang malware oleh pelaku sehingga data-data pribadinya dicuri. Sebaliknya, untuk mengikis ujaran kebencian, Nila membagikan beberapa langkah di antaranya Berbahasa yang baik dan benar  dan Jangan terpengaruh dan terpancing untuk melakukan hate speech dan komentar negatif. “Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kehidupan aktivitas sosial antara lain Perubahan pola pikir pria dan wanita, Meningkatnya rasa percaya diri masyarakat , Tekanan dan Kompetisi yang meningkat serta Kemudahan dalam aspek sosial dan bermasyarakat,” ujar Nila lagi.

Dra. Nofritawati, M.Si. (Kepala SMP Negeri 3 Palembang) yang juga sebagai narasumber lokal dari Palembang tak kalah serunya. Kepala sekolah ini di hadapan ratusan bahkan ribuan peserta webinar berbagi pengalaman dan tips dan menyajikan materi tentang Etika Digital. “ Ada 5 etika dalam berinteraksi dalam dunia digital khususya remaja atau Gen Z, di antaranya  bagikan ilmu dan keahlian, berpikir dulu sebelum berkomentar, hormati privasi orang lain, gunakan bahasa yang sopan dan santun, serta taat pada standar perilaku online yang sama kita jalani dalam kehidupan  kita,” kata Nofritawati.

Selanjutnya, ibu guru ini juga memaparkan beberapa hal di antaranya kondisi remaja yang merupakan fase peralihan dari anak- anak ke dewasa. “Mereka akan ingin lebih banyak tahu akan dunia baru, apalagi di dunia digital saat ini dimana semua informasi dapat didapat dalam satu genggaman. Kurang nya pengawasan dari orang tua sama dengan kurangnya etika anak dan remaja dalam bijak bermedia sosial . Salah dalam memilih teman bergaul pun dapat mempengharui anak dalam menggunakan media sosial yang baik, dimana media sosial yang sebenernya dapat dijadikan wadah positif dalam berkreasi ,” katanya.

Dhini Gilang Prasasti  M.E (Kepala Seksi Pengelolaan Media Komunikasi Publik) yang menjadi narasumber pertama kali ini pun berbagi ilmu. “Ada 800 ribu situs hoaks. Harus hati-hati, ancaman bahaya banyak sekali di dunia digital. Tapi jangan khawatir banyak pula yang positifnya. Untuk tak terbawa arus kita harus punya berbagai tips dan pengetahuan. Webinar salah satunya adalah media pencerahan untuk mencegah kita terbawa hoaks. Pemerintah sudah berupaya untuk antisipasi efek perkembangan dunia digital melalui Kemenkominfo ini misalnya melalui kegiatan webinar literasi digital ini,” ujarnya yang juga pada kesempatan ini membahas tentang hoaks.

Nofia Natasari, S.Kom.I., M.Sos.  (Akademisi bidang komunikasi, Penggiat Literasi Digital) yang juga merupakan salah satu narasumber pada webinar ini membawakan materi tentang Digital Savety. Selama lebih kurang 20 menit, praktisi, pengiat litrasi digital dan juga akademisi ini berbagi ilmu dan pengetahuan seputar keamanan di dunia digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digelar Kamis (14/11) menyajikan pencerahan tentang bagaimana berinteraksi online nyaman dan ajakan mengkikis ujaran kebencian. Webinar yang kali ini pun membludak peserta yaitu terdata 1.427 peserta yang berpartisipasi dalam webinar yang digelar selama lebih kurang empat jam yaitu mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB.

Tema “Interaksi Online Nyaman, Kikis Ujaran Kebencian” pada webinar kali ini dengan menampilkan empat narasumber di antaranya Dhini Gilang Prasasti  M.E (Kepala Seksi Pengelolaan Media Komunikasi Publik), Nofia Natasari, S.Kom.I., M.Sos.  (Akademisi bidang komunikasi, Penggiat Literasi Digital),  Dr. Nila Kesumawati, M.Si. (Dosen Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang) dan  Dra. Nofritawati, M.Si. (Kepala SMP Negeri 3 Palembang).

Kehadiran Avicena Inovasanti selaku moderator tak diragukan lagi. Rangkaian kata yang diberikannya membuat suasana menjadi tambah seru. Pini, @pinieyes (Presenter @jtv_rek, Putri Indonesia Jawa Timur, Miss Internet Indonesia 2017, MC) yang seabrek prestasi dan aktivitas pun tak ketinggalan menyapa peserta webinar dari  Jawa Timur dengan kehadiran dirinya sebagai Key Opinion Leader (KOL). “Aktivitas saya sebagai MC, bikin berbagai kontens, dan presenter tv lokal Jatim, dan aktivitas lainnya membuat saya ingin berbagi pada kesempatan kali ini. Menurut saya, dengan kecanggihan dunia digital saat ini, saya rasakan manfaatnya. Seperti gabung di webinar  ini. Saya di Jatim bisa gabung dengan peserta di Palembang dalam waktu singkat. Ini luar  biasa sekali,” ujar Pini.

Webinar yang secara nasional sudah dibuka oleh Presiden Joko Widodo, yang sengaja bertujuan mencerdaskan masyarakat Indonesia ini, tetap diselenggarakan dengan memberikan fasilitas gratis kepada seluruh peserta bahkan para peserta diberikan e-sertifikat dari Kementerian Kominfo dan juga bagi peserta yang beruntung akan mendapatkan voucher menarik dari panitia.

Dukungan penuh pun diberikan Pemerintah Kota Palembang melalui Walikota Palembang H Harnojoyo SSos yang dengan setiap menjadi Keynote Speech pun pada kesempatan ini tetap antusias menyemangati peserta webinar yang mayoritas warga kota Palembang. “Saya mendukung kegiatan ini sebagai sebuah pencerahan. Bijak gunakan media dan makin cakap digtal Indonesia. Saya sebagai Walikota Palembang sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah dimulai pada Mei 2021 dan berakhir hingga Desember 2021 mendatang,” ujarnya.
Webinar ini dibuka moderator dengan dilanjutkan menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar. Selanjutnya dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.
Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.
Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 1.427 peserta dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, guru, dosen, dan masyarakat umum. “Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat untuk selalu menjadi peserta pada webinar yang kami selenggarakan ini. Mudah-mudahan di webinar selanjutnya, masyarakat masih tetap setia menjadi peserta dalam rangka pencerahan dalam program Webinar Nasional Literasi Digital Kemenkominfo 2021 khususnya di kota Palembang,” ujar Suryati, Kamis (14/10).

Webinar selanjutnya akan digelar pada Selasa 19 Oktober 2021 dengan tema Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital dengan narasumber di antaranya Muhammad Qur”anul Karim,SIP, MIP(Kaprodi Ilmu Pemerintahan  UIGM) dan Dr H Abdul Gofar, SPd, MPdi (Kepala MAN Negeri 19 Palembang).(sf)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *